Wednesday, 30 November 2016

Man In the Mirror Part 1

MAN IN THE MIRROR




Man In the Mirror Part 1
Alfa Omega Church Sunday Service
November 06th 2016


INTRO:
Tidak ada toilet tanpa Cermin, tidak ada anak remaja bisa hidup tanpa Cermin. Demikian juga dengan orang dewasa. Tiap pagi kita bangun pagi, kita punya ritual masing-masing, ada yang harus ngopi dulu, ada yang ke toilet dulu, ada yang mungkin merapikan tempat tidur, menggosok gigi dan sebagainya.

BODY:
Berdiri di cermin, kita melihat: SEBUAH KONDISI dan MERUBAH ke KONDISI yang berbeda. Alkitab pun membahas cermin yang paling kuno yang adalah air. Amsal 27:19 (bis), “Sebagaimana air memantulkan wajahmu, demikian juga hatimu menunjukkan dirimu.”
Pertanyaannya…
Seperti apa diri kita? Siapa diri kita? Bagaimana kita berperforma dalam kehidupan ini? Inilah yang perlu kita renungkan. Nah, kita perlu melihat diri kita dengan kaca mata firman Tuhan, Tuhan mau kita ini berbuat apa di dunia ini?

Ketika orang bercermin yang terjadi adalah, perubahan. Ada banyak hal yang terjadi saat kita di cermin, tapi salah satunya dan yang akan kita fokuskan tentang satu hal ini adalah: PERUBAHAN.

a. _________ situasi
Tuhan itu percayakan situasi kepada kita apapun itu: Keluarga / Pekerjaan / Pelayanan. Tuhan rindu agar kita menjadi orang yang merubahkan dari suatu situasi ke situasi yang lebih baik? Kita perlu bercermin. Ester 4:14 (bimk), “Siapa tahu, barangkali justru untuk saat-saat seperti ini engkau telah dipilih menjadi ratu!” Seorang pemimpin adalah seseorang yang memindahkan situasi dari Sini ke Sana.

b. Alasan untuk __________________
Hati manusia itu mirip. Mengerti perasaan Anda, kebutuhan-kebutuhan Anda, dan respon Anda itu seperti orang lain juga. Mengerti diri Anda itu menolong kita untuk mengerti tentang orang lain. Kita akan dapat lebih mengerti orang di sekitar kita lebih baik daripada mereka mengenal diri mereka sendiri, dan mereka akan dapat mengenal kita lebih baik dari pada yang kita pikirkan. Air, membuat cermin yang natural. Melihat ke air menunjukan kepada manusia gambaran dari wajahnya. Kita melihat penampilan kita, karena refleksinya cukup akurat. Hati manusia itu hampir sama, dari pembawaan kita, passion (gairah/semangat), dan juga rentan kehidupan kita kebanyakan sama dan mirip. Kita dapat mengerti perasaan dan hati orang lain ketika kita belajar tentang diri kita, karena mereka memiliki banyak kesamaan.

Yakobus 1:23-25 (bimk)
23Orang yang mendengar perkataan Allah, tetapi tidak melakukannya adalah seperti orang yang sedang melihat mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24Sesudah ia memperhatikannya baik-baik, ia pun pergi dan langsung melupakan bagaimana rupa mukanya itu. 25Hukum Allah sempurna dan mempunyai kekuatan untuk memerdekakan manusia. Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya.

c. ___________________
Mari berdoa untuk situasi-situasi hidup kita yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam pekerjaan, kita perlu berdoa, Tuhan adanya aku disini harus ada perubahan yang signifikan; di timku harus ada perubahan yang positif, kalau bisa sampai perubahan pada omzet, budaya kerja, dll. Tuhan bisa pakai aku. Jangan sampai Anda ada atau tidak ada, tidak ada bedanya, keberadaan Anda juga tidak membawa perubahan apa-apa. Dalam keluarga, mari berdoa, Tuhan aku berdoa buat keluarga ini agar punya damai dan sukacita yang lebih baik. Jangan keluarga kacau, kita diam saja. Dalam pelayanan / kelompok sel, kita harus jadi orang yang membawa perubahan. Paling tidak ada yang memainkan musik, atau semuanya tertata lebih baik, teman-teman lebih bersukacita. Dalam pelayanan: wah, begitu pelayanan ini dipegang Anda, atau Anda ada disana, atmosfer berubah.

Apa yang harus kita lakukan:
  1. Doakan. Mulai dari mendoakan, itu membuat Tuhan menggerakkan situasi. Orang-orang di sekitar Anda, lalu hati Anda lebih lagi, sehingga pikiran kita mulai memikirkan strategi-strategi.
  2. Temukan strategi cantik. Ketika kita mau memulai suatu perubahan dan dampak disekitar kita, terkadang masih canggung, tetapi janganlah asal-asalan seperti orang latah. Pikirkan apakah strategi tersebut cantik.
  3. Terus lakukan.

CONCLUSION:
Anda ada untuk memberikan perubahan. Di moment Anda merubah,

No comments:

Post a Comment