Monday, 3 October 2016

3 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Doa Bapa Kami – Mengenal Tangan Allah dengan Berkat yang DicurahkanNya. Lukas 11:1-3, 1Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. 2Jawab Yesus kepada mereka: ‘Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. 3Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya...” ...dst. Waktu Yesus berkata “berikan kami pada hari ini makanan yang secukupnya” DIA bermaksud mengatakan bahwa mendoakan kebutuhan sehari-hari kita adalah hal yang wajar , kita dapat benar-benar melayani Kerajaan & KehendakNya bila kita punya cukup kekuatan hari ini . Kita dapat meletakkan kebutuhan kita akan makanan pakaian dan semua yang kita perlukan, sebab DIA tahu hal-hal itu sudah menjadi perhatian BAPA . Apakah kita masih ragu bahwa DIA Tuhan yang sudah PAHAM akan semua kebutuhan kita, tanganNya siap mencurahkan berkatNya bagi setiap kita yang memintanya? Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 3 Oktober 2016. PATUH DIDALAM BAHAYA. Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengahtengah tempat yang ditunggangbalikkan itu (Kejadian 19:29). Ketika Sodom dan Gomora dihancurkan oleh api belerang, istri Lot jadi tiang garam karena ia menoleh ke belakang gara-gara tak rela hartanya hilang di makan api tadi. Eh, benarkah demikian? Apakah cerita istri Lot ini memang kritik pada orang yang terikat oleh harta atau tentang hal lain? Karena janji Tuhan kepada Abraham, Lot diselamatkan dari kepunahan kota Sodom dan Gomora. Namun, istri Lot tak terselamatkan. Mengapa? Karena ia tak patuh kepada perintah Tuhan melalui ucapan malaikat: “Larilah, selamatkanlah nyawamu, janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di lembah Yordan... supaya engkau jangan mati lenyap” (ay. 17). Ketika Tuhan menulahi Sodom dan Gomora, istri Lot menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (ay. 26). Kita tidak dapat memastikan alasannya. Beberapa orang menduga karena ia menyayangi hartanya. Namun, tidak ada keterangan tentang motivasi ini. Yang jelas, tindakan itu merupakan pengabaian terhadap pesan Tuhan. Mengabaikan pesan Tuhan, apalagi dalam situasi segenting saat itu sungguh fatal akibatnya. Kita belajar perlunya menaati Tuhan dalam segala situasi. Semakin bahaya situasi, semakin kepatuhan itu berharga. Bila di saat genting, malah kepatuhan mengendor, bahaya lebih dekat mengancam. Kendor dan eratnya kepatuhan pada Tuhan, dalam kisah ini, rupanya bermuara pada kebaikan untuk diri kita sendiri dalam menjalani kehidupan yang sarat misteri dan sarat bahaya ini. JUSTRU DALAM BADAI, KEPATUHAN MENJADI SEMAKIN BERARTI. Selamat pagi. Semangat. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment