Friday, 7 October 2016

7 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Bekerja dengan Rajin. Kolose 2:22-25, 22Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 23Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 25Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.” Amin. Rasul Paulus memerintahkan para hamba untuk TAAT dengan SEPENUH HATI dan tidak menjadi pekerja yang bekerja keras hanya didepan atasannya tetapi bermalas-malasan ketika atasannya tidak ada (ayat 22). Majikan yang sebenarnya yang sedang kita layani adalah Kristus sendiri (ayat 24). Tuan yang sesungguhnya adalah Yesus. Setiap orang harus mempertanggungjawabkannya kelak kepada Tuhan (ayat 24). Tuhan tidak pilih kasih (ayat 25). Tuhan itu adil, DIA akan menghukum ketidaktaatan yang disengaja & terus menerus tidak peduli siapapun orangnya . Sekarang bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah bekerja dengan RAJIN? Walau tidak ada yang melihatnya ? Bekerjalah seperti kepada Tuhan (dengan RAJIN) dengan sepenuh hati dengan dedikasi & integritas yang tinggi. Percayalah siapa RAJIN pasti Tuhan memberkati dan kita pun akan dipakai menjadi “BERKAT”. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Jumat, 7 Oktober 2016. Bacaan: Ayub 1:13-22. Setahun: Matius 15-17. Nas: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5). Sesabar Ayub. November 1873, Horatio G. Spafford mengantar istri dan empat anaknya ke atas kapal untuk berangkat ke Inggris. Malangnya, Ville du Havre, kapal yang ditumpangi keluarganya tenggelam. Sebanyak 226 penumpang tewas. Istri selamat; empat putrinya tenggelam. Saat tengah berlayar untuk menjemput sang istri, di Samudera Atlantik, kapten kapal memanggilnya dan berkata: “Sebuah perhitungan cermat telah dibuat dan sekarang kita sedang melewati tempat Ville du Havre tenggelam.” Malam itu juga, Horatio G. Spafford menulis lirik untuk himne terkenal, “Nyamanlah Jiwaku.” Kisah yang hampir sama sebelumnya terjadi pada Ayub. Anak-anaknya tewas, hartanya lenyap, istrinya bersungut-sungut, para sahabat yang diharapkannya datang menghibur justru menghakiminya. Belum cukup, luka dan koreng di sekujur tubuhnya membuatnya nyaris tak dikenali lagi. Namun, lewat cobaan berat tersebut, kesabaran Ayub membuahkan hasil. Tuhan mengganti segala miliknya yang hilang dan imannya tak perlu lagi dipertanyakan. Penderitaan merupakan momok yang menakutkan jika kita bersandar pada pengertian sendiri, sekaligus seumpama soal ujian yang menentukan kelulusan iman. Berbahagialah jika kita berada di titik yang terasa begitu berat. Kiranya kita dimampukan keluar dari kondisi itu dengan iman dan pengharapan yang baru. Dalam dukanya, Horatio menciptakan pujian menguatkan. Dalam dukanya, Ayub tetap memuji Tuhan. Kiranya kesabarannya menjadi teladan bagi kita saat Tuhan menempatkan kita pada situasi yang serupa. JIKALAU ALLAH DI PIHAK KITA, TAK ADA HAL YANG AKAN MENGGOYAHKAN KITA.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Kamu bisa tenang naik pesawat tanpa mengenal pilotnya, lalu kenapa masih selalu resah menjalani hidup padahal tahu Tuhan yang mengatur segalaNya? »nn«. Yesaya 30:15, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.” Pertobatan yang sungguh sungguh akan membawa kita kepada damai sejahtera dan sukacita, tidak ada lagi rasa takut dan kuatir, sebab kita sudah memiliki jaminan hidup kekal. Berbeda dengan Kristen tomat (tobat-kumat) kelompok ini hidupnya selalu resah penuh dengan keragu raguan bahkan sering kali kehilangan iman kepercayaannya. Enggan berdoa dan membaca firman, apalagi hidup benar dan kudus agar berkenan kepada Tuhan, yang dikejarnya hanya urusan duniawi bukan surgawi. Padahal hidup adalah anugrah yang patut kita nikmati tanpa takut dan kuatir, sebab pemeliharaanNya begitu sempurna baik dalam kekurangan maupun dalam kelimpahan. Hanya percaya dan berserah penuh kepadaNya, segala kebimbangan dan keraguan kita diangkatNya, hati kita diubahNya menjadi tenang dan teduh, hidup kita menjadi lebih indah dan berarti.

Tante Elisabeth – NTT
CIKAL bakal kegerakan. Kis 7:17 berkata, “Tetapi makin dekat genapan janji yang diberikan Allah kepada Abraham, maka bertambah banyaklah bangsa itu di Mesir.” Ketika Tuhan memberikan nubuatan/janji tentang kegerakan rohani yang akan terjadi atas suatu bangsa lewat hamba-hamba-Nya,maka setiap kali nubuatan itu semakin mendekati waktu penggenapannya, kita akan mendapat bukan hanya 1-2 orang percaya yang mengharapkan kegerakan itu terjadi tapi akan mulai ada ratusan bahkan ribuan orang lain yang mulai memiliki kerinduan yang sama. Karena itu jangan terus berputar-putar di padang gurun rohanimu, ini saatnya setiap kita mulai menghubungkan diri dengan roh kegerakan yang sedang terus dicurahkan, Tuhan menghendaki tidak ada satupun dari antara kita yang hanya akan menjadi penonton melainkan semua kita akan bisa mengalami roh kegerakan yang sama. Amin...! Happy Friday. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
Prioritas terbaik berasal dari atas dan kita tujukan untuk yang di atas.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment