BILLIONAIRE
Matius
7:6, “Jangan kamu
memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu
melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya
dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
Bagaimana kita mengikut Tuhan selama ini! Sepenuh hati atau
setengah-tengah? Kembali pada masalah uang, cara kita mengelola uang
harusnya dapat membawa orang yang melihatnya makin hormat dan kagum
terhadap Tuhan kita, bukannya malah membuat malu :(. Berapapun yang
Tuhan percayakan kepada kita saat ini, mari kita kelola sebaik
mungkin. Tidak mudah, namun harus berjuang dengan penuh semangat! Ada
hal-hal mulia yang telah Tuhan sediakan bagi setiap hidup kita yang
mau setia dan bijak dlm hal-hal yang kecil dan sederhana. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Selasa, 25 Oktober 2016. Bacaan: Yohanes 13:1-20. Setahun:
Lukas 10-11. Nas: Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh
kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu (Yohanes 13:14).
Pemimpin yang Melayani. Dalam suatu pertemuan bisnis, seorang atasan
memerintahkan salah satu bawahannya membuatkan kopi baginya dan
tamunya. Di dapur, si bawahan mengeluh pada rekannya. Ia merasa
tersinggung diperintah seperti itu. Rekannya menjawab, “Lalu apa
seharusnya si bos yang membuatkan kopi untuk kamu dan tamu itu?”
Ya, begitulah yang normal, bukan? Seorang bawahan melayani atasannya,
dan bukan sebaliknya. Itu sebabnya, tindakan Yesus membasuh kaki
murid-murid-Nya sangatlah janggal. Membasuh kaki orang lain adalah
kegiatan yang dipandang sangat rendah. Pekerjaan hina itu dikhususkan
bagi seorang budak. Karena itu, sungguh tidak patut para rasul
membiarkan kaki mereka dicuci oleh Yesus, yang adalah guru dan Tuhan
mereka! Tetapi, Tuhan Yesus memang sengaja melakukannya. Dia
bermaksud mengajar kita untuk tidak menjadi sama dengan dunia, yang
menuntut orang yang lebih rendah statusnya untuk melayani mereka yang
lebih tinggi. Sebaliknya, Dia memanggil kita menjadi pelayan bagi
semua orang, terutama mereka yang berstatus lebih rendah dari kita.
Inilah konsep pelayanan yang harus kita pegang, terutama dalam
kehidupan bergereja. Status sebagai pengurus, majelis, pendeta, atau
posisi kepemimpinan lain di gereja tidak membuat kita menjadi seperti
bos di sebuah perusahaan. Sebaliknya, status itu justru membuat kita
harus lebih siap diperlakukan dan berlaku sebagaimana layaknya
seorang pelayan. Siap mengerjakan tugas apa pun, termasuk yang
dipandang rendah, untuk melayani orang lain –ALS. SEORANG PEMIMPIN
HARUSLAH MELAYANI MEREKA YANG DIPIMPINNYA.
Xavier
Quentin Pranata
“Alam
justru tampak indah jika tak terjamah.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment