BILLIONAIRE
2
Tesalonika 3:1-15 – Berdoa dan Bekerja/Ora et Labora.
Firman Tuhan mengingatkan kita segala sesuatu ada untuk melayani DIA
(Mazmur 119:91), kita diciptakan untuk kemuliaanNya (Yesaya 43:7).
Kita ditebus Kristus untuk melakukan PEKERJAAN baik yang sudah
dipersiapkanNya (Efesus 2:10). Tuhan adalah pemilik hidup ini, karena
hidup ini milikNya, kehadiranNya (lewat BERDOA) bukan lagi sebuah
pilihan tetapi sebuah keharusan. Berdoa dan Bekerja adalah 1 paket
yang tidak terpisahkan. Sebagai pengikut Kristus apapun yang kita
kerjakan perlu untuk dilengkapi dengan DOA. BerDOA saja tanpa
Bekerja/Berusaha = Tidak akan melihat hasil yang maksimal. Bekerja
saja tanpa BerDOA = tidak akan melihat hasil yang maksimal juga.
BERDOA & BEKERJA = HASIL-nya akan luar biasa, tidak saja kita
yang diberkati tetapi kita juga akan dipakai untuk menjadi berkat.
Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
TELADAN
dalam KEBAIKAN. Bacaan: Titus 2:1-10. Titus 2:7, “Dan jadikanlah
dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau
jujur & bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.” Bacaan setahun:
Mazmur 23-30. Gerardo Gamboa adalah pengemudi taksi di Las Vegas.
Suatu ketika ia menemukan uang senilai 300 ribu dolar di bangku
belakang taksinya, dan ia mengembalikannya kepada si pemilik. “Saya
tidak mengharapkan imbalan. Saya hanya ingin melakukan hal yang
benar,” kata Gamboa ketika diwawancarai Review Journal. Perusahaan
taksi tempatnya bekerja sangat bangga akan kejujurannya. Mereka
memberikan penghargaan pada Gamboa, hadiah uang sebesar 1.000 dolar,
dan makan malam di restoran mewah untuk dua orang. Gamboa sangat
bersyukur atas perhatian perusahaannya itu. Firman Tuhan hari ini
mengingatkan setiap orang percaya untuk menjalani hidup selaras
dengan kebenaran-Nya, agar dapat menjadi teladan dalam berbuat baik.
Kita sepatutnya berperilaku jujur dan bersungguh-sungguh dalam
mewartakan kabar baik. Firman Tuhan harus diajarkan secara utuh,
benar, sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai umat pilihan Allah, kita
dipanggil untuk menjadi teladan dalam berbuat baik. Kita dapat
mewujudnyatakannya antara lain dengan perkataan yang santun dan
perilaku yang terpuji. Kita harus berkata dan bertindak jujur dalam
segala keadaan; tidak berkompromi demi menguntungkan diri sendiri.
Kita harus melakukan setiap ajaran firman Tuhan dengan baik dan
menularkan kebenaran kepada semua orang. Meskipun bukan hal yang
mudah, jika kita memiliki niat yang tulus dan berdoa kepada Tuhan,
kita diberi kemampuan untuk bisa melakukannya dengan baik --Wahyu
Barmanto. KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI TELADAN DALAM BERBUAT BAIK,
JUJUR, DAN BERSUNGGUH-SUNGGUH HIDUP SESUAI DENGAN FIRMAN-NYA.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Yoh 14:26 – Sejak dalam kandungan ibu, spirit rasuli itu
sudah ada. Tuhan menciptakan kita untuk kita mengeksekusi apa yang
menjadi tujuanNYA. Dia sudah tahu apa yang kita lakukan. Dia memberi
keahlian, kemampuan, akal budi kepada kita masing-masing untuk kita
mengelolanya. Kalau kita mau mengembangkan diri kita maka apa yang
menjadi kehendak Tuhan di muka bumi ini pasti akan cepat tersekusi.
Roh Kudus mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan Dia terus
mengingatkan akan hal itu. Mungkin kita sudah diajar tetapi terkadang
susah mengingatnya. Yoh 15:26, saat kita mengajarkan firman, artinya
kita memiliki roh kerasulan, roh “yang diutus”, roh yang pergi
menjadikan segala bangsa murid. Yesus juga diutus untuk menyelamatkan
umat manusia, kata “diutus” artinya rasul. Roh Kudus juga diutus
sebagai penolong manusia. Dia juga rasuli. Manusia diciptakan di muka
bumi (Kej 1:16) berkuasa atas semua ciptaanNYA, beranak cucu dan
bertambah banyak. Dalam ayat ke 28 kita akan temukan kata “taklukkan”
ini berbicara soal ambil alih itu artinya diutus. Jadi kita mewarisi
spirit rasuli karena kita dihadirkan di muka bumi ini sebagai satu
utusan yang akan mengekskusi apa yang menjadi kehendak Bapa di muka
bumi ini, tidak ada pilihan lain kita harus bertindak sebagai orang
yang diutus, saat kita tidak melakukan kehendak Bapa terus menerus
maka roh rasuli ini akan memudar dan Tuhan tidak akan mempercayai
kita lagi (Kej 1:28). Tuhan datang mencari seseorang yang merespon...
Amin! Semangat berdoa dan berkarya besama Yesus... JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Yang
penting bagi kita adalah mencari KEBENARAN, bukan PEMBENARAN.”
Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Senin, 10 Oktober 2016. Bacaan: Kejadian 21:1-7. Setahun:
Matius 23-24. Nas: Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang
mendengarnya akan tertawa karena aku (Kejadian 21:6). Dari Tawa ke
Tawa. Ternyata, yang bisa berpindah bukan hanya orang atau barang,
tetapi juga tawa. Ya! Tawa dapat berpindah makna, dari satu jenis
tawa ke jenis yang lain. Ishak dikandung secara ajaib. Sara sudah
memasuki masa menopause, bahkan sudah lanjut usia, ketika hamil dan
melahirkan Ishak. Namun siapakah yang dapat menghentikan karya Tuhan
yang melampaui perhitungan biologis manusia? Peristiwa heboh itu
terjadi bukan karena kebetulan, namun suatu kesengajaan dari pihak
Tuhan (ay. 1). Ishak dikandung Sara karena karya rahmat Tuhan.
Kenyataan rohani ini dipegang teguh oleh Abraham. Dalam responnya
terhadap karya Tuhan itu, Abraham menamai anak ini Ishak, artinya “ia
tertawa”, persis seperti yang dilakukan Sara di dalam hati ketika
ia pertama kali mendengar sabda Tuhan bahwa ia akan mengandung dan
melahirkan bayi (Kej. 18:12). Dulu Sara tertawa sinis, tetapi kini
setelah sadar bahwa karya Tuhan itu “ya dan amin”, ia tertawa
penuh sukacita. Ada pergerakan tawa pada diri Sara. Tepatnya, ada
perpindahan suasana batin dalam tawanya. Dari sinis ke sukacita, dari
tertawa yang mengandung ejekan ke tertawa yang mengandung kesaksian
(ay. 6)! Bagaimana dengan tawa kita? Adakah dalam proses hidup yang
nampak rumit dan panjang kita dapat tertawa sukacita karena sadar
bahwa kita dilawat Tuhan melalui karya-Nya, yang kadang nampak
berliku, namun sebetulnya diselenggarakan-Nya untuk kebaikan kita?
Ataukah tawa kita getir dan masam gara-gara tak mampu melihat tenunan
tangan-Nya? TUHAN ADALAH ALLAH YANG HUMORIS!

No comments:
Post a Comment