Wednesday, 12 October 2016

12 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Amsal 30:25, “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.” Kita dapat belajar dari teladan semut, yang bekerja dengan baik tanpa ada pengawasan yang nyata. Semut secara alami melakukan pekerjaannya tanpa diawasi. Bahkan dapat mempersiapkan/prepare untuk persediaan makanannya di semua musim kehidupannya (Amsal 6:6-8). Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah melakukan persiapan/mengatur khususnya untuk “area keuangan” kita? Apakah pengeluaran kita lebih besar dari penghasilan kita . Apakah “sumber keuangan” yang kita peroleh kita dapatkan dengan cara-cara yang benar & mempermuliakan Tuhan? Apakah suami istri sudah terbuka dalam hal keuangan, semuanya ini tujuannya adalah: agar kita dapat mempersiapkan/mengatur keuangan kita untuk masa depan anak-anak & keluarga. Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! HIDUP DI DALAM ROH KUDUS. Dampak orang yang hidup dalam Roh Kudus adalah: Disukai oleh Allah dan manusia. Disukai oleh manusia maka kamu akan berhasil, tetapi oleh Allah bukan hanya berhasil tetapi beruntung. Biarlah hidup kita menjadi orang-orang disukai oleh Allah dan manusia karena hidup kita hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. Gaya hidup orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan yang disukai oleh Allah dan manusia adalah: Hidup dalam penyerahan total kepada Allah (Kis 2:47). Hidup penuh dengan ketekunan (Kis 2:46). Hidup dalam persatuan (Kis 2:44). Hidup dalam keberanian (Kis 2:45). Berani bayar harga untuk Tuhan dan kepada sesama biarlah hidup kita selalu dipimpin oleh Roh Kudus seperti jemaat mula-mula. Amin..! Selamat pagi, selamat berativitas bersama Roh Kudus. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
Kita berdosa bukan karena tidak tahu kebenaran namun tidak mempraktikannya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 12 Oktober 2016. MENGENAKAN KERENDAHAN HATI. ... kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Kolose 3:12). Banyak orang berpendapat bahwa pakaian itu mengekspresikan kepribadian seseorang. Perempuan atau pria yang berpakaian rapi adalah pribadi yang rapi dalam bekerja. Orang menilai pakaian sebagai simbol prestise sosial. Tak heran kalau pakaian bermerek, modis, dan mahal merasuki masyarakat kelas atas. Tak terkecuali pakaian dinas, seragam militer, atau jas berdasi, itu semua memancarkan simbol kekuasaan di masyarakat. Rasul Paulus termasuk orang yang memperhatikan pakaian. Ia menganalogikan sikap kita seperti pakaian. Kepada jemaat di Kolose, ia berpesan agar orang-orang pilihan Allah mengenakan belas kasihan, kemurahan, kelemahlembutan, dan kesabaran, termasuk “mengenakan kerendahan hati”. Paulus menggunakan kata mengenakan sebab, seperti pakaian yang membalut tubuh, demikianlah kerendahan hati membalut kehormatan, kebanggaan, dan harga diri. Tanpa kerendahan hati, harga diri segera menjelma menjadi keangkuhan, kesombongan, dan kecongkakan. Namun tanpa harga diri, kerendahan hati menjadi sikap apatis dan puas diri. Mengenakan kerendahan hati artinya kita peduli terhadap kebutuhan, perasaan, dan kelemahan orang lain. Kita bisa menahan diri untuk tidak cepat menghakimi atau melabrak kesalahan orang lain. Kita tidak memegahkan diri dengan berdalih sebagai pihak yang benar dan jujur. Kita tidak mudah marah, dendam, atau pahit hati ketika dirisak, diperlakukan kasar atau tak senonoh. Itu semua tindakan yang dibalut oleh kerendahan hati. Akankah kita mengenakannya hari ini? SETIAP HARI MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN ADALAH CARA TERBAIK UNTUK MENCAPAI KERENDAHAN HATI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

GNCC
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (Kejadian 19:26). Hanya menoleh ke belakang dan istri Lot menjadi tiang garam. Seringkali satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Bohong kecil, iseng kecil, coba-coba kecil, curang kecil, dosa kecil dll. Kita lupa bahwa dalam kehidupan sebagian besar semua bergerak maju. Yang kecil menjadi besar. Ketika kita melakukan kesalahan kecil dan kita terbiasa untuk mengabaikannya, tanpa sadar dengan berani kita akan melakukan kesalahan besar. Waspadai kesalahan kecil sebelum menjadi besar dan kita tidak bisa lagi membendung akibatnya. #gncc #gbu

No comments:

Post a Comment