Tuesday, 1 November 2016

KATA PENGANTAR

MAN IN THE MIRROR




Dalam zaman Nehemia, kondisi bangsa Israel terpuruk, kota-kota mereka porak poranda, sebagian besar penduduknya pergi ke dalam pembuangan, hanya sisa sejumlah orang saja di kota Yerusalem. Pada saat itu, Nehemia tinggal di luar Yerusalem dan berprofesi sebagai juru minuman Raja. Dia bukanlah seorang imam, nabi, ataupun hamba Tuhan. Bukannya bersikap acuh tak acuh, Nehemia punya kerinduan untuk membangun kembali tembok Yerusalem.

Nehemia tidak pernah mendengar suara Tuhan yang menyuruhnya untuk membangun tembok Yerusalem secara audibel. Nehemia hanya rindu membangun reruntuhan Yerusalem, sekalipun hidupnya sudah nyaman. Tentu saja, Nehemia tidak bekerja seorang diri, ia mengajak sisa-sisa orang yang ada untuk bekerja bersama-sama membangun. Dan bagaimana respon penduduk Yerusalem? “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu (Nehemia 2:18).

Mari kita dukung visi AOC bulan Januari hingga Juni 2017, yakni Building of Faith yang saya percaya ini adalah hati Tuhan. Siapapun Anda, mari kita berikan yang terbaik untuk Tuhan. Bukan karena paksaan, sungkan dsb, tapi karena setiap kita rindu turut serta dalam pembangunan rumah Tuhan/GerejaNya. Tuhan Yesus memberkati .

-- Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment