BILLIONAIRE
Rubah
Paradigma.
Apakah harta yang kita kejar sekarang (“uang”) sudah dapat
memuaskan kita 100%? Berbagai macam kekayaan (uang, dll) yang kita
miliki tidak akan bisa kita bawa saat kita pulang kesurga .
Sekalipun kita dapat menjaganya saat ini. Salomo berkata dalam kitab
Pengkhotbah 5:9, “Siapa
mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai
kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.”
(10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang
menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada
melihatnya? Apakah keuntungan orang yang telah mencintai uang lebih
dari segalanya? Alangkah sia-sia nya apabila kita bekerja
semata"untuk memperoleh harta benda yang akhirnya lenyap (ayat
15). Rubah paradigma kita, kita memang diberi kesempatan untuk
mengumpulkan harta di dunia (karena kita tidak boleh malas dalam
bekerja maupun mencari penghasilan, tetapi harus juga kreatif untuk
menambah income
tetapi sementara kita bekerja di dunia ini, kita semua diberi
kesempatan untuk mengumpulkan harta surgawi juga). Mengejar
sifat-sifat yang mulia, kerendahan hati, ketekunan iman yang akan
membuahkan hasil yang abadi .
Amin. Apakah harta yang kamu kejar sekarang akan musnah di bumi? Atau
kita sedang mengejar “perkara yang di atas” di mana Kristus ada
duduk di sebelah kanan Allah (Kolose 3:1).
Xavier
Quentin Pranata
“Tidak
tahu dan belum tahu jauh lebih baik ketimbang tidak mau tahu.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. . Senin, 17 Oktober 2016. DICIPTAKAN UNTUK KEBAIKAN. Milikilah
cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi,
supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka
dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan
Allah pada hari Ia melawat mereka (1 Petrus 2:12). Mengapa Yakobus
4:17 mengatakan, “Jadi, jika seorang tahu bagaimana ia harus
berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa?” Kita dapat
menelusurinya dari titik awal, dari penciptaan manusia. Setelah Tuhan
Allah menciptakan alam semesta dan pada hari terakhir menciptakan
manusia, Dia melihat bahwa semuanya itu sungguh amat baik (Kej.
1:31). Itulah tujuan diciptakannya manusia, yaitu untuk kebaikan.
Namun, dosa merusak manusia. Bukan lagi hidup menurut tujuan Allah,
yaitu untuk kebaikan, manusia hidup dalam egoisme, keserakahan,
kejahatan, keangkuhan, ketidakpedulian, dan pemuasan nafsu. Untuk
memulihkan manusia, Kristus datang ke dunia. Tanpa memperhitungkan
kepentingan-Nya sendiri, Kristus menebus dosa manusia (1 Pet.
1:18-23) sehingga oleh-Nya kita dilahirkan kembali (1 Pet. 1:3).
Melalui penebusan-Nya, Dia memanggil kita keluar dari kegelapan
kepada terang-Nya yang ajaib. Dia menjadikan kita bangsa yang
terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah
sendiri. Dan, Dia memulihkan tujuan hidup kita: untuk memberitakan
perbuatan-perbuatan Allah yang besar (ay. 9). Bagaimana kita
memberitakan kebesaran Allah? Dengan berbuat baik, agar mereka, yang
hidup dalam kegelapan, memuliakan Allah pada hari Dia melawat mereka
(ay. 12). Sebaliknya, ketika kita gagal berbuat baik, kita melenceng
dari tujuan hidup kita. Itulah signifikansi perbuatan baik. Bukan
supaya kita memperoleh pahala, melainkan untuk memenuhi tujuan Allah
atas hidup kita. PENEBUSAN KRISTUS BERTUJUAN MENGEMBALIKAN HAKIKAT
KITA SEBAGAI MANUSIA YANG DICIPTAKAN UNTUK MEMBERITAKAN KEBESARAN
ALLAH. Selamat pagi. Semangat terus ya. Tuhan Yesus memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Bertahan, konsisten, giat, tulus bekerja bagi Tuhan. Kita
bekerja karena kita menyadari apa yang kita taburkan kita tuai. Gal
6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNYA dipermainkan
karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (TB).
Apa yang kita kerjakan itu sebenarnya kita sedang menabur, kalau kita
tabur yang jahat-jahat (sombong, angkuh) tidak mungkin kita menuai
yang baik. Karena tiap-tiap orang memikul tanggung jawabnya sendiri.
Uji pekerjaanmu sendiri, periksa. Semua yang berhubungan dengan kita
jangan sampai kita sudah bekerja dengan susah payah lalu hangus dan
kita sendiri ditolak. Pekerjaan kita harus tahan uji 1 Kor 3:14-15.
Amin. Happy Monday. JBU all.

No comments:
Post a Comment