Wednesday, 16 November 2016

16 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Menerima orang lain bukan karena perbuatannya, melainkan karena KASIH TUHAN. Sebagai manusia, KASIH kita terbatas, sering kita merasa sudah tidak sanggup lagi mengasihi seseorang atau bahasa Suroboyo-nya, karena orang terrsebut mbencekno . Atau kita merasa orang tertentu tidak layak kita kasihi. Namun kasih yang diajarkan Kristus bukanlah kasih yang bergantung pada layak tidaknya seseorang untuk dikasihi. Tuhan tidak menghendaki kita mengasihi sesama hanya ketika perbuatan orang itu membuat kita ingin mengasihinya. DIA mengasihi kita ketika kita masih berdosa (itu artinya: saat tingkah laku kita sangat tidak menyenangkan/mbencekno bagiNya! DIA memerintahkan kita TETAP mengasihi seperti TELADAN-Nya (Roma 5:8 & Yohanes 15:12). Apa yang sering membuat kita sulit untuk mengasihi orang lain? Apakah kita sudah dapat mengatasi kesulitan-kesulitan itu? Dan menaati perintahNya untuk SALING MENGASIHI? Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! ADA KUASA DALAM NAMA YESUS.KETIKA KITA MENGIKUTI TUHAN SUNGGU-SUNGGUH, MAKA HIDUP KITAPUN MENGANDUNG KUASA. Kita mengalami kesembuhan, saya disembuhkan dari sakit kaki, dan anak saya disembuhkan syaraf terjepit, sering sakit bila dapat menstuasi, karena mium, sering mengkomsungsi obat-obatan, ke Dokter Kandungan tapi tidak berhasil, namun, saya berdoa terus menerus dan minta Tuhan dengan sungguh-sungguh, darah Yesus sungguh besar kuasaNya. Kini sudah jalan tiga bulan datang menstuasi rasa sakit tidak lagi. Karena kita sungguh-sungguh percaya maka kita pun diberi kuasa untuk doa dan diberi kesembuhan. Mujizat Tuhan pasti tergenapi. Amin. Morning, Jbu all. Sekarang saya sudah datang di Surabaya untuk hadir nanti pernikahan cucu Wijaya dan saya harap teman-teman Komsel beberapa tahun yang lampau dapat hadir dan kita bersama-sama berkumpul bersyukur, bersukacita dalam Tuhan. Amin. Thank you. Saya Oma Brian, murid Alfa Omega School, masih teringat teman-teman Komsel merayakan ulang tahun saya yang ke 70 tahun yang lalu dan syukur Tuhan masih memelihara saya sampai kini, usia saya 77 tahun. Puji Tuhan.

Xavier Quentin Pranata
Senyum orang yang telah meninggalkan kita selamanya masih harum di ingatan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 16 November 2016. SIAP SEDIA. Saudara-saudara yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu (1 Petrus 4:12). Pendeta Li baru mulai berkhotbah ketika pintu gereja rumah itu tiba-tiba terbuka. Para petugas bersenjata dari biro keamanan negara menyerbu masuk, mengancam setiap orang yang ada dalam ruangan. Pendeta Li sendiri ditarik untuk ditahan. “Tunggu, biarkan saya membawa tas saya,” seru Pendeta Li dengan tegas, tetapi tetap sopan. Para petugas itu kaget, “Apa isi tas itu?” Mereka memaksa dan menarik tas milik Pendeta Li dan membukanya. Ternyata, isinya selimut dan beberapa pakaian ganti. Pendeta Li berkata, “Saya telah mempersiapkan diri untuk penahanan ini sebelum saya berkhotbah.” Kesiapan adalah tanda komitmen. Komitmen tanpa kesediaan berkurban hanyalah kepura-puraan. Demikian halnya dengan iman kepada Kristus. Mengaku percaya, tetapi tanpa komitmen, hanyalah kompromi tersembunyi. Karena itu, kita harus siap menghadapi ujian komitmen setiap hari. Kita tidak sekadar mempersiapkan 'tas', tetapi juga hati dan pikiran yang rela. Sebagai orang percaya, kita harus bersedia membayar berapa pun harga untuk menjadi saksi-Nya. Menurut sejarah gereja, siksaan dan aniaya lazim menimpa umat Kristen. Janganlah heran jika siksaan itu datang. Sebaliknya, tetaplah bersukacita dan bergembira karena Kristus pun menderita. Tetapi, jika kita harus menderita, hendaklah kita menderita sebagai orang Kristen, bukan sebagai pembunuh, pencuri, penjahat, pengacau, dan sebagainya. Percayalah bahwa dalam segala hal Tuhan akan memelihara kita, bahkan di penjara sekali pun. SAYA TIDAK AKAN MENYEMBUNYIKAN TERANG TUHAN DALAM DIRI SAYA, BAHKAN SEKALIPUN SAYA HARUS MENGURBANKAN SEGALANYA -RACHEL SCOTT. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment