Monday, 31 October 2016

31 Oktober 2016

BILLIONAIRE




1 Yoh 3:16-18, 16Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Sebagai anak-anak Tuhan, kita percaya Tuhan pasti mencukupkan semua kebutuhan kita dan menjamin masa depan kita. Kita tidak perlu takut saat kita “memberi”. Memberi tidak hanya pada saat kelimpahan tetapi juga pada masa “kekurangan”. “Memberi” adalah tanda kasih kita dalam “perbuatan” & dalam “kebenaran”/tanda iman percaya kita. Amin.

GNCC
SEMAKIN KENAL SESEORANG - *Semakin tahu KELEMAHAN dan KEKURANGAN*. SEMAKIN KENAL TUHAN - *Semakin tahu KASIH dan ANUGERAHNYA*. _*Have a blessed week*_ #gncc #greatweek

Xavier Quentin Pranata
Gengsi membuat pengeluaran tambah tinggi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 31 Oktober 2016. SOLA FIDE. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Korintus 3:11). Hari ini kita memperingati Hari Reformasi Gereja. Pada 31 Oktober 1517 Martin Luther menempelkan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg, Jerman. Ada 3 kata kunci yang melekat pada tindakan reformasi ini: Sola Fide (Hanya melalui Iman), Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah) dan Sola Scriptura (Hanya Alkitab): “Manusia diselamatkan oleh iman akan anugerah Allah yang diproklamasikan dalam Alkitab.” Berdasarkan perenungan atas Roma 1:16-17, Luther menemukan saripati teologi Paulus bahwa yang menghadirkan keselamatan bukanlah segala macam perbuatan baik dan ritus gereja, melainkan iman akan anugerah Allah yang membenarkan kita. Orang berdosa yang percaya akan Injil menjadi orang benar karena dijadikan benar. Manusia adalah simul justus et peccator: orang yang berdosa, namun sekaligus dibenarkan. Benar bukan karena usaha sendiri, melainkan karena rahmat, gratia. Tak sepatutnya kita hidup berleha-leha, manja, dan tak waspada, apalagi meremehkan kasih Allah yang membenarkan tadi. Dari pihak manusia diperlukan iman yang merespons anugerah pembenaran itu. Iman bukan sekadar percaya, namun “mempercayakan diri seutuhnya kepada”. Iman adalah hati yang bulat menyambut anugerah Allah dan memasrahkan segenap diri pada kasih setia Allah. Ada orang yang mengaku beriman, namun hatinya dingin, bahkan beku. Beku pada Allah, beku pada Firman, dan beku pada janji anugerah. Hatinya bagai es. Kita perlu waspada, agar hati kita senantiasa terbuka untuk digenangi rahmat dan giat menyambutnya. Betapa hangat! ANUGERAH ALLAH SELALU CUKUP BAGI KITA YANG LEMAH. Selamat pagi. Tetap berpikir Positif. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Yoh 21-22. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Tuhan Yesus mengadakan mujizat 5 roti 2 ekor ikan memberi makan lima ribu orang. Spirit rasulih itu adalah hidup kita berada bersama Dia, kita memposisikan diri seperti Dia. Maz 127:3-5 ada kaitan dengan Tuhan ketika kita tahu posisi kita, kami tidak jadi terpuruk lagi ,tapi kami tahu memposisikan diri kami untuk keselamatan kami. Amin. Morning. JBU All.

No comments:

Post a Comment