BILLIONAIRE
Bekerja
dengan Rajin.
Kolose 2:22-25, “22Hai
hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal,
jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka,
melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 23Apapun
juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti
untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24Kamu
tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan
bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
25Barangsiapa
berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan
tidak memandang orang.”
Amin. Rasul Paulus memerintahkan para hamba untuk TAAT dengan SEPENUH
HATI dan tidak menjadi pekerja yang bekerja keras hanya didepan
atasannya tetapi bermalas-malasan ketika atasannya tidak ada (ayat
22). Majikan yang sebenarnya yang sedang kita layani adalah Kristus
sendiri (ayat 24). Tuan yang sesungguhnya adalah Yesus. Setiap orang
harus mempertanggungjawabkannya kelak kepada Tuhan (ayat 24). Tuhan
tidak pilih kasih (ayat 25). Tuhan itu adil, DIA akan menghukum
ketidaktaatan yang disengaja & terus menerus tidak peduli
siapapun orangnya .
Sekarang bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah bekerja dengan
RAJIN? Walau tidak ada yang melihatnya ?
Bekerjalah seperti kepada Tuhan (dengan RAJIN) dengan sepenuh hati
dengan dedikasi & integritas yang tinggi. Percayalah siapa RAJIN
pasti Tuhan memberkati dan kita pun akan dipakai menjadi “BERKAT”.
Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Jumat, 7 Oktober 2016. Bacaan: Ayub 1:13-22. Setahun: Matius
15-17. Nas: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau,
tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5). Sesabar
Ayub. November 1873, Horatio G. Spafford mengantar istri dan empat
anaknya ke atas kapal untuk berangkat ke Inggris. Malangnya, Ville du
Havre, kapal yang ditumpangi keluarganya tenggelam. Sebanyak 226
penumpang tewas. Istri selamat; empat putrinya tenggelam. Saat tengah
berlayar untuk menjemput sang istri, di Samudera Atlantik, kapten
kapal memanggilnya dan berkata: “Sebuah perhitungan cermat telah
dibuat dan sekarang kita sedang melewati tempat Ville du Havre
tenggelam.” Malam itu juga, Horatio G. Spafford menulis lirik untuk
himne terkenal, “Nyamanlah Jiwaku.” Kisah yang hampir sama
sebelumnya terjadi pada Ayub. Anak-anaknya tewas, hartanya lenyap,
istrinya bersungut-sungut, para sahabat yang diharapkannya datang
menghibur justru menghakiminya. Belum cukup, luka dan koreng di
sekujur tubuhnya membuatnya nyaris tak dikenali lagi. Namun, lewat
cobaan berat tersebut, kesabaran Ayub membuahkan hasil. Tuhan
mengganti segala miliknya yang hilang dan imannya tak perlu lagi
dipertanyakan. Penderitaan merupakan momok yang menakutkan jika kita
bersandar pada pengertian sendiri, sekaligus seumpama soal ujian yang
menentukan kelulusan iman. Berbahagialah jika kita berada di titik
yang terasa begitu berat. Kiranya kita dimampukan keluar dari kondisi
itu dengan iman dan pengharapan yang baru. Dalam dukanya, Horatio
menciptakan pujian menguatkan. Dalam dukanya, Ayub tetap memuji
Tuhan. Kiranya kesabarannya menjadi teladan bagi kita saat Tuhan
menempatkan kita pada situasi yang serupa. JIKALAU ALLAH DI PIHAK
KITA, TAK ADA HAL YANG AKAN MENGGOYAHKAN KITA.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Kamu
bisa tenang naik pesawat tanpa mengenal pilotnya, lalu kenapa masih
selalu resah menjalani hidup padahal tahu Tuhan yang mengatur
segalaNya? »nn«. Yesaya 30:15, “Sebab beginilah firman Tuhan
ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan
tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya
terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.” Pertobatan yang
sungguh sungguh akan membawa kita kepada damai sejahtera dan
sukacita, tidak ada lagi rasa takut dan kuatir, sebab kita sudah
memiliki jaminan hidup kekal. Berbeda dengan Kristen tomat
(tobat-kumat) kelompok ini hidupnya selalu resah penuh dengan keragu
raguan bahkan sering kali kehilangan iman kepercayaannya. Enggan
berdoa dan membaca firman, apalagi hidup benar dan kudus agar
berkenan kepada Tuhan, yang dikejarnya hanya urusan duniawi bukan
surgawi. Padahal hidup adalah anugrah yang patut kita nikmati tanpa
takut dan kuatir, sebab pemeliharaanNya begitu sempurna baik dalam
kekurangan maupun dalam kelimpahan. Hanya percaya dan berserah penuh
kepadaNya, segala kebimbangan dan keraguan kita diangkatNya, hati
kita diubahNya menjadi tenang dan teduh, hidup kita menjadi lebih
indah dan berarti.
Tante
Elisabeth – NTT
CIKAL
bakal kegerakan. Kis 7:17 berkata, “Tetapi makin dekat genapan
janji yang diberikan Allah kepada Abraham, maka bertambah banyaklah
bangsa itu di Mesir.” Ketika Tuhan memberikan nubuatan/janji
tentang kegerakan rohani yang akan terjadi atas suatu bangsa lewat
hamba-hamba-Nya,maka setiap kali nubuatan itu semakin mendekati waktu
penggenapannya, kita akan mendapat bukan hanya 1-2 orang percaya yang
mengharapkan kegerakan itu terjadi tapi akan mulai ada ratusan bahkan
ribuan orang lain yang mulai memiliki kerinduan yang sama. Karena itu
jangan terus berputar-putar di padang gurun rohanimu, ini saatnya
setiap kita mulai menghubungkan diri dengan roh kegerakan yang sedang
terus dicurahkan, Tuhan menghendaki tidak ada satupun dari antara
kita yang hanya akan menjadi penonton melainkan semua kita akan bisa
mengalami roh kegerakan yang sama. Amin...! Happy Friday. JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Prioritas
terbaik berasal dari atas dan kita tujukan untuk yang di atas.”
Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment