Wednesday, 30 November 2016

Man In the Mirror #4 “NOT ALONE”

MAN IN THE MIRROR




Man In the Mirror #4 “NOT ALONE”
Alfa Omega Church Sunday Service
November 27th 2016


INTRO:
Amsal 27:19, “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”

Sangatlah berbeda ketika kita bercermin sendiri dan seluruh cermin itu buat kita, dibanding: ketika kita harus bercermin dengan orang lain. Yang lebih berbeda lagi ketika kita menolong orang di depan cermin, ini j
uga hal yang berbeda dibanding kita bercermin sendiri. Selain seringkali kita sendiri bercermin adalah kita tolong orang lain di depan cermin juga. Ini merupakan momen yang sedikit beda jika DILAKUKAN dan DIRASAKAN.

The best feeling of happiness is when you’re happy because you’ve made somebody else happy
Perasaan terbaik kebahagiaan adalah ketika Anda senang karena Anda telah membuat orang lain berbahagia

Make up untuk sendiri, berbeda dengan make up untuk orang lain:
  • Gambar alis sendiri, beda dengan gambar alis untuk orang lain
  • Bikin dasi sendiri, beda dengan bikinin dasi untuk orang lain
  • Bikin rambut sendiri, beda dengan bikin rambut untuk orang lain.

Dalam hidup bergereja, kita belajar, bagaimana Tuhan merubahkan hidup kita berulang kali. Tapi bagaimana dengan kita merubah kehidupan orang lain? Bagaimana dengan menolong orang lain untuk berubah?

The best feeling of happiness is when you’re happy because you’ve made somebody else happy Perasaan kebahagiaan adalah ketika Anda senang karena Anda telah membuat orang lain berbahagia

BODY:
Filipi 2:3-4 BIMK, “Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri.”

Perhatikanlah ___________; jangan hanya ___________.”

Ayat ini menjelaskan efek positif dari “menjadi satu pikiran” termasuk dalam kuasa memahami dan memperhatikan kepentingan orang lain – tidak hanya apa yang disukai melainkan ide-ide dan perasaan orang lain. Kata “memandang” di sini adalah lebih dari kata “mencari” di kitab Filipi 2:21. Hal ini mengekspresikan untuk memperhatikan pikiran, harapan dan aspirasi orang lain, dimana hanya orang yang lupa mencintai dirinya sendiri dapat memberikan, serta mempertimbangkan kesejahteraan dan kebahagaiaan orang lain. Rasul Paulus menuliskan kata “juga” tidak sama dengan roh transendentalisme – yang mencela cinta akan diri sendiri adalah hal buruk atau “keegoisan”.
Manusia adalah makhluk individu juga makhluk sosial yang dapat menempatkan “kepentingannya sendiri” kepada “kepentingan orang lain” namun tidak dapat mengabaikan/mengesampingkan kepentingan sendiri.

I believe the world is one big family, and we need to help each other (Jet Li)
Aku percaya bahwa dunia ini adalah suatu keluarga yg besar, dan kita perlu saling menolong terhadap sesama kita

Apa yang harus kita lakukan untuk dapat memikirkan orang lain?
1. ______ kawan/ keluarga Anda
Cerita pribadi masing-masing, membangun hubungan, lalu mengundang mereka, dan certia tentang uniknya AOC church for sinners.
2. _____________ bersama
Bergerak melalui tenaga kita, terlibat bersama, lewat pikiran, bergerak melalui keuangan bersama, baik untuk natal dan juga untuk pengembangan rumah Tuhan

Perhatikanlah ______________; jangan hanya _________________.”

CONCLUSION:
Ibrani 6:10 (bis) – Allah bukannya Allah yang tidak adil. Ia tidak melupakan apa yang kalian kerjakan bagi-Nya, dan kasih yang kalian tunjukkan kepada-Nya sewaktu menolong saudara-saudara seiman, dahulu dan sekarang.

No comments:

Post a Comment