Monday, 14 November 2016

14 November 2016

MAN IN THE MIRROR




2 Korintus 3:18, “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Kita adalah CERMIN KEMULIAAN Tuhan, apa maksudnya? Kita diberi kemuliaan untuk mencerminkan Kemuliaan Tuhan melalui: 1) Kesatuan kita (Yoh 17:21); 2) Ada Kemuliaan Tuhan dalam Kesatuan Kita (Yoh 17:22); 3) Tuhan Hadir dalam Kesatuan (Yoh 17:23). Pribadi & keluarga yang bersatu, komunitas yang bersatu, Gereja yang bersatu, itu semua adalah cermin Kemuliaan Tuhan. Kesatuan kita adalah Kesaksian. Bagaimana caranya? Terimalah satu dengan yang lain dengan saling menerima maka kita akan mengerti dan pengertian akan menuntun kita untuk dapat menikmati kesatuan tersebut! Terimalah kelebihan dan kekurangan saudara-saudara kita baik dalam keluarga, komunitas, pekerjaan maka kita akan diberi pengertian yang menuntun kita untuk dapat menikmati kesatuan. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MENJADI TELADAN LEWAT TINDAKAN. Bacaan Alkitab satu tahun: 1 Korintus 4; 2 Samuel 23-24. Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 13:1-20. Yohanes 13:15, “Sebab Aku telah memberikan teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Presiden yang satu ini adalah presiden yang mendapat gelar pemimpin paling sederhana di dunia. Fernando Lugo, ia adalah presiden dari negara Paraguay. Lugo juga adalah pastor yang dikenal sosok yang membela kaum tertindas. Saat dilantik menjadi presiden tahun 2008, Lugo langsung menyatakan tidak akan menerima gajinya sebagai presiden sebesar 4000 USD per bulan. “Saya tidak membutuhkan gaji itu, yang sebetulnya hak kaum miskin,” katanya. Selama menjadi Presiden, Lugo memilih tetap tinggal di rumahnya yang sederhana. Ia juga selalu berpakaian sangat sederhana: kemeja panjang atau lengan pendek. Makanan harian Lugo berupa singkong rebus, nasi putih, daun kol cacah (salad), dan ikan. Jenis makanan sehari-hari rakyat biasa di Paraguay. Tidak ada yang istimewa. Sampai hari ini, pesan kehidupan dari Fernando Lugo selalu menjadi inspirasi bagi semua orang di dunia. Rasul Yohanes pernah mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Pribadi yang memberi teladan bagi para murid. Salah satu buktinya, pada saat Tuhan Yesus membasuh kaki para murid (ay.13). Tindakan pembasuhan kaki tersebut berbicara keras kepada para murid untuk belajar melayani bukan untuk dilayani. Sebagai orang percaya, di sekeliling kita orang-orang bukan hanya membutuhkan nasihat serta kata-kata hikmat yang indah. Tapi mereka lebih melihat tindakan yang kita lakukan. Peran apapun yang kita ambil di dunia ini, baik sebagai ayah, ibu, anak, pemimpin, pegawai, pengusaha atau seniman atau apapun itu, berusahalah untuk menjadi teladan. Ada satu ungkapan yang berkata, “Actions speak louder than words” atau tindakan berbicara lebih nyaring daripada kata-kata. Jadilah teladan dalam seluruh tindakan kita. Tuhan Yesus ajar aku untuk belajar menjadi pribadi yang memberi teladan melalui tindakan, agar senantiasa menjadi berkat bagi orang lain. Satu perbuatan jauh lebih berharga daripada seribu kata-kata. Belajarlah untuk lebih banyak memberikan tindakan nyata daripada sekedar kata-kata. Selalu REVIVE setiap hari... GBU all...

Xavier Quentin Pranata
Ketika orang memanfaatkan kebaikan kita, jangan sampai hal itu menghentikan kita untuk berbuat baik.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 14 November 2016. BERSYUKURLAH!!! TETAPI... Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya... (Amsal 14:31). Petani miskin terpaksa mengijonkan sawahnya dengan harga sangat rendah. Sementara petani menelan kenyataan pahit, orang lain menangguk keuntungan dari kepahitan tersebut. Sementara upah buruh Indonesia begitu rendah, banyak pihak meraup keuntungan memanfaatkan situasi itu. Ketika orang miskin terpaksa menjadi buruh di luar negeri, banyak pihak tega menipu mereka. Tragedi semacam itu sangat banyak. Wujud dan kadarnya berbeda-beda, tetapi intinya sama: ketika si lemah terkapar didera kesulitan, si kuat memanfaatkan ketakberuntungan mereka untuk menangguk keuntungan. Kadang-kadang, si kuat mempertahankan atau bahkan menciptakan keadaan yang membuat si lemah terus-menerus terjepit kesulitan, agar si lemah selalu dapat dieksploitasi. Syukur adalah penghormatan kepada Tuhan. Jika saya mendapat hasil lewat cara-cara eksploitatif seperti tergambar di atas, penghormatan kepada Tuhankah syukur saya? Perlakuan kita kepada si lemah diperhitungkan Tuhan sebagai perlakuan kita kepada-Nya (Mat. 25:35, 40). Maka, memojokkan mereka yang tak beruntung adalah memojokkan Kristus. Melanggengkan ketakberuntungan si lemah agar mereka selalu bisa dieksploitasi adalah melanggengkan derita Kristus. Melancarkan strategi yang membuat pilu si lemah adalah membuat pilu hati Kristus. Jika demikian, bagaimana bisa hasil-hasil semacam itu patut kita syukuri di depan Kristus? Itu tidak mungkin. Amsal 14:31 menegaskan, penindasan kepada si lemah adalah penghinaan kepada Tuhan, bukan penghormatan. CARA-CARA EKSPLOITATIF TERHADAP SESAMA DAN BERBAGAI BUAHNYA, TAK MUNGKIN MENJADI PENGHORMATAN DAN SYUKUR KEPADA TUHAN. Selamat pagi. Selamat berkarya. Semangat selalu. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment