MAN
IN THE MIRROR
Roma
11:33-36, “33O,
alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak
terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami
jalan-jalan-Nya! 34Sebab,
siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah
menjadi penasihat-Nya? 35Atau
siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus
menggantikannya? 36Sebab
segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi
Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!“
Hikmat dan Pengetahuan Allah sungguh tak terselami oleh pikiran kita.
Semuanya tidak terjadi karena nasihat kita, Allah tidak berhutang
kepada kita .
DIA adalah pemrakarsa dari segala sesuatu, “dari DIA” (Penentu
segala sesuatu), oleh DIA (sasaran dari segala sesuatu). Pujian dan
Pengagungan hanya ”kepada DIA”. Prinsip utamanya adalah: Allah
adalah sumber dari segala sesuatu yang baik, bahwa dalam diri manusia
yang berdosa tiada kebaikan dan kesanggupan, KESELAMATAN adalah
semata-mata “ANUGERAH”. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan
oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya! Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Kamis, 24 November 2016. Bacaa: Yosua 24:1-28. Setahun: 1
Korintus 1-4. Nas: Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah
kepada TUHAN! (Yosua 24:15) Salah Pangkas. Berhubung tukang pangkas
langganan sedang tutup, saya potong rambut di tempat lain. Sayangnya,
tukang pangkas itu melakukan kesalahan. Kepala saya pitak sebelah. Ia
berusaha memperbaikinya, tetapi tetap saja hasil akhirnya
mengecewakan. Saya salah memilih tukang pangkas. Walau kesal dan
kecewa, saya menghibur diri bahwa, setelah beberapa hari, masalah itu
akan teratasi ketika rambut saya tumbuh makin panjang. Menjelang
akhir hidupnya, Yosua mengumpulkan seluruh umat Israel di Sikhem. Ia
mengingatkan mereka tentang bagaimana Allah memanggil, memelihara,
dan menyelamatkan mereka. Setelah lepas dari perbudakan Mesir dan
melewati pengembaraan di padang gurun, bangsa Israel kini menetap dan
menikmati kelimpahan Kanaan. Namun, ada godaan yang dapat
membahayakan mereka. Berhubung mereka tinggal berdampingan dengan
para penyembah berhala, kesetiaan mereka kepada Allah bisa luntur.
Yosua mengajak mereka untuk memperbaharui perjanjian, komitmen, dan
kesetiaan mereka kepada Allah. Ia memberi mereka dua pilihan:
beribadah kepada Allah yang berkuasa atau kepada berhala-berhala yang
sebenarnya tidak berdaya. Seluruh umat Israel memilih setia kepada
Allah, meneladani pilihan Yosua dan keluarganya. Kita membuat pilihan
setiap hari: kadang tepat, namun kadang salah. Beberapa pilihan tidak
begitu berpengaruh, namun sebagian pilihan memiliki dampak yang
besar. Sebagai orang percaya, kiranya setiap pilihan kita
mencerminkan kesetiaan kepada Allah yang telah menyelamatkan kita
–HT. KITA AKAN MAKIN MENGENAL ALLAH YANG SETIA KETIKA KITA JUGA
BELAJAR SETIA KEPADA-NYA.
GNCC
Selamat
pagi... Ketika suatu keadaan / masalah jauh di luar kemampuan kita,
jangan dihadapi dengan cara biasa karena kita pasti kalah. Have a
Victorious day. #gncc #unitedbygrace

No comments:
Post a Comment