Sunday, 6 November 2016

6 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Lukas 23:46, “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.‘ Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” Tuhan Yesus adalah teladan sempurna bagi para pengikutNya, bagaimana dengan kita? Apakah kita pun dipanggil untuk berbuat seperti yang telah Yesus lakukan? Lukas menyimpulkan bahwa pelayanan Yesus selama hidupnya sampai pada akhirnya yaitu menyerahkan nyawaNya bagi kita semua . Belajar dari teladan Yesus, yang senantiasa berbuat baik, bahkan menjadi Juruselamat bagi kita semua, Juruselamat bagi dunia. Dengan berbuat baik kita memberikan persembahan yang berkenan kepada Allah, yang menarik orang lain untuk datang kepadaNya. Amin (Matius 5:16).

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 6 November 2016. PERTOBATAN NINIWE. Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung (Yunus 3:5). Yunus terperangah. Penduduk Niniwe yang jahat dan menjadi ancaman bagi bangsanya itu, ternyata menerima peringatan Yunus. Mereka tidak marah, melainkan percaya bahwa Allah akan membinasakan mereka jika mereka tidak bertobat. Mereka pun menyerukan puasa dan perkabungan secara nasional, sebagai tanda penyesalan akan dosa. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang Yunus harapkan. Dan, inilah sesungguhnya yang menjadi alasan utama mengapa ia melarikan diri dari tugas panggilan Tuhan (4:2). Memang pada akhirnya Yunus melaksanakan tugas yang Allah bebankan kepadanya (4). Namun, harapannya adalah agar Allah membinasakan penduduk Niniwe yang jahat itu! Bagaimana dengan kita? Adakah orang tertentu, atau suku bangsa tertentu, yang secara pribadi atau turun-temurun kita benci? Apakah kita punya beban untuk mendoakan mereka-agar dosa mereka diampuni dan mereka berbalik kepada Allah? Ataukah hati kita dikuasai kebencian seperti Yunus (4:1)? Dan, kalaupun kita berharap kepada Allah tentang mereka, kita berharap agar Allah membinasakan mereka. Milikilah hati dan cara pandang Allah. Dia memandang dunia yang berdosa dengan belas kasihan, bukan kebencian. Ketika hati kita dipenuhi oleh beban ilahi dari Kristus akan nasib dunia yang sedang menuju kebinasaan, belas kasihan Allah akan mengalir menguasai hati kita. Dan, kerinduan-Nya itu akan menggerakkan hidup kita untuk memberitakan Injil-Nya (Luk. 19:41-44, bdk. Mat. 9:36). ALLAH MEMBENCI DOSA, TETAPI SANGAT MENGASIHI ORANG YANG BERDOSA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Salah satu sikap mental sukses adalah saat kita bersukacita atas kesuksesan orang lain.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment