BILLIONAIRE
Amsal
10:22 (TB), “Berkat
TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Amsal 11:24 (TB), “Ada
yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara
luar biasa, namun selalu berkekurangan.”
Dalam kehidupan ini kita pasti menjumpai hal-hal yang menuntut kita
untuk “memberi” secara sukarela secara tulus ikhlas misalnya ada
keluarga yang membutuhkan pertolongan keuangan, ada kebutuhan untuk
renovasi rumah Tuhan, dll. Sebagai anak-anak Tuhan kita jangan takut
memberi, setiap tindakan kasih yang kita persembahkan bagi Tuhan
pasti diingat dan memberi dampak kekal. Pengaruh tidak hanya lewat
ucapan dan kata-kata saja. Pengaruh juga dapat berupa perbuatan
memberi yang sederhana. Mazmur 116:12 (TB), “Bagaimana akan kubalas
kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? ya Tuhan kiranya beri
kami hati yang rela untuk kami bisa memberi kepadaMu membalas semua
kebaikanMu melalui saudara-saudara kami yang membutuhkan. Kiranya
RohMu menjamah setiap ucapan dan tindakan kami dan menjadikannya
sebagai berkat yang bisa “menyegarkan” orang lain. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Terlalu
berani melangkah, takut salah; terlalu hati-hati, malah tidak
melangkah sama sekali. Itulah sebabnya kita perlu hikmat Tuhan.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 21 Oktober 2016. JANGAN LUPA BERSYUKUR. Ucapkanlah
syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam
Kristus Yesus bagi kamu (1 Tesalonika 5:18). Mungkin kita pernah
membaca kalimat “Jangan lupa bahagia” yang dipasang pada gambar
tampilan media sosial milik kerabat atau saudara kita. Kerap kali
pula kalimat ini kita dengar dari sahabat kita ketika kita tengah
menghadapi pergumulan. Kalimat ini mengingatkan kita untuk berbahagia
meskipun saya sendiri kurang memahami apa yang menjadi ukuran
kebahagiaan yang dimaksudkan dalam kalimat itu. Acap kali kita
menilai kebahagiaan orang lain menurut ukuran kebahagiaan kita.
Apakah orang lain bisa berbahagia jika hari ini mereka makan nasi
dengan lauk tempe? Atau apakah orang lain bisa berbahagia jika mereka
sedang menderita sakit? Dan sebagainya. Ukuran kebahagiaan yang kita
miliki lebih condong kepada ukuran kebahagiaan duniawi, bukan
kebahagiaan menurut firman Tuhan. Firman Tuhan menunjukkan jalan
menuju kebahagiaan. Bersyukur dalam segala hal, itulah salah satu hal
yang membuka pintu menuju bahagia. Kaya atau miskin, sehat atau
sakit, siapa pun kita, tidak perlu berusaha mencari kebahagiaan.
Kebahagiaan sejati berawal dari rasa syukur atas apa pun yang kita
miliki dalam segala situasi dan kondisi. Kita dapat bersyukur dalam
segala hal dan keadaan ketika kita menyadari bahwa hidup kita ada
dalam kontrol dan penyertaan Tuhan (1 Tes. 5:9-10). Rasa syukur
semacam itu akan membuahkan kebahagiaan. Apa pun yang dimiliki, apa
pun yang diterima, segalanya disyukuri sebagai wujud kemurahan Tuhan.
Jika Tuhan mengendalikan dan menyertai hidup kita, apa alasan kita
untuk tidak berbahagia? KEBAHAGIAAN TERCIPTA SAAT KITA MAMPU
BERSYUKUR ATAS PENYERTAAN-NYA DALAM SEGALA SITUASI DAN KONDISI.
Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment