Tuesday, 18 October 2016

18 Oktober 2016

BILLIONAIRE




Sebagai anak-anak Tuhan kita tidak perlu khawatir ditelantarkan. Mungkin teman-teman akan melupakan kita atau keadaan memisahkan kita dari orang yang kita kasihi, kita tak pernah sendiri. Allah berkata di dalam Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.‘” Ini adalah janji Allah, bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri. Sehingga dengan yakin kita dapat berkata “Tuhan adalah Penolongku”, aku tidak akan takut (Ibrani 13:6). Terima kasih Tuhan karena Engkau berjanji tidak akan meninggalkan kami kiranya kehadiranMu selalu menopang kami yang membuat hati kami terhibur. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MEMBUANG FITNAH DAN GOSIP. Ada pepatah yang mengatakan: “Fitnah itu lbh kejam dari pembunuhan”, namun dalam kenyataannya banyak orang tanpa sadar suka memfitnah orang lain. Alkitab sangat mencela perbuatan itu & menurut TUHAN, memfitnah itu adalah dosa yang serius. Dalam buku “Iman dalam Perbuatan”, dikatakan antara gosip & fitnah sangat erat kaitannya (walaupun gosip itu belum tentu fitnah), sebab biasanya yang menarik untuk digosipkan adalah sesuatu yang buruk tentang orang lain. Ironisnya, walaupun banyak orang tahu bahwa gosip & fitnah itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya & sangat dicela TUHAN, namun banyak orang tetap senang bergosip ria & memfitnah. Kenapa? Karena orang bangga kalau dia mengetahui lebih banyak daripada orang lain, untuk itu dia perlu menceritakan apa yang diketahuinya kepada orang lain, agar orang lain tahu bahwa ia memiliki pengetahuan yang banyak tentang sesuatu, & dengan demikian ia bisa membanggakan dirinya. Gosip & Fitnah menyebabkan orang yang digosipkan & difitnah mendapat cap bermacam-macam terhadapnya tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, hal ini merupakan hukuman terberat yang dijatuhkan kepada orang itu tanpa diberi kesempatan membela diri. Sekalipun orang itu jahat & salah, bukan berarti pantas digosipkan, kalau orang itu sudah jatuh, seharusnya diangkat. TUHAN menghendaki agar orang yang salah itu ditegur, dinasehati & diampuni, & ini adalah salah satu prinsip utama bagi Umat Kristiani, yaitu mengampuni. “TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya” (Mazmur 15:1-3). GBU all...

Xavier Quentin Pranata
Pilihan dan prioritas kita menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 18 Oktober 2016. MAKAN. Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan (Kisah Para Rasul 27:35). Makan sangat penting untuk menyambung kehidupan kita. Makan mungkin juga kegiatan yang paling banyak melibatkan indra kita. Ada sekurangnya tiga indra yang bekerja sekaligus ketika kita makan: pengecap (lidah), peraba (kulit), dan pencium (hidung). Ketika kita makan bakso, misalnya. Lidah kita menikmati gurihnya daging bakso dan kaldunya. Kulit mulut menikmati hangatnya kuah. Hidung kita mencium bau harum paduan daging, seledri, dan bawang goreng. Tak jarang bahkan indera penglihat (mata) ikut terlibat. Maka, makan bukan lagi sekadar kegiatan untuk menyambung kehidupan, melainkan juga kegiatan yang mendatangkan kenikmatan. Selain kedua aspek itu, ada setidaknya dua aspek lain dari makan yang perlu kita ingat sebagai umat Allah. Pertama, ketika kita makan, kita diingatkan akan kasih dan penyertaan Tuhan. Fakta bahwa kita masih bisa makan adalah tanda nyata betapa Tuhan masih menjaga kita. Karena itu, sudah selayaknyalah kita, seperti yang Paulus lakukan, bersyukur kepada Tuhan setiap kali kita akan makan. Aspek yang kedua adalah akan tanggung jawab yang Tuhan percayakan untuk kita kerjakan. Ketika Tuhan menganugerahkan berkat-Nya, pasti ada rencana yang hendak Dia kerjakan melalui kita. Demikian pula, ketika Tuhan memberkati kita dengan makanan, berarti masih ada tugas yang harus kita kerjakan bagi-Nya. Dalam kasus Paulus saat itu, untuk bisa memiliki kekuatan melanjutkan perjalanan hingga ke Roma dan melayani-Nya di sana. Dalam kasus kita hari ini, apakah itu? MAKAN MENGINGATKAN KITA AKAN PENYERTAAN TUHAN DAN TUGAS YANG DIA PERCAYAKAN UNTUK KITA KERJAKAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment