Monday, 17 October 2016

17 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Rubah Paradigma. Apakah harta yang kita kejar sekarang (“uang”) sudah dapat memuaskan kita 100%? Berbagai macam kekayaan (uang, dll) yang kita miliki tidak akan bisa kita bawa saat kita pulang kesurga . Sekalipun kita dapat menjaganya saat ini. Salomo berkata dalam kitab Pengkhotbah 5:9, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.” (10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? Apakah keuntungan orang yang telah mencintai uang lebih dari segalanya? Alangkah sia-sia nya apabila kita bekerja semata"untuk memperoleh harta benda yang akhirnya lenyap (ayat 15). Rubah paradigma kita, kita memang diberi kesempatan untuk mengumpulkan harta di dunia (karena kita tidak boleh malas dalam bekerja maupun mencari penghasilan, tetapi harus juga kreatif untuk menambah income tetapi sementara kita bekerja di dunia ini, kita semua diberi kesempatan untuk mengumpulkan harta surgawi juga). Mengejar sifat-sifat yang mulia, kerendahan hati, ketekunan iman yang akan membuahkan hasil yang abadi . Amin. Apakah harta yang kamu kejar sekarang akan musnah di bumi? Atau kita sedang mengejar “perkara yang di atas” di mana Kristus ada duduk di sebelah kanan Allah (Kolose 3:1).

Xavier Quentin Pranata
Tidak tahu dan belum tahu jauh lebih baik ketimbang tidak mau tahu.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. . Senin, 17 Oktober 2016. DICIPTAKAN UNTUK KEBAIKAN. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka (1 Petrus 2:12). Mengapa Yakobus 4:17 mengatakan, “Jadi, jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa?” Kita dapat menelusurinya dari titik awal, dari penciptaan manusia. Setelah Tuhan Allah menciptakan alam semesta dan pada hari terakhir menciptakan manusia, Dia melihat bahwa semuanya itu sungguh amat baik (Kej. 1:31). Itulah tujuan diciptakannya manusia, yaitu untuk kebaikan. Namun, dosa merusak manusia. Bukan lagi hidup menurut tujuan Allah, yaitu untuk kebaikan, manusia hidup dalam egoisme, keserakahan, kejahatan, keangkuhan, ketidakpedulian, dan pemuasan nafsu. Untuk memulihkan manusia, Kristus datang ke dunia. Tanpa memperhitungkan kepentingan-Nya sendiri, Kristus menebus dosa manusia (1 Pet. 1:18-23) sehingga oleh-Nya kita dilahirkan kembali (1 Pet. 1:3). Melalui penebusan-Nya, Dia memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Dia menjadikan kita bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Dan, Dia memulihkan tujuan hidup kita: untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar (ay. 9). Bagaimana kita memberitakan kebesaran Allah? Dengan berbuat baik, agar mereka, yang hidup dalam kegelapan, memuliakan Allah pada hari Dia melawat mereka (ay. 12). Sebaliknya, ketika kita gagal berbuat baik, kita melenceng dari tujuan hidup kita. Itulah signifikansi perbuatan baik. Bukan supaya kita memperoleh pahala, melainkan untuk memenuhi tujuan Allah atas hidup kita. PENEBUSAN KRISTUS BERTUJUAN MENGEMBALIKAN HAKIKAT KITA SEBAGAI MANUSIA YANG DICIPTAKAN UNTUK MEMBERITAKAN KEBESARAN ALLAH. Selamat pagi. Semangat terus ya. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Bertahan, konsisten, giat, tulus bekerja bagi Tuhan. Kita bekerja karena kita menyadari apa yang kita taburkan kita tuai. Gal 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNYA dipermainkan karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (TB). Apa yang kita kerjakan itu sebenarnya kita sedang menabur, kalau kita tabur yang jahat-jahat (sombong, angkuh) tidak mungkin kita menuai yang baik. Karena tiap-tiap orang memikul tanggung jawabnya sendiri. Uji pekerjaanmu sendiri, periksa. Semua yang berhubungan dengan kita jangan sampai kita sudah bekerja dengan susah payah lalu hangus dan kita sendiri ditolak. Pekerjaan kita harus tahan uji 1 Kor 3:14-15. Amin. Happy Monday. JBU all.

No comments:

Post a Comment