Tuesday, 1 November 2016

1 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Evaluasi Diri. Integritas Rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengevaluasi diri: apakah “perkataan” dan “tindakan” kita sudah selaras? Ketika kita hanya berbicara, tetapi tidak melakukan tindakan nyata, kita pasti tidak mencapai apa-apa. Apalagi menginspirasi orang lain . Jika kita mengevaluasi hidup kita, dari jadwal aktivitas kita setiap hari, cara kita bersikap, pilihan-pilihan yang kita ambil, siapa yang telah menjadi “pusat” dalam hidup kita? Dalam Filipi 3 Rasul paulus menggambarkan hal yang penting tersebut: Rasul Paulus ingin memusatkan perhatian kepada hal yang paling penting bukan kepada hal-hal yang kurang penting. Ia berkata, 13Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Penting bagi kita untuk tetap memusatkan perhatian dan tidak ada fokus yang baik selain fokus kepada Yesus Kristus sendiri. Tolong bawa kami kembali fokus kepada-Mu ya Tuhan, ajarkan hal-hal yang paling penting, yaitu mengutamakan Engkau. Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! 1 Samuel 17:31-37. Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” 1 Samuel 17:32, “Apa yang ada di benak orang-orang Israel waktu ditantang Goliat? Hampir nggak ada seorang pun melihat “Goliat” sebagai kesempatan bagi Tuhan untuk mempromosikan dirinya. Kesempatan promosi dari Tuhan? Bukannya ‘Goliat‘ adalah masalah mengerikan yang justru akan menghancurkan masa depan orang Israel? Sama sekali tidak! “Masalah besar” yang dialami orang-orang Israel tuh terjadi atas seizin Tuhan! Goliat tuh cuma cara Tuhan untuk membuktikan kulitas iman umatNYA. Sayangnya, orang-orang Israel ketakutan luar biasa sehingga mereka membuang kesempatan besar itu. Di antara banyak orang Israel, cuma Daud seorang yang berani ambil kesempatan itu. Daud yakin, itu kesempatan emas yang Tuhan berikan dan ia nggak mau menyia-nyiakannya. Dan benar, waktu Goliat ditaklukkan, Daud pun mengalami promosi Tuhan. Kadang Tuhan mengizinkan kita menghadapi masalah bukan karena tidak mengasihi kita, tapi Ia hendak membawa kita ke level yang lebih tinggi. Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita. Hanya kita tidak menyadarinya. So, bijaklah memandang sebuah kesempatan. Amin! Happy Tuesday. JBU All.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Apapun yang engkau bangun selama bertahun tahun bisa jadi akan dihancurkan orang lain hanya dalam satu malam, tapi bagaimanapun bangunlah dan teruslah berkarya »Madame Teresa«. Yunus 4:10, “Lalu Allah berfirman: ‘Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.‘” Keegoisan dari rasa ingin memiliki yang begitu kuat seringkali membuat kita frustasi ketika ketika mendapati hal sesuatu itu hilang lenyap dalam sehari. Dalam dunia ini tidak ada nilai yang hakiki, semua pasti berlalu hilang dan lenyap, sebab hidup adalah ke sia-siaan , apapun yang kita bangun tidak ada yang kekal, suatu saat pasti harus kita tinggalkan. Bila demikian apakah kita hanya berdiam diri lalu tidak pernah melakukan apa-apa? Jawabannya tentu saja tidak! Sebab Tuhan punya rencana yang indah bagi hidup kita semua. Tuhan menciptakan manusia agar kita semua bisa memuliakan Dia, bagaimana kita bisa memuliakan tentunya dari karya-karya dan perbuatan kita. Semua kita diberi tugas yang berbeda tetapi tujuannya sama, oleh sebab itu berkaryalah bagi Kristus dan bagi kemuliaanNya, jangan serakah dan ambisi sebab apapun yang kita lakukan berasal dari Tuhan dan bagi Tuhan untuk selama-lamanya. Shalom dan selamat pagi sobatku semua, 'met beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 1 November 2016. KOK TIDAK BERUBAH? Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (Yakobus 1:22). “Saya sudah menjadi jemaat gereja ini selama bertahun-tahun, tapi tidak ada perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Saya merasa ditipu,” keluh seorang bapak kepada saya. “Ditipu bagaimana, Pak?” tanya saya. “Ya, di iklannya 'kan dibilang, 'Datang dan alami perubahan!' Tapi mana buktinya?” Betapa seringnya kita bersikap seperti bapak itu. Kita datang ke sebuah gereja atau seminar atau pelatihan dengan harapan setelah mengikutinya kita akan mengalami perubahan. Tapi pada kenyataannya, perubahan bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi. Harus ada tindakan yang kita lakukan untuk melihat perubahan itu berlangsung. Jika kita tidak melakukan apa-apa untuk berubah, satu-satunya yang berubah adalah otak kita. Kita menjadi orang yang lebih banyak tahu firman karena setiap hari Minggu setia duduk di gereja, namun firman itu tidak mengubah hidup kita. Setiap pesan Tuhan yang kita terima baik melalui khotbah di gereja, buku bacaan, maupun perenungan pribadi memang berpotensi mengubahkan kita. Tentu saja, kita perlu melakukan sesuatu untuk menanggapi firman tersebut. Itu berarti mungkin kita harus menyesuaikan cara berpikir kita dengan firman Tuhan yang kita dengar. Atau, mungkin kita harus melepaskan sesuatu atau malah mengembangkan suatu sikap tertentu. Intinya, perubahan tidak akan terjadi bila kita tidak mau berubah. Saat kita merendahkan diri, membuka pikiran kita, dan mengikuti perkataan Tuhan melalui firman-Nya, barulah perubahan mulai terjadi. FIRMAN ALLAH MEMANG BERKUASA MENGUBAHKAN, TAPI KITA YANG MEMUTUSKAN AKAN BERUBAH ATAU TIDAK. Selamat Pagi. Tetap Berpikir Positif. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Karena kita tidak tahu masa depan, alangkah bijaknya jika kita mengizinkan Tuhan menuntun langkah kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment