MAN
IN THE MIRROR
2
Korintus 3:18, “Dan
kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak
berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang
adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam
kemuliaan yang semakin besar.”
Kita adalah CERMIN KEMULIAAN Tuhan, apa maksudnya? Kita diberi
kemuliaan untuk mencerminkan Kemuliaan Tuhan melalui: 1) Kesatuan
kita (Yoh 17:21); 2) Ada Kemuliaan Tuhan dalam Kesatuan Kita (Yoh
17:22); 3) Tuhan Hadir dalam Kesatuan (Yoh 17:23). Pribadi &
keluarga yang bersatu, komunitas yang bersatu, Gereja yang bersatu,
itu semua adalah cermin Kemuliaan Tuhan. Kesatuan kita adalah
Kesaksian. Bagaimana caranya? Terimalah satu dengan yang lain dengan
saling menerima maka kita akan mengerti dan pengertian akan menuntun
kita untuk dapat menikmati kesatuan tersebut! Terimalah kelebihan
dan kekurangan saudara-saudara kita baik dalam keluarga, komunitas,
pekerjaan maka kita akan diberi pengertian yang menuntun kita untuk
dapat menikmati kesatuan. Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MENJADI
TELADAN LEWAT TINDAKAN. Bacaan Alkitab satu tahun: 1 Korintus 4; 2
Samuel 23-24. Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 13:1-20. Yohanes
13:15, “Sebab Aku telah memberikan teladan kepada kamu, supaya kamu
juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Presiden
yang satu ini adalah presiden yang mendapat gelar pemimpin paling
sederhana di dunia. Fernando Lugo, ia adalah presiden dari negara
Paraguay. Lugo juga adalah pastor yang dikenal sosok yang membela
kaum tertindas. Saat dilantik menjadi presiden tahun 2008, Lugo
langsung menyatakan tidak akan menerima gajinya sebagai presiden
sebesar 4000 USD per bulan. “Saya tidak membutuhkan gaji itu, yang
sebetulnya hak kaum miskin,” katanya. Selama menjadi Presiden, Lugo
memilih tetap tinggal di rumahnya yang sederhana. Ia juga selalu
berpakaian sangat sederhana: kemeja panjang atau lengan pendek.
Makanan harian Lugo berupa singkong rebus, nasi putih, daun kol cacah
(salad), dan ikan. Jenis makanan sehari-hari rakyat biasa di
Paraguay. Tidak ada yang istimewa. Sampai hari ini, pesan kehidupan
dari Fernando Lugo selalu menjadi inspirasi bagi semua orang di
dunia. Rasul Yohanes pernah mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah
Pribadi yang memberi teladan bagi para murid. Salah satu buktinya,
pada saat Tuhan Yesus membasuh kaki para murid (ay.13). Tindakan
pembasuhan kaki tersebut berbicara keras kepada para murid untuk
belajar melayani bukan untuk dilayani. Sebagai orang percaya, di
sekeliling kita orang-orang bukan hanya membutuhkan nasihat serta
kata-kata hikmat yang indah. Tapi mereka lebih melihat tindakan yang
kita lakukan. Peran apapun yang kita ambil di dunia ini, baik sebagai
ayah, ibu, anak, pemimpin, pegawai, pengusaha atau seniman atau
apapun itu, berusahalah untuk menjadi teladan. Ada satu ungkapan yang
berkata, “Actions speak louder than words” atau tindakan
berbicara lebih nyaring daripada kata-kata. Jadilah teladan dalam
seluruh tindakan kita. Tuhan Yesus ajar aku untuk belajar menjadi
pribadi yang memberi teladan melalui tindakan, agar senantiasa
menjadi berkat bagi orang lain. Satu perbuatan jauh lebih berharga
daripada seribu kata-kata. Belajarlah untuk lebih banyak memberikan
tindakan nyata daripada sekedar kata-kata. Selalu REVIVE setiap
hari... GBU all...
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika
orang memanfaatkan kebaikan kita, jangan sampai hal itu menghentikan
kita untuk berbuat baik.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 14 November 2016. BERSYUKURLAH!!! TETAPI... Siapa
menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya... (Amsal 14:31).
Petani miskin terpaksa mengijonkan sawahnya dengan harga sangat
rendah. Sementara petani menelan kenyataan pahit, orang lain
menangguk keuntungan dari kepahitan tersebut. Sementara upah buruh
Indonesia begitu rendah, banyak pihak meraup keuntungan memanfaatkan
situasi itu. Ketika orang miskin terpaksa menjadi buruh di luar
negeri, banyak pihak tega menipu mereka. Tragedi semacam itu sangat
banyak. Wujud dan kadarnya berbeda-beda, tetapi intinya sama: ketika
si lemah terkapar didera kesulitan, si kuat memanfaatkan
ketakberuntungan mereka untuk menangguk keuntungan. Kadang-kadang, si
kuat mempertahankan atau bahkan menciptakan keadaan yang membuat si
lemah terus-menerus terjepit kesulitan, agar si lemah selalu dapat
dieksploitasi. Syukur adalah penghormatan kepada Tuhan. Jika saya
mendapat hasil lewat cara-cara eksploitatif seperti tergambar di
atas, penghormatan kepada Tuhankah syukur saya? Perlakuan kita kepada
si lemah diperhitungkan Tuhan sebagai perlakuan kita kepada-Nya (Mat.
25:35, 40). Maka, memojokkan mereka yang tak beruntung adalah
memojokkan Kristus. Melanggengkan ketakberuntungan si lemah agar
mereka selalu bisa dieksploitasi adalah melanggengkan derita Kristus.
Melancarkan strategi yang membuat pilu si lemah adalah membuat pilu
hati Kristus. Jika demikian, bagaimana bisa hasil-hasil semacam itu
patut kita syukuri di depan Kristus? Itu tidak mungkin. Amsal 14:31
menegaskan, penindasan kepada si lemah adalah penghinaan kepada
Tuhan, bukan penghormatan. CARA-CARA EKSPLOITATIF TERHADAP SESAMA DAN
BERBAGAI BUAHNYA, TAK MUNGKIN MENJADI PENGHORMATAN DAN SYUKUR KEPADA
TUHAN. Selamat pagi. Selamat berkarya. Semangat selalu. Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment