Thursday, 24 November 2016

24 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Roma 11:33-36, 33O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 36Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!“ Hikmat dan Pengetahuan Allah sungguh tak terselami oleh pikiran kita. Semuanya tidak terjadi karena nasihat kita, Allah tidak berhutang kepada kita . DIA adalah pemrakarsa dari segala sesuatu, “dari DIA” (Penentu segala sesuatu), oleh DIA (sasaran dari segala sesuatu). Pujian dan Pengagungan hanya ”kepada DIA”. Prinsip utamanya adalah: Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang baik, bahwa dalam diri manusia yang berdosa tiada kebaikan dan kesanggupan, KESELAMATAN adalah semata-mata “ANUGERAH”. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Kamis, 24 November 2016. Bacaa: Yosua 24:1-28. Setahun: 1 Korintus 1-4. Nas: Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! (Yosua 24:15) Salah Pangkas. Berhubung tukang pangkas langganan sedang tutup, saya potong rambut di tempat lain. Sayangnya, tukang pangkas itu melakukan kesalahan. Kepala saya pitak sebelah. Ia berusaha memperbaikinya, tetapi tetap saja hasil akhirnya mengecewakan. Saya salah memilih tukang pangkas. Walau kesal dan kecewa, saya menghibur diri bahwa, setelah beberapa hari, masalah itu akan teratasi ketika rambut saya tumbuh makin panjang. Menjelang akhir hidupnya, Yosua mengumpulkan seluruh umat Israel di Sikhem. Ia mengingatkan mereka tentang bagaimana Allah memanggil, memelihara, dan menyelamatkan mereka. Setelah lepas dari perbudakan Mesir dan melewati pengembaraan di padang gurun, bangsa Israel kini menetap dan menikmati kelimpahan Kanaan. Namun, ada godaan yang dapat membahayakan mereka. Berhubung mereka tinggal berdampingan dengan para penyembah berhala, kesetiaan mereka kepada Allah bisa luntur. Yosua mengajak mereka untuk memperbaharui perjanjian, komitmen, dan kesetiaan mereka kepada Allah. Ia memberi mereka dua pilihan: beribadah kepada Allah yang berkuasa atau kepada berhala-berhala yang sebenarnya tidak berdaya. Seluruh umat Israel memilih setia kepada Allah, meneladani pilihan Yosua dan keluarganya. Kita membuat pilihan setiap hari: kadang tepat, namun kadang salah. Beberapa pilihan tidak begitu berpengaruh, namun sebagian pilihan memiliki dampak yang besar. Sebagai orang percaya, kiranya setiap pilihan kita mencerminkan kesetiaan kepada Allah yang telah menyelamatkan kita –HT. KITA AKAN MAKIN MENGENAL ALLAH YANG SETIA KETIKA KITA JUGA BELAJAR SETIA KEPADA-NYA.

GNCC
Selamat pagi... Ketika suatu keadaan / masalah jauh di luar kemampuan kita, jangan dihadapi dengan cara biasa karena kita pasti kalah. Have a Victorious day. #gncc #unitedbygrace

No comments:

Post a Comment