MAN
IN THE MIRROR
“Tuhan
menghadapkan wajahNya”.
Bilangan 6:26, “TUHAN
menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”
Tuhan menghadapkan wajahNya berarti DIA sangat peduli kepada kita,
DIA tidak membenci kita & DIA rindu untuk bersekutu dengan kita
.
Hidup kita akan tenang ketika Tuhan menghadapkan wajahNya kepada
kita, jangan buat DIA menyembunyikan wajahNya dari kita. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
sering kagum dengan penampilan sehingga lupa yang jauh lebih penting:
karakter.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Di
sebuah panggung, duduklah seorang violist yang tak dapat melihat.
Matanya buta sejak masih kecil, namun ia punya semangat yang luar
biasa. Malam itu, ia di beri kesempatan yang langka untuk tampil di
depan orang banyak. Tentu saja ia gugup & takut. Setiap hari ia
selalu berlatih dengan keras untuk konser malam tersebut. Tak sedetik
waktupun ia buang untuk melupakan latihan. Ia pernah berkata pada
ibunya bahwa konser itu adalah impiannya. Ia akan sangat bahagia
dapat menyuguhkan alunan lagu merdu bagi penonton, hanya itulah
keinginannya. Ia pun mulai duduk, memegang biolanya dengan sangat
terampil & segera memainkan sebuah komposisi lagu. Para penonton
ada yang memperhatikan, namun tak sedikit pula yang sibuk dengan
ponsel atau berbincang dengan teman di sebelahnya. Sampai di
pertengahan lagu, tiba-tiba dua dawai biolanya putus. Lagupun
terhenti. Suasana menjadi hening. Pandangan semua penonton ada
padanya. Ia kemudian berdiri. Perlahan, diletakkannya kembali biola
di antara bahu & dagunya. Kemudian dengan sisa dawai yang ia
miliki, dimainkannya lagu indah improvisasi dari nada yang ada. Tentu
saja kedengarannya tak seperti komposisi aslinya. Namun, justru
lagunya kini membuat smua penonton terdiam, terpaku, & terpukau
oleh lagu yang dibawakannya. Violist itu telah kehilangan dua dawai
penting pada konsernya, tapi ia tak mau impiannya hancur hanya karena
hal tersebut. Ia berusaha keras menyelesaikan penampilan dengan sisa
dawai yang dimilikinya, & ia berhasil dengan sebuah keajaiban di
dalamnya. Banyak kehilangan yang juga kita alami, seperti halnya sang
violist. Namun apakah kemudian kita akan membiarkan kehilangan
tersebut menghentikan langkah kita meraih impian? “Dia memberi
kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada
berdaya” (Yesaya 40:29). Teruslah berlari mengejar impianmu,
sehingga suara cemooh itu berubah menjadi tepuk tangan. GBU all...
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 7 November 2016. JANGAN MENUNGGU DITINDAS. Bahwa aku
tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu
(Mazmur 119:71). Bila penindasan terjadi, biarlah mutu hidup yang
tinggi dihasilkan. Ada seorang pengusaha yang berhasil. Semasa sukses
ia tidak pernah mau beribadah dan mencari Tuhan. Pada masa tuanya,
pengusaha ini terkena stroke sehingga ia tidak bisa berjalan dan
sulit berbicara. Ke mana-mana ia didorong dengan kursi roda. Dalam
masa sulit dan penuh ketidakberdayaan itu, sang istri mengajaknya
untuk beribadah ke gereja. Ia menurut, mau datang beribadah dan setia
sampai mati. Pemazmur menyatakan, “Sebelum aku tertindas, aku
menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu” (ay. 67).
“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar
ketetapan-ketetapan-Mu” (ay. 71). Kesesakan atau penindasan sering
merupakan cara yang ampuh untuk membawa seseorang mendekat kepada
Tuhan dan mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Terkadang Tuhan
menempatkan kita pada posisi tertindas agar kita 'berseru'
kepada-Nya. Contohnya ketika Yosafat menghadapi bani Moab dan bani
Amon (2 Taw. 20). Ia menjadi takut lalu mengambil keputusan untuk
mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa
(ay. 3). Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, tetapi matanya
tertuju kepada Tuhan (ay. 12). Jika saat ini kita sedang mengalami
kesesakan dan penindasan, janganlah menjauh dan meninggalkan Tuhan.
Inilah saatnya untuk mendekat kepada Tuhan dan mencari Dia dengan
sungguh-sungguh. Tuhan pasti mendengar dan Ia akan menyelamatkan kita
dari segala kesesakan (Maz. 34:7). JANGAN MENUNGGU PENINDASAN BARU
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENCARI TUHAN. Selamat pagi. Selamat berkarya.
Tuhan Yesus memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Amin!
Amin, amin, amin!!! Anak-anak rohani dan pendoa yang profetik. Lukas
4:18-19. Ini adalah suara profetik yang disuarakan yang dibutuhkan
oleh bangsa kita, suatu pengurapan untuk menyampaikan kabar baik.
Mengapa rusuh bangsa ini, karena mereka kurang mengetahui kabar baik
yang dari pada Tuhan. Siapa yang mau berdiri kalau kita sebagai
anak-anak kerajaan tidak mempresentasikan kebenaran firman untuk
mereka. Mengapa di sana/sini terjadi pemberontakan kepada firman,
bahkan membuat firman sebagai hiburan. Bagaimana kita memberitakan
tahun pembesasan kepada tawanan-tawanan, karena bangsa kita masih
tertawan oleh kebodohan, kemunafitkan jadi jangan heran kalau sampai
sekarang masih ada orang-orang yang menolak orang benar. Mengapa
kebenaran terdesak ke belakang karena mereka masih tertawan dengan
pikiran-pikiran kosong, dengan pikiran yang tidak memuliakan nama
Tuhan. Bagaimana kita menyuarakan suara profetik/kenabian dan
bagaimana kita menjadi seorang profetik? Bagaimana kita sebagai
anak-anak memposisikan diri kita untuk mulai berdoa, kita tidak bisa
menjadi biasa-biasa saja, kita tidak bisa merasa aman, nyaman,
profetik dengan diri kita untuk bangkit, kemudian profetik untuk
keluarga kita, kalau kita sudah berkemenangan di dua titik ini (diri
kita dan keluarga) maka tetangga kita, lingkungan, kota dan bangsa
kita itu menjadi lebih mudah. Jangan kita sebagai anak-anak yang
sudah tahu tentang kebenaran berdiam diri dan tidak bisa berbuat
sesuatu. Allah tidak mengurapi kita untuk melakukan fungsi-fungsi
kontrol secara manusiawi. Ada yang begitu tahu segala-galanya sampai
gembalanya dia kontrol, mulai mengatur. Allah tidak mengurapi kita
untuk menjelaskan seperti apa seharusnya gereja bekerja tetapi
bagaimana kita berfungsi penuh mendukung semua yang ada di gereja.
Gembala punya tugas, leader punya tugas, kita anak-anak di rumah kita
masing-masing punya tugas. Amin. Happy Monday. KBU All.
Higayon
Studio Music
Aminnnn,
terima kasih Tante atas share Firman Tuhan-nya setiap hari, sangat
memberkati.

No comments:
Post a Comment