Friday, 14 October 2016

14 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Amsal 11:24, “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Setiap kita tentu memiliki cara dan kebiasaan yang berbeda dalam menggunakan uang. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh kepribadian kita. Nilai-nilai yang kita pegang juga pola penggunaan uang yang ada dalam keluarga kita. Apakah kita seorang yang murah hati? (Amsal 19:3-3). Apakah kita orang yang suka menyimpan/menabung uang/harta? Orang yang suka menyimpan perlu melatih diri untuk memberi, mengapa? Karena Tuhan tidak menghendaki kita selalu menyimpan tetapi juga melatih diri untuk “MEMBERI” (Amsal 14:31,28:27). Kiranya apa yang kita berikan adalah salah satu cara untuk kita belajar menabur & setiap taburan kita akan memuliakan Tuhan. Ingat apa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus dalam Lukas 14:13-14. “Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” Amin. Kiranya terlebih BERKAT orang yang suka menyebar harta/MEMBERI dari pada orang yang suka menghemat/menyimpan harta. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Jumat, 14 Oktober 2016. Bacaan: Lukas 5:27-32. Setahun: Markus 4-5. Nas: Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia (Lukas 5:28). Keputusan yang Benar. Setiap hari kita harus mengambil keputusan, baik besar maupun kecil. Ketika bangun tidur, kita harus memilih untuk segera bangun atau bergolek-golek malas. Setelah bangun, kita bisa memilih berolahraga atau mengerjakan pekerjaan rumah. Di tempat kerja, kita bisa bekerja dengan bersemangat atau bermalas-malasan. Dan seterusnya. Lewi dihadapkan pada dua pilihan saat Yesus mengajaknya mengikut Dia: tetap di rumah cukai atau meninggalkannya mengikuti Yesus. Lewi memilih yang kedua. Pilihan yang pada awalnya tampak bodoh sekali. Hidupnya sudah enak sebagai pemungut cukai, ia memiliki banyak uang. Dengan menjadi murid Yesus, ia harus meninggalkan kenyamanan tersebut dan mengikuti pelayanan Yesus. Lewi pun harus siap dianiaya karena nama Yesus. Menurut tradisi gereja mula-mula, ia mati sebagai martir dengan cara dipancung di kota Nadabah, Etiopia. Ia mati bukan sebagai orang berdosa yang tidak mau bertobat, melainkan sebagai martir yang menerima mahkota kehidupan. Bagi Lewi, mengikut Yesus jauh lebih berharga daripada mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Keputusan yang tampak bodoh itu ternyata mengarahkannya pada kebenaran. Setiap keputusan yang kita buat menentukan hidup kita saat ini dan nanti. Kita perlu belajar mengambil keputusan yang sesuai dengan firman Tuhan sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Yesus, dan hasil keputusan kita mendatangkan kebaikan. Tetaplah percaya bahwa saat kita bertindak sesuai dengan perintah Tuhan, kita pasti menuai hasil yang baik. HATI-HATI DAN BIJAKSANA DALAM MENGAMBIL SETIAP KEPUTUSAN KARENA SETIAP KEPUTUSAN MEMBENTUK ARAH DAN TUJUAN HIDUP KITA.

Xavier Quentin Pranata
Jika akses sekeliling kita terbatas, mengapa tidak menengadah ke atas?” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! SPIRIT (ROH) RASULI. Yesus membandingkan pengutusan setiap kita dengan pengutusan diri-NYA oleh Bapa (Yoh 20:21-22). Sama seperti Yesus diutus Bapa sekarang Yesus juga mengutus kita. Dia punya kewenangan untuk mengutus kita karena roh rasuli itu. Yesus datang ke dunia sebagai Anak Allah tetapi Dia juga sebagai Rasul dan terbaik di bidang-NYA. Kalau Dia terbaik, kita juga harus terbaik. Banyak kesamaan dan karakteristik dari pengutusanNYA, juga diterapkan dalam pengurapan kerasulan saat ini kepada setiap kita. Kalau Yesus menyembuhkan orang kita juga punya pengurapan untuk menyebuhkan orang. Setiap orang harus menghidupi arti yang lebih besar dari pada penginjilan. Roh rasuli yang kita bawa akan membuat kita berfungsi maksimal untuk membawa petobat-petobat baru. Kemudian kita muridkan dan membawa mereka kepada gereja-gereja yang rasuli supaya mereka tertanam dan bertumbuh di sana. Kita jangan hanya melatih diri untuk melakukan sesuatu tapi latih diri kita untuk menjadi sesuatu. Kadang kita hanya menghabiskan waktu untuk melatih orang dan memberi tugas supaya mereka melakukan sesuatu tapi tidak melatih orang untuk menjadi seseorang karena Tuhan datang mencari seseorang yang merespon... Amin! Happy Friday. JBU all.

No comments:

Post a Comment