BILLIONAIRE
Hamba
Kristus atau Hamba Uang.
Sesungguhnya Tuhan tidak perlu uang kita! DIA adalah Allah, Pemilik
segala yang ada. Masalahnya bukankah hati kita sering kali lebih
menyukai uang dari pada kehendak Allah? Matius 6:24, “Tak
seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia
akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan
setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu
tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Saingan Tuhan dihati kita bukanlah Iblis tetapi UANG!
Tuhan tahu isi HATI setiap kita, ketika hati kita tertuju kepada
Tuhan kita pasti rindu untuk menyenangkanNya dengan melakukan apa
kata firmanNya. Bila itu harus memperbaiki cara berbisnis kita,
perbaikilah .
Bila itu harus membayar pajak, jangan ditunda .
Sebaliknya ketika hati kita tertuju pada uang, kita akan menghalalkan
segala cara untuk mendapatkannya. Termasuk bila itu berarti kita
harus melanggar Firman Tuhan. Mari kita semua mau belajar hidup dalam
integritas, menjadi Hamba Kristus bukan Hamba Uang (tak seorangpun
dapat mengabdi kepada dua tuan). Dengan
anugerah Tuhan, kita pasti dapat melakukannya dan menjadi terang bagi
marketplace
dimana Tuhan telah menempatkan kita. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Membuat
orang lain gembira merupakan sukacita yang menyehatkan.” Xavier
Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Minggu, 16 Oktober 2016. Bacaan: Mazmur 1:1-3. Setahun:
Markus 8-9. Nas: Apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur 1:3).
Berhasil. “Saya ingin menjadi orang yang berhasil dalam segala hal
dan juga membanggakan kedua orangtua.” Kurang lebih begitulah
jawaban saya ketika guru menanyakan cita-cita saat saya duduk di
bangku Taman Kanak-Kanak. Saya pun yakin, kita semua memiliki
cita-cita ingin menjadi orang yang berhasil dalam segala hal yang
kita kerjakan. Berbagai usaha dan upaya akan kita lakukan agar kita
bisa memperoleh keberhasilan. Belajar dengan giat, bekerja optimal,
berusaha maksimal, dan sebagainya. Namun, kadang kala kita terlalu
asyik berusaha dengan kekuatan sendiri karena kita merasa cukup
terampil serta andal dalam segala hal yang kita kerjakan. Akibatnya,
kita kemudian lupa untuk bersandar pada Tuhan. Kala kita gagal, kita
terjerembab dalam keputusasaan, lalu mulai menyalahkan Tuhan.
Padahal, Dia telah memberi kita kunci dari keberhasilan: “tetapi
yang kesukaannya ialah taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu
siang dan malam” (ay. 2). Tuhan, ya itulah kunci keberhasilan.
Ketika kita meletakan segala usaha dan upaya ke dalam tangan
kuasa-Nya, tetap mengandalkan Dia, serta melakukan kehendak-Nya, Dia
sendiri yang akan membuat kita berhasil. Biarlah firman Tuhan menjadi
kesukaan kita, dan kita tak berhenti merenungkannya siang dan malam.
Terlebih lagi, melakukan firman itu di dalam kehidupan kita dari hari
ke hari. Biarlah firman Tuhan menjadi sahabat sejati kita dalam
menjalani kehidupan dan menjadikan kita berhasil. KUNCI KEBERHASILAN
ADA DI DALAM FIRMAN TUHAN.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Roma 12:1-2. Ketika kita merima Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat, ada suatu takaran keilahian yang Tuhan tanamkan dalam
hidup kita, yang akan memungkinkan kita untuk dapat berfungsi secara
maksimal dalam pelayanan. Itu sebabnya sebagai orang percaya kita
perlu mengenali setiap potensi yang sudah Tuhan berikan, karena tanpa
mengenali dan mengembangkan potensi-potensi tersebut, kita tidak
dapat berfungsi maksimal bagi tubuh Kristus. Maksudnya bukan hanya
dalam ruang lingkup pelayanan mimbar/gerejani, melainkan dalam skala
yang lebih luas, di mana Tuhan mulai menanamkan rencana dan
kebendakNya dan kita mulai mengerjakannya. Sehingga ketika kita
melakukan apa yang menjadi bagian kita. Tuhanpun akan mengerjakan apa
yang dengan mengembangkan potensi yang menjadi bagian-NYA. Dengan
mengembangkan potensi yang Tuhan berikan, kita pasti akan menjadi
yang maksimal, baik dalam pelayanan maupun dalam kehidupan
sehari-hari... Amin! Happy Sunday, Happy Serving God. JBU all.

No comments:
Post a Comment