Monday, 7 November 2016

7 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Tuhan menghadapkan wajahNya”. Bilangan 6:26, “TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Tuhan menghadapkan wajahNya berarti DIA sangat peduli kepada kita, DIA tidak membenci kita & DIA rindu untuk bersekutu dengan kita . Hidup kita akan tenang ketika Tuhan menghadapkan wajahNya kepada kita, jangan buat DIA menyembunyikan wajahNya dari kita. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Orang sering kagum dengan penampilan sehingga lupa yang jauh lebih penting: karakter.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Di sebuah panggung, duduklah seorang violist yang tak dapat melihat. Matanya buta sejak masih kecil, namun ia punya semangat yang luar biasa. Malam itu, ia di beri kesempatan yang langka untuk tampil di depan orang banyak. Tentu saja ia gugup & takut. Setiap hari ia selalu berlatih dengan keras untuk konser malam tersebut. Tak sedetik waktupun ia buang untuk melupakan latihan. Ia pernah berkata pada ibunya bahwa konser itu adalah impiannya. Ia akan sangat bahagia dapat menyuguhkan alunan lagu merdu bagi penonton, hanya itulah keinginannya. Ia pun mulai duduk, memegang biolanya dengan sangat terampil & segera memainkan sebuah komposisi lagu. Para penonton ada yang memperhatikan, namun tak sedikit pula yang sibuk dengan ponsel atau berbincang dengan teman di sebelahnya. Sampai di pertengahan lagu, tiba-tiba dua dawai biolanya putus. Lagupun terhenti. Suasana menjadi hening. Pandangan semua penonton ada padanya. Ia kemudian berdiri. Perlahan, diletakkannya kembali biola di antara bahu & dagunya. Kemudian dengan sisa dawai yang ia miliki, dimainkannya lagu indah improvisasi dari nada yang ada. Tentu saja kedengarannya tak seperti komposisi aslinya. Namun, justru lagunya kini membuat smua penonton terdiam, terpaku, & terpukau oleh lagu yang dibawakannya. Violist itu telah kehilangan dua dawai penting pada konsernya, tapi ia tak mau impiannya hancur hanya karena hal tersebut. Ia berusaha keras menyelesaikan penampilan dengan sisa dawai yang dimilikinya, & ia berhasil dengan sebuah keajaiban di dalamnya. Banyak kehilangan yang juga kita alami, seperti halnya sang violist. Namun apakah kemudian kita akan membiarkan kehilangan tersebut menghentikan langkah kita meraih impian? “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yesaya 40:29). Teruslah berlari mengejar impianmu, sehingga suara cemooh itu berubah menjadi tepuk tangan. GBU all...

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 7 November 2016. JANGAN MENUNGGU DITINDAS. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu (Mazmur 119:71). Bila penindasan terjadi, biarlah mutu hidup yang tinggi dihasilkan. Ada seorang pengusaha yang berhasil. Semasa sukses ia tidak pernah mau beribadah dan mencari Tuhan. Pada masa tuanya, pengusaha ini terkena stroke sehingga ia tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ke mana-mana ia didorong dengan kursi roda. Dalam masa sulit dan penuh ketidakberdayaan itu, sang istri mengajaknya untuk beribadah ke gereja. Ia menurut, mau datang beribadah dan setia sampai mati. Pemazmur menyatakan, “Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu” (ay. 67). “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu” (ay. 71). Kesesakan atau penindasan sering merupakan cara yang ampuh untuk membawa seseorang mendekat kepada Tuhan dan mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Terkadang Tuhan menempatkan kita pada posisi tertindas agar kita 'berseru' kepada-Nya. Contohnya ketika Yosafat menghadapi bani Moab dan bani Amon (2 Taw. 20). Ia menjadi takut lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa (ay. 3). Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, tetapi matanya tertuju kepada Tuhan (ay. 12). Jika saat ini kita sedang mengalami kesesakan dan penindasan, janganlah menjauh dan meninggalkan Tuhan. Inilah saatnya untuk mendekat kepada Tuhan dan mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Tuhan pasti mendengar dan Ia akan menyelamatkan kita dari segala kesesakan (Maz. 34:7). JANGAN MENUNGGU PENINDASAN BARU BERSUNGGUH-SUNGGUH MENCARI TUHAN. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Amin, amin, amin!!! Anak-anak rohani dan pendoa yang profetik. Lukas 4:18-19. Ini adalah suara profetik yang disuarakan yang dibutuhkan oleh bangsa kita, suatu pengurapan untuk menyampaikan kabar baik. Mengapa rusuh bangsa ini, karena mereka kurang mengetahui kabar baik yang dari pada Tuhan. Siapa yang mau berdiri kalau kita sebagai anak-anak kerajaan tidak mempresentasikan kebenaran firman untuk mereka. Mengapa di sana/sini terjadi pemberontakan kepada firman, bahkan membuat firman sebagai hiburan. Bagaimana kita memberitakan tahun pembesasan kepada tawanan-tawanan, karena bangsa kita masih tertawan oleh kebodohan, kemunafitkan jadi jangan heran kalau sampai sekarang masih ada orang-orang yang menolak orang benar. Mengapa kebenaran terdesak ke belakang karena mereka masih tertawan dengan pikiran-pikiran kosong, dengan pikiran yang tidak memuliakan nama Tuhan. Bagaimana kita menyuarakan suara profetik/kenabian dan bagaimana kita menjadi seorang profetik? Bagaimana kita sebagai anak-anak memposisikan diri kita untuk mulai berdoa, kita tidak bisa menjadi biasa-biasa saja, kita tidak bisa merasa aman, nyaman, profetik dengan diri kita untuk bangkit, kemudian profetik untuk keluarga kita, kalau kita sudah berkemenangan di dua titik ini (diri kita dan keluarga) maka tetangga kita, lingkungan, kota dan bangsa kita itu menjadi lebih mudah. Jangan kita sebagai anak-anak yang sudah tahu tentang kebenaran berdiam diri dan tidak bisa berbuat sesuatu. Allah tidak mengurapi kita untuk melakukan fungsi-fungsi kontrol secara manusiawi. Ada yang begitu tahu segala-galanya sampai gembalanya dia kontrol, mulai mengatur. Allah tidak mengurapi kita untuk menjelaskan seperti apa seharusnya gereja bekerja tetapi bagaimana kita berfungsi penuh mendukung semua yang ada di gereja. Gembala punya tugas, leader punya tugas, kita anak-anak di rumah kita masing-masing punya tugas. Amin. Happy Monday. KBU All.

Higayon Studio Music
Aminnnn, terima kasih Tante atas share Firman Tuhan-nya setiap hari, sangat memberkati.

No comments:

Post a Comment