BILLIONAIRE
Doa
Bapa Kami – Mengenal Tangan Allah dengan Berkat yang DicurahkanNya.
Lukas 11:1-3, “1Pada
suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia
berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya:
“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes
kepada murid-muridnya. 2Jawab
Yesus kepada mereka: ‘Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa,
dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. 3Berikanlah
kami setiap hari makanan kami yang secukupnya...”
...dst. Waktu Yesus berkata “berikan kami pada hari ini makanan
yang secukupnya” DIA bermaksud mengatakan bahwa mendoakan kebutuhan
sehari-hari kita adalah hal yang wajar ,
kita dapat benar-benar melayani Kerajaan & KehendakNya bila kita
punya cukup kekuatan hari ini .
Kita dapat meletakkan kebutuhan kita akan makanan pakaian dan semua
yang kita perlukan, sebab DIA tahu hal-hal itu sudah menjadi
perhatian BAPA .
Apakah kita masih ragu bahwa DIA Tuhan yang sudah PAHAM akan semua
kebutuhan kita, tanganNya siap mencurahkan berkatNya bagi setiap kita
yang memintanya? Amin.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 3 Oktober 2016. PATUH DIDALAM BAHAYA. Demikianlah pada
waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan
menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada
Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengahtengah tempat yang
ditunggangbalikkan itu (Kejadian 19:29). Ketika Sodom dan Gomora
dihancurkan oleh api belerang, istri Lot jadi tiang garam karena ia
menoleh ke belakang gara-gara tak rela hartanya hilang di makan api
tadi. Eh, benarkah demikian? Apakah cerita istri Lot ini memang
kritik pada orang yang terikat oleh harta atau tentang hal lain?
Karena janji Tuhan kepada Abraham, Lot diselamatkan dari kepunahan
kota Sodom dan Gomora. Namun, istri Lot tak terselamatkan. Mengapa?
Karena ia tak patuh kepada perintah Tuhan melalui ucapan malaikat:
“Larilah, selamatkanlah nyawamu, janganlah menoleh ke belakang, dan
janganlah berhenti di mana pun juga di lembah Yordan... supaya engkau
jangan mati lenyap” (ay. 17). Ketika Tuhan menulahi Sodom dan
Gomora, istri Lot menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (ay.
26). Kita tidak dapat memastikan alasannya. Beberapa orang menduga
karena ia menyayangi hartanya. Namun, tidak ada keterangan tentang
motivasi ini. Yang jelas, tindakan itu merupakan pengabaian terhadap
pesan Tuhan. Mengabaikan pesan Tuhan, apalagi dalam situasi segenting
saat itu sungguh fatal akibatnya. Kita belajar perlunya menaati Tuhan
dalam segala situasi. Semakin bahaya situasi, semakin kepatuhan itu
berharga. Bila di saat genting, malah kepatuhan mengendor, bahaya
lebih dekat mengancam. Kendor dan eratnya kepatuhan pada Tuhan, dalam
kisah ini, rupanya bermuara pada kebaikan untuk diri kita sendiri
dalam menjalani kehidupan yang sarat misteri dan sarat bahaya ini.
JUSTRU DALAM BADAI, KEPATUHAN MENJADI SEMAKIN BERARTI. Selamat pagi.
Semangat. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment