MAN
IN THE MIRROR
Lukas
23:46, “Lalu
Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku.‘ Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya.”
Tuhan Yesus adalah teladan sempurna bagi para pengikutNya, bagaimana
dengan kita? Apakah kita pun dipanggil untuk berbuat
seperti yang telah Yesus lakukan? Lukas menyimpulkan bahwa pelayanan
Yesus selama hidupnya sampai pada akhirnya yaitu menyerahkan nyawaNya
bagi kita semua .
Belajar dari teladan Yesus, yang senantiasa berbuat
baik,
bahkan menjadi Juruselamat bagi kita semua, Juruselamat bagi dunia.
Dengan berbuat
baik
kita memberikan persembahan yang berkenan kepada Allah, yang menarik
orang lain untuk datang kepadaNya. Amin (Matius 5:16).
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 6 November 2016. PERTOBATAN NINIWE. Orang Niniwe
percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik
orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung (Yunus 3:5).
Yunus terperangah. Penduduk Niniwe yang jahat dan menjadi ancaman
bagi bangsanya itu, ternyata menerima peringatan Yunus. Mereka tidak
marah, melainkan percaya bahwa Allah akan membinasakan mereka jika
mereka tidak bertobat. Mereka pun menyerukan puasa dan perkabungan
secara nasional, sebagai tanda penyesalan akan dosa. Sebenarnya ini
bukan sesuatu yang Yunus harapkan. Dan, inilah sesungguhnya yang
menjadi alasan utama mengapa ia melarikan diri dari tugas panggilan
Tuhan (4:2). Memang pada akhirnya Yunus melaksanakan tugas yang Allah
bebankan kepadanya (4). Namun, harapannya adalah agar Allah
membinasakan penduduk Niniwe yang jahat itu! Bagaimana dengan kita?
Adakah orang tertentu, atau suku bangsa tertentu, yang secara pribadi
atau turun-temurun kita benci? Apakah kita punya beban untuk
mendoakan mereka-agar dosa mereka diampuni dan mereka berbalik kepada
Allah? Ataukah hati kita dikuasai kebencian seperti Yunus (4:1)? Dan,
kalaupun kita berharap kepada Allah tentang mereka, kita berharap
agar Allah membinasakan mereka. Milikilah hati dan cara pandang
Allah. Dia memandang dunia yang berdosa dengan belas kasihan, bukan
kebencian. Ketika hati kita dipenuhi oleh beban ilahi dari Kristus
akan nasib dunia yang sedang menuju kebinasaan, belas kasihan Allah
akan mengalir menguasai hati kita. Dan, kerinduan-Nya itu akan
menggerakkan hidup kita untuk memberitakan Injil-Nya (Luk. 19:41-44,
bdk. Mat. 9:36). ALLAH MEMBENCI DOSA, TETAPI SANGAT MENGASIHI ORANG
YANG BERDOSA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Salah
satu sikap mental sukses adalah saat kita bersukacita atas kesuksesan
orang lain.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment