MAN
IN THE MIRROR
Dalam
zaman Nehemia, kondisi bangsa Israel terpuruk, kota-kota mereka porak
poranda, sebagian besar penduduknya pergi ke dalam pembuangan, hanya
sisa sejumlah orang saja di kota Yerusalem. Pada saat itu, Nehemia
tinggal di luar Yerusalem dan berprofesi sebagai juru minuman Raja.
Dia bukanlah seorang imam, nabi, ataupun hamba Tuhan. Bukannya
bersikap acuh tak acuh, Nehemia punya kerinduan untuk membangun
kembali tembok Yerusalem.
Nehemia
tidak pernah mendengar suara Tuhan yang menyuruhnya untuk membangun
tembok Yerusalem secara audibel. Nehemia hanya rindu membangun
reruntuhan Yerusalem, sekalipun hidupnya sudah nyaman. Tentu saja,
Nehemia tidak bekerja seorang diri, ia mengajak sisa-sisa orang yang
ada untuk bekerja bersama-sama membangun. Dan bagaimana respon
penduduk Yerusalem? “Kami
siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai
melakukan pekerjaan yang baik itu
(Nehemia 2:18).
Mari
kita dukung visi AOC bulan Januari hingga Juni 2017, yakni Building
of Faith yang saya percaya ini adalah hati Tuhan. Siapapun Anda, mari
kita berikan yang terbaik untuk Tuhan. Bukan karena paksaan, sungkan
dsb, tapi karena setiap kita rindu turut serta dalam pembangunan
rumah Tuhan/GerejaNya. Tuhan Yesus memberkati .
--
Kwee Siu Siang
No comments:
Post a Comment