Monday, 10 October 2016

10 Oktober 2016

BILLIONAIRE




2 Tesalonika 3:1-15 – Berdoa dan Bekerja/Ora et Labora. Firman Tuhan mengingatkan kita segala sesuatu ada untuk melayani DIA (Mazmur 119:91), kita diciptakan untuk kemuliaanNya (Yesaya 43:7). Kita ditebus Kristus untuk melakukan PEKERJAAN baik yang sudah dipersiapkanNya (Efesus 2:10). Tuhan adalah pemilik hidup ini, karena hidup ini milikNya, kehadiranNya (lewat BERDOA) bukan lagi sebuah pilihan tetapi sebuah keharusan. Berdoa dan Bekerja adalah 1 paket yang tidak terpisahkan. Sebagai pengikut Kristus apapun yang kita kerjakan perlu untuk dilengkapi dengan DOA. BerDOA saja tanpa Bekerja/Berusaha = Tidak akan melihat hasil yang maksimal. Bekerja saja tanpa BerDOA = tidak akan melihat hasil yang maksimal juga. BERDOA & BEKERJA = HASIL-nya akan luar biasa, tidak saja kita yang diberkati tetapi kita juga akan dipakai untuk menjadi berkat. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
TELADAN dalam KEBAIKAN. Bacaan: Titus 2:1-10. Titus 2:7, “Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur & bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.” Bacaan setahun: Mazmur 23-30. Gerardo Gamboa adalah pengemudi taksi di Las Vegas. Suatu ketika ia menemukan uang senilai 300 ribu dolar di bangku belakang taksinya, dan ia mengembalikannya kepada si pemilik. “Saya tidak mengharapkan imbalan. Saya hanya ingin melakukan hal yang benar,” kata Gamboa ketika diwawancarai Review Journal. Perusahaan taksi tempatnya bekerja sangat bangga akan kejujurannya. Mereka memberikan penghargaan pada Gamboa, hadiah uang sebesar 1.000 dolar, dan makan malam di restoran mewah untuk dua orang. Gamboa sangat bersyukur atas perhatian perusahaannya itu. Firman Tuhan hari ini mengingatkan setiap orang percaya untuk menjalani hidup selaras dengan kebenaran-Nya, agar dapat menjadi teladan dalam berbuat baik. Kita sepatutnya berperilaku jujur dan bersungguh-sungguh dalam mewartakan kabar baik. Firman Tuhan harus diajarkan secara utuh, benar, sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai umat pilihan Allah, kita dipanggil untuk menjadi teladan dalam berbuat baik. Kita dapat mewujudnyatakannya antara lain dengan perkataan yang santun dan perilaku yang terpuji. Kita harus berkata dan bertindak jujur dalam segala keadaan; tidak berkompromi demi menguntungkan diri sendiri. Kita harus melakukan setiap ajaran firman Tuhan dengan baik dan menularkan kebenaran kepada semua orang. Meskipun bukan hal yang mudah, jika kita memiliki niat yang tulus dan berdoa kepada Tuhan, kita diberi kemampuan untuk bisa melakukannya dengan baik --Wahyu Barmanto. KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI TELADAN DALAM BERBUAT BAIK, JUJUR, DAN BERSUNGGUH-SUNGGUH HIDUP SESUAI DENGAN FIRMAN-NYA.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Yoh 14:26 – Sejak dalam kandungan ibu, spirit rasuli itu sudah ada. Tuhan menciptakan kita untuk kita mengeksekusi apa yang menjadi tujuanNYA. Dia sudah tahu apa yang kita lakukan. Dia memberi keahlian, kemampuan, akal budi kepada kita masing-masing untuk kita mengelolanya. Kalau kita mau mengembangkan diri kita maka apa yang menjadi kehendak Tuhan di muka bumi ini pasti akan cepat tersekusi. Roh Kudus mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan Dia terus mengingatkan akan hal itu. Mungkin kita sudah diajar tetapi terkadang susah mengingatnya. Yoh 15:26, saat kita mengajarkan firman, artinya kita memiliki roh kerasulan, roh “yang diutus”, roh yang pergi menjadikan segala bangsa murid. Yesus juga diutus untuk menyelamatkan umat manusia, kata “diutus” artinya rasul. Roh Kudus juga diutus sebagai penolong manusia. Dia juga rasuli. Manusia diciptakan di muka bumi (Kej 1:16) berkuasa atas semua ciptaanNYA, beranak cucu dan bertambah banyak. Dalam ayat ke 28 kita akan temukan kata “taklukkan” ini berbicara soal ambil alih itu artinya diutus. Jadi kita mewarisi spirit rasuli karena kita dihadirkan di muka bumi ini sebagai satu utusan yang akan mengekskusi apa yang menjadi kehendak Bapa di muka bumi ini, tidak ada pilihan lain kita harus bertindak sebagai orang yang diutus, saat kita tidak melakukan kehendak Bapa terus menerus maka roh rasuli ini akan memudar dan Tuhan tidak akan mempercayai kita lagi (Kej 1:28). Tuhan datang mencari seseorang yang merespon... Amin! Semangat berdoa dan berkarya besama Yesus... JBU all.

Xavier Quentin Pranata
Yang penting bagi kita adalah mencari KEBENARAN, bukan PEMBENARAN.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Senin, 10 Oktober 2016. Bacaan: Kejadian 21:1-7. Setahun: Matius 23-24. Nas: Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku (Kejadian 21:6). Dari Tawa ke Tawa. Ternyata, yang bisa berpindah bukan hanya orang atau barang, tetapi juga tawa. Ya! Tawa dapat berpindah makna, dari satu jenis tawa ke jenis yang lain. Ishak dikandung secara ajaib. Sara sudah memasuki masa menopause, bahkan sudah lanjut usia, ketika hamil dan melahirkan Ishak. Namun siapakah yang dapat menghentikan karya Tuhan yang melampaui perhitungan biologis manusia? Peristiwa heboh itu terjadi bukan karena kebetulan, namun suatu kesengajaan dari pihak Tuhan (ay. 1). Ishak dikandung Sara karena karya rahmat Tuhan. Kenyataan rohani ini dipegang teguh oleh Abraham. Dalam responnya terhadap karya Tuhan itu, Abraham menamai anak ini Ishak, artinya “ia tertawa”, persis seperti yang dilakukan Sara di dalam hati ketika ia pertama kali mendengar sabda Tuhan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan bayi (Kej. 18:12). Dulu Sara tertawa sinis, tetapi kini setelah sadar bahwa karya Tuhan itu “ya dan amin”, ia tertawa penuh sukacita. Ada pergerakan tawa pada diri Sara. Tepatnya, ada perpindahan suasana batin dalam tawanya. Dari sinis ke sukacita, dari tertawa yang mengandung ejekan ke tertawa yang mengandung kesaksian (ay. 6)! Bagaimana dengan tawa kita? Adakah dalam proses hidup yang nampak rumit dan panjang kita dapat tertawa sukacita karena sadar bahwa kita dilawat Tuhan melalui karya-Nya, yang kadang nampak berliku, namun sebetulnya diselenggarakan-Nya untuk kebaikan kita? Ataukah tawa kita getir dan masam gara-gara tak mampu melihat tenunan tangan-Nya? TUHAN ADALAH ALLAH YANG HUMORIS!

No comments:

Post a Comment