Sunday, 16 October 2016

16 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Hamba Kristus atau Hamba Uang. Sesungguhnya Tuhan tidak perlu uang kita! DIA adalah Allah, Pemilik segala yang ada. Masalahnya bukankah hati kita sering kali lebih menyukai uang dari pada kehendak Allah? Matius 6:24, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Saingan Tuhan dihati kita bukanlah Iblis tetapi UANG! Tuhan tahu isi HATI setiap kita, ketika hati kita tertuju kepada Tuhan kita pasti rindu untuk menyenangkanNya dengan melakukan apa kata firmanNya. Bila itu harus memperbaiki cara berbisnis kita, perbaikilah . Bila itu harus membayar pajak, jangan ditunda . Sebaliknya ketika hati kita tertuju pada uang, kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Termasuk bila itu berarti kita harus melanggar Firman Tuhan. Mari kita semua mau belajar hidup dalam integritas, menjadi Hamba Kristus bukan Hamba Uang (tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan). Dengan anugerah Tuhan, kita pasti dapat melakukannya dan menjadi terang bagi marketplace dimana Tuhan telah menempatkan kita. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Membuat orang lain gembira merupakan sukacita yang menyehatkan.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Minggu, 16 Oktober 2016. Bacaan: Mazmur 1:1-3. Setahun: Markus 8-9. Nas: Apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur 1:3). Berhasil. “Saya ingin menjadi orang yang berhasil dalam segala hal dan juga membanggakan kedua orangtua.” Kurang lebih begitulah jawaban saya ketika guru menanyakan cita-cita saat saya duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Saya pun yakin, kita semua memiliki cita-cita ingin menjadi orang yang berhasil dalam segala hal yang kita kerjakan. Berbagai usaha dan upaya akan kita lakukan agar kita bisa memperoleh keberhasilan. Belajar dengan giat, bekerja optimal, berusaha maksimal, dan sebagainya. Namun, kadang kala kita terlalu asyik berusaha dengan kekuatan sendiri karena kita merasa cukup terampil serta andal dalam segala hal yang kita kerjakan. Akibatnya, kita kemudian lupa untuk bersandar pada Tuhan. Kala kita gagal, kita terjerembab dalam keputusasaan, lalu mulai menyalahkan Tuhan. Padahal, Dia telah memberi kita kunci dari keberhasilan: “tetapi yang kesukaannya ialah taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (ay. 2). Tuhan, ya itulah kunci keberhasilan. Ketika kita meletakan segala usaha dan upaya ke dalam tangan kuasa-Nya, tetap mengandalkan Dia, serta melakukan kehendak-Nya, Dia sendiri yang akan membuat kita berhasil. Biarlah firman Tuhan menjadi kesukaan kita, dan kita tak berhenti merenungkannya siang dan malam. Terlebih lagi, melakukan firman itu di dalam kehidupan kita dari hari ke hari. Biarlah firman Tuhan menjadi sahabat sejati kita dalam menjalani kehidupan dan menjadikan kita berhasil. KUNCI KEBERHASILAN ADA DI DALAM FIRMAN TUHAN.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Roma 12:1-2. Ketika kita merima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ada suatu takaran keilahian yang Tuhan tanamkan dalam hidup kita, yang akan memungkinkan kita untuk dapat berfungsi secara maksimal dalam pelayanan. Itu sebabnya sebagai orang percaya kita perlu mengenali setiap potensi yang sudah Tuhan berikan, karena tanpa mengenali dan mengembangkan potensi-potensi tersebut, kita tidak dapat berfungsi maksimal bagi tubuh Kristus. Maksudnya bukan hanya dalam ruang lingkup pelayanan mimbar/gerejani, melainkan dalam skala yang lebih luas, di mana Tuhan mulai menanamkan rencana dan kebendakNya dan kita mulai mengerjakannya. Sehingga ketika kita melakukan apa yang menjadi bagian kita. Tuhanpun akan mengerjakan apa yang dengan mengembangkan potensi yang menjadi bagian-NYA. Dengan mengembangkan potensi yang Tuhan berikan, kita pasti akan menjadi yang maksimal, baik dalam pelayanan maupun dalam kehidupan sehari-hari... Amin! Happy Sunday, Happy Serving God. JBU all.

No comments:

Post a Comment