BILLIONAIRE
Amsal
11:24, “Ada
yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara
luar biasa, namun selalu berkekurangan.”
Setiap kita tentu memiliki cara dan kebiasaan yang berbeda dalam
menggunakan uang. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh kepribadian
kita. Nilai-nilai yang kita pegang juga pola penggunaan uang yang ada
dalam keluarga kita. Apakah kita seorang yang murah hati? (Amsal
19:3-3). Apakah kita orang yang suka menyimpan/menabung uang/harta?
Orang yang suka menyimpan perlu melatih diri untuk memberi, mengapa?
Karena Tuhan tidak menghendaki kita selalu menyimpan tetapi juga
melatih diri untuk “MEMBERI” (Amsal 14:31,28:27). Kiranya apa
yang kita berikan adalah salah satu cara untuk kita belajar menabur &
setiap taburan kita akan memuliakan Tuhan. Ingat apa yang sudah
diajarkan Tuhan Yesus dalam Lukas 14:13-14. “Tetapi
apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin,
orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan
engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk
membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari
kebangkitan orang-orang benar.”
Amin. Kiranya terlebih BERKAT orang yang suka menyebar harta/MEMBERI
dari pada orang yang suka menghemat/menyimpan harta. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Jumat, 14 Oktober 2016. Bacaan: Lukas 5:27-32. Setahun:
Markus 4-5. Nas: Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu,
lalu mengikut Dia (Lukas 5:28). Keputusan yang Benar. Setiap hari
kita harus mengambil keputusan, baik besar maupun kecil. Ketika
bangun tidur, kita harus memilih untuk segera bangun atau
bergolek-golek malas. Setelah bangun, kita bisa memilih berolahraga
atau mengerjakan pekerjaan rumah. Di tempat kerja, kita bisa bekerja
dengan bersemangat atau bermalas-malasan. Dan seterusnya. Lewi
dihadapkan pada dua pilihan saat Yesus mengajaknya mengikut Dia:
tetap di rumah cukai atau meninggalkannya mengikuti Yesus. Lewi
memilih yang kedua. Pilihan yang pada awalnya tampak bodoh sekali.
Hidupnya sudah enak sebagai pemungut cukai, ia memiliki banyak uang.
Dengan menjadi murid Yesus, ia harus meninggalkan kenyamanan tersebut
dan mengikuti pelayanan Yesus. Lewi pun harus siap dianiaya karena
nama Yesus. Menurut tradisi gereja mula-mula, ia mati sebagai martir
dengan cara dipancung di kota Nadabah, Etiopia. Ia mati bukan sebagai
orang berdosa yang tidak mau bertobat, melainkan sebagai martir yang
menerima mahkota kehidupan. Bagi Lewi, mengikut Yesus jauh lebih
berharga daripada mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Keputusan yang
tampak bodoh itu ternyata mengarahkannya pada kebenaran. Setiap
keputusan yang kita buat menentukan hidup kita saat ini dan nanti.
Kita perlu belajar mengambil keputusan yang sesuai dengan firman
Tuhan sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Yesus, dan hasil
keputusan kita mendatangkan kebaikan. Tetaplah percaya bahwa saat
kita bertindak sesuai dengan perintah Tuhan, kita pasti menuai hasil
yang baik. HATI-HATI DAN BIJAKSANA DALAM MENGAMBIL SETIAP KEPUTUSAN
KARENA SETIAP KEPUTUSAN MEMBENTUK ARAH DAN TUJUAN HIDUP KITA.
Xavier
Quentin Pranata
“Jika
akses sekeliling kita terbatas, mengapa tidak menengadah ke atas?”
Xavier Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! SPIRIT (ROH) RASULI. Yesus membandingkan pengutusan setiap kita
dengan pengutusan diri-NYA oleh Bapa (Yoh 20:21-22). Sama seperti
Yesus diutus Bapa sekarang Yesus juga mengutus kita. Dia punya
kewenangan untuk mengutus kita karena roh rasuli itu. Yesus datang ke
dunia sebagai Anak Allah tetapi Dia juga sebagai Rasul dan terbaik di
bidang-NYA. Kalau Dia terbaik, kita juga harus terbaik. Banyak
kesamaan dan karakteristik dari pengutusanNYA, juga diterapkan dalam
pengurapan kerasulan saat ini kepada setiap kita. Kalau Yesus
menyembuhkan orang kita juga punya pengurapan untuk menyebuhkan
orang. Setiap orang harus menghidupi arti yang lebih besar dari pada
penginjilan. Roh rasuli yang kita bawa akan membuat kita berfungsi
maksimal untuk membawa petobat-petobat baru. Kemudian kita muridkan
dan membawa mereka kepada gereja-gereja yang rasuli supaya mereka
tertanam dan bertumbuh di sana. Kita jangan hanya melatih diri untuk
melakukan sesuatu tapi latih diri kita untuk menjadi sesuatu. Kadang
kita hanya menghabiskan waktu untuk melatih orang dan memberi tugas
supaya mereka melakukan sesuatu tapi tidak melatih orang untuk
menjadi seseorang karena Tuhan datang mencari seseorang yang
merespon... Amin! Happy Friday. JBU all.

No comments:
Post a Comment