BILLIONAIRE
Sebagai
anak-anak Tuhan kita tidak perlu khawatir ditelantarkan. Mungkin
teman-teman akan melupakan kita atau keadaan memisahkan kita dari
orang yang kita kasihi, kita tak pernah sendiri. Allah berkata di
dalam Ibrani 13:5, “Janganlah
kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada
padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan
membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan
engkau.‘”
Ini adalah janji Allah, bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri.
Sehingga dengan yakin kita dapat berkata “Tuhan adalah Penolongku”,
aku tidak akan takut (Ibrani 13:6). Terima kasih Tuhan karena Engkau
berjanji tidak akan meninggalkan kami kiranya kehadiranMu selalu
menopang kami yang membuat hati kami terhibur. Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MEMBUANG
FITNAH DAN GOSIP. Ada pepatah yang mengatakan: “Fitnah itu lbh
kejam dari pembunuhan”, namun dalam kenyataannya banyak orang tanpa
sadar suka memfitnah orang lain. Alkitab sangat mencela perbuatan itu
& menurut TUHAN, memfitnah itu adalah dosa yang serius. Dalam
buku “Iman dalam Perbuatan”, dikatakan antara gosip & fitnah
sangat erat kaitannya (walaupun gosip itu belum tentu fitnah), sebab
biasanya yang menarik untuk digosipkan adalah sesuatu yang buruk
tentang orang lain. Ironisnya, walaupun banyak orang tahu bahwa gosip
& fitnah itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya & sangat
dicela TUHAN, namun banyak orang tetap senang bergosip ria &
memfitnah. Kenapa? Karena orang bangga kalau dia mengetahui lebih
banyak daripada orang lain, untuk itu dia perlu menceritakan apa yang
diketahuinya kepada orang lain, agar orang lain tahu bahwa ia
memiliki pengetahuan yang banyak tentang sesuatu, & dengan
demikian ia bisa membanggakan dirinya. Gosip & Fitnah menyebabkan
orang yang digosipkan & difitnah mendapat cap bermacam-macam
terhadapnya tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, hal ini
merupakan hukuman terberat yang dijatuhkan kepada orang itu tanpa
diberi kesempatan membela diri. Sekalipun orang itu jahat &
salah, bukan berarti pantas digosipkan, kalau orang itu sudah jatuh,
seharusnya diangkat. TUHAN menghendaki agar orang yang salah itu
ditegur, dinasehati & diampuni, & ini adalah salah satu
prinsip utama bagi Umat Kristiani, yaitu mengampuni. “TUHAN, siapa
yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di
gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang
melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap
hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak
berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada
tetangganya” (Mazmur 15:1-3). GBU all...
Xavier
Quentin Pranata
“Pilihan
dan prioritas kita menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 18 Oktober 2016. MAKAN. Sesudah berkata demikian, ia
mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka,
memecah-mecahkannya, lalu mulai makan (Kisah Para Rasul 27:35). Makan
sangat penting untuk menyambung kehidupan kita. Makan mungkin juga
kegiatan yang paling banyak melibatkan indra kita. Ada sekurangnya
tiga indra yang bekerja sekaligus ketika kita makan: pengecap
(lidah), peraba (kulit), dan pencium (hidung). Ketika kita makan
bakso, misalnya. Lidah kita menikmati gurihnya daging bakso dan
kaldunya. Kulit mulut menikmati hangatnya kuah. Hidung kita mencium
bau harum paduan daging, seledri, dan bawang goreng. Tak jarang
bahkan indera penglihat (mata) ikut terlibat. Maka, makan bukan lagi
sekadar kegiatan untuk menyambung kehidupan, melainkan juga kegiatan
yang mendatangkan kenikmatan. Selain kedua aspek itu, ada setidaknya
dua aspek lain dari makan yang perlu kita ingat sebagai umat Allah.
Pertama, ketika kita makan, kita diingatkan akan kasih dan penyertaan
Tuhan. Fakta bahwa kita masih bisa makan adalah tanda nyata betapa
Tuhan masih menjaga kita. Karena itu, sudah selayaknyalah kita,
seperti yang Paulus lakukan, bersyukur kepada Tuhan setiap kali kita
akan makan. Aspek yang kedua adalah akan tanggung jawab yang Tuhan
percayakan untuk kita kerjakan. Ketika Tuhan menganugerahkan
berkat-Nya, pasti ada rencana yang hendak Dia kerjakan melalui kita.
Demikian pula, ketika Tuhan memberkati kita dengan makanan, berarti
masih ada tugas yang harus kita kerjakan bagi-Nya. Dalam kasus Paulus
saat itu, untuk bisa memiliki kekuatan melanjutkan perjalanan hingga
ke Roma dan melayani-Nya di sana. Dalam kasus kita hari ini, apakah
itu? MAKAN MENGINGATKAN KITA AKAN PENYERTAAN TUHAN DAN TUGAS YANG DIA
PERCAYAKAN UNTUK KITA KERJAKAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment