BILLIONAIRE
Amsal
30:25, “Semut,
bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim
panas.”
Kita dapat belajar dari teladan semut, yang bekerja dengan baik tanpa
ada pengawasan yang nyata. Semut secara alami melakukan pekerjaannya
tanpa diawasi. Bahkan dapat mempersiapkan/prepare
untuk persediaan makanannya di semua musim kehidupannya (Amsal
6:6-8). Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah melakukan
persiapan/mengatur khususnya untuk “area keuangan” kita? Apakah
pengeluaran kita lebih besar dari penghasilan kita .
Apakah “sumber keuangan” yang kita peroleh kita dapatkan dengan
cara-cara yang benar & mempermuliakan Tuhan? Apakah suami istri
sudah terbuka dalam hal keuangan, semuanya ini tujuannya adalah: agar
kita dapat mempersiapkan/mengatur keuangan kita untuk masa depan
anak-anak & keluarga. Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! HIDUP DI DALAM ROH KUDUS. Dampak orang yang hidup dalam Roh
Kudus adalah: Disukai oleh Allah dan manusia. Disukai oleh manusia
maka kamu akan berhasil, tetapi oleh Allah bukan hanya berhasil
tetapi beruntung. Biarlah hidup kita menjadi orang-orang disukai oleh
Allah dan manusia karena hidup kita hidup yang dipimpin oleh Roh
Kudus. Gaya hidup orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan yang disukai
oleh Allah dan manusia adalah: Hidup dalam penyerahan total kepada
Allah (Kis 2:47). Hidup penuh dengan ketekunan (Kis 2:46). Hidup
dalam persatuan (Kis 2:44). Hidup dalam keberanian (Kis 2:45). Berani
bayar harga untuk Tuhan dan kepada sesama biarlah hidup kita selalu
dipimpin oleh Roh Kudus seperti jemaat mula-mula. Amin..! Selamat
pagi, selamat berativitas bersama Roh Kudus. JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Kita
berdosa bukan karena tidak tahu kebenaran namun tidak
mempraktikannya.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 12 Oktober 2016. MENGENAKAN KERENDAHAN HATI. ...
kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan
dan kesabaran (Kolose 3:12). Banyak orang berpendapat bahwa pakaian
itu mengekspresikan kepribadian seseorang. Perempuan atau pria yang
berpakaian rapi adalah pribadi yang rapi dalam bekerja. Orang menilai
pakaian sebagai simbol prestise sosial. Tak heran kalau pakaian
bermerek, modis, dan mahal merasuki masyarakat kelas atas. Tak
terkecuali pakaian dinas, seragam militer, atau jas berdasi, itu
semua memancarkan simbol kekuasaan di masyarakat. Rasul Paulus
termasuk orang yang memperhatikan pakaian. Ia menganalogikan sikap
kita seperti pakaian. Kepada jemaat di Kolose, ia berpesan agar
orang-orang pilihan Allah mengenakan belas kasihan, kemurahan,
kelemahlembutan, dan kesabaran, termasuk “mengenakan kerendahan
hati”. Paulus menggunakan kata mengenakan sebab, seperti pakaian
yang membalut tubuh, demikianlah kerendahan hati membalut kehormatan,
kebanggaan, dan harga diri. Tanpa kerendahan hati, harga diri segera
menjelma menjadi keangkuhan, kesombongan, dan kecongkakan. Namun
tanpa harga diri, kerendahan hati menjadi sikap apatis dan puas diri.
Mengenakan kerendahan hati artinya kita peduli terhadap kebutuhan,
perasaan, dan kelemahan orang lain. Kita bisa menahan diri untuk
tidak cepat menghakimi atau melabrak kesalahan orang lain. Kita tidak
memegahkan diri dengan berdalih sebagai pihak yang benar dan jujur.
Kita tidak mudah marah, dendam, atau pahit hati ketika dirisak,
diperlakukan kasar atau tak senonoh. Itu semua tindakan yang dibalut
oleh kerendahan hati. Akankah kita mengenakannya hari ini? SETIAP
HARI MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN ADALAH CARA TERBAIK UNTUK MENCAPAI
KERENDAHAN HATI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
GNCC
Tetapi
isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu
menjadi tiang garam (Kejadian 19:26). Hanya menoleh ke belakang dan
istri Lot menjadi tiang garam. Seringkali satu kesalahan kecil bisa
berakibat fatal. Bohong kecil, iseng kecil, coba-coba kecil, curang
kecil, dosa kecil dll. Kita lupa bahwa dalam kehidupan sebagian besar
semua bergerak maju. Yang kecil menjadi besar. Ketika kita melakukan
kesalahan kecil dan kita terbiasa untuk mengabaikannya, tanpa sadar
dengan berani kita akan melakukan kesalahan besar. Waspadai kesalahan
kecil sebelum menjadi besar dan kita tidak bisa lagi membendung
akibatnya. #gncc #gbu

No comments:
Post a Comment