MAN
IN THE MIRROR
Evaluasi
Diri.
Integritas Rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengevaluasi diri:
apakah “perkataan” dan “tindakan” kita sudah selaras? Ketika
kita hanya berbicara, tetapi tidak melakukan tindakan nyata, kita
pasti tidak mencapai apa-apa. Apalagi menginspirasi orang lain .
Jika kita mengevaluasi hidup kita, dari jadwal aktivitas kita setiap
hari, cara kita bersikap, pilihan-pilihan yang kita ambil, siapa yang
telah menjadi “pusat” dalam hidup kita? Dalam Filipi 3 Rasul
paulus menggambarkan hal yang penting tersebut: Rasul Paulus ingin
memusatkan perhatian kepada hal yang paling penting bukan kepada
hal-hal yang kurang penting. Ia berkata, “13Saudara-saudara,
aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi
ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan
mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14Dan
berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan
sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Penting bagi kita untuk tetap memusatkan perhatian dan tidak ada
fokus yang baik selain fokus kepada Yesus Kristus sendiri. Tolong
bawa kami kembali fokus kepada-Mu ya Tuhan, ajarkan hal-hal yang
paling penting, yaitu mengutamakan Engkau. Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! 1 Samuel 17:31-37. Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah
seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi
melawan orang Filistin itu.” 1 Samuel 17:32, “Apa yang ada di
benak orang-orang Israel waktu ditantang Goliat? Hampir nggak ada
seorang pun melihat “Goliat” sebagai kesempatan bagi Tuhan untuk
mempromosikan dirinya. Kesempatan promosi dari Tuhan? Bukannya
‘Goliat‘ adalah masalah mengerikan yang justru akan menghancurkan
masa depan orang Israel? Sama sekali tidak! “Masalah besar” yang
dialami orang-orang Israel tuh terjadi atas seizin Tuhan! Goliat tuh
cuma cara Tuhan untuk membuktikan kulitas iman umatNYA. Sayangnya,
orang-orang Israel ketakutan luar biasa sehingga mereka membuang
kesempatan besar itu. Di antara banyak orang Israel, cuma Daud
seorang yang berani ambil kesempatan itu. Daud yakin, itu kesempatan
emas yang Tuhan berikan dan ia nggak mau menyia-nyiakannya. Dan
benar, waktu Goliat ditaklukkan, Daud pun mengalami promosi Tuhan.
Kadang Tuhan mengizinkan kita menghadapi masalah bukan karena tidak
mengasihi kita, tapi Ia hendak membawa kita ke level yang lebih
tinggi. Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita. Hanya kita tidak
menyadarinya. So, bijaklah memandang sebuah kesempatan. Amin! Happy
Tuesday. JBU All.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Apapun
yang engkau bangun selama bertahun tahun bisa jadi akan dihancurkan
orang lain hanya dalam satu malam, tapi bagaimanapun bangunlah dan
teruslah berkarya »Madame Teresa«. Yunus 4:10, “Lalu Allah
berfirman: ‘Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya
sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau
tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam
pula.‘” Keegoisan dari rasa ingin memiliki yang begitu kuat
seringkali membuat kita frustasi ketika ketika mendapati hal sesuatu
itu hilang lenyap dalam sehari. Dalam dunia ini tidak ada nilai yang
hakiki, semua pasti berlalu hilang dan lenyap, sebab hidup adalah ke
sia-siaan , apapun yang kita bangun tidak ada yang kekal, suatu saat
pasti harus kita tinggalkan. Bila demikian apakah kita hanya berdiam
diri lalu tidak pernah melakukan apa-apa? Jawabannya tentu saja
tidak! Sebab Tuhan punya rencana yang indah bagi hidup kita semua.
Tuhan menciptakan manusia agar kita semua bisa memuliakan Dia,
bagaimana kita bisa memuliakan tentunya dari karya-karya dan
perbuatan kita. Semua kita diberi tugas yang berbeda tetapi tujuannya
sama, oleh sebab itu berkaryalah bagi Kristus dan bagi kemuliaanNya,
jangan serakah dan ambisi sebab apapun yang kita lakukan berasal dari
Tuhan dan bagi Tuhan untuk selama-lamanya. Shalom dan selamat pagi
sobatku semua, 'met beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 1 November 2016. KOK TIDAK BERUBAH? Tetapi hendaklah
kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika
tidak demikian kamu menipu diri sendiri (Yakobus 1:22). “Saya sudah
menjadi jemaat gereja ini selama bertahun-tahun, tapi tidak ada
perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Saya merasa ditipu,” keluh
seorang bapak kepada saya. “Ditipu bagaimana, Pak?” tanya saya.
“Ya, di iklannya 'kan dibilang, 'Datang dan alami perubahan!' Tapi
mana buktinya?” Betapa seringnya kita bersikap seperti bapak itu.
Kita datang ke sebuah gereja atau seminar atau pelatihan dengan
harapan setelah mengikutinya kita akan mengalami perubahan. Tapi pada
kenyataannya, perubahan bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi. Harus
ada tindakan yang kita lakukan untuk melihat perubahan itu
berlangsung. Jika kita tidak melakukan apa-apa untuk berubah,
satu-satunya yang berubah adalah otak kita. Kita menjadi orang yang
lebih banyak tahu firman karena setiap hari Minggu setia duduk di
gereja, namun firman itu tidak mengubah hidup kita. Setiap pesan
Tuhan yang kita terima baik melalui khotbah di gereja, buku bacaan,
maupun perenungan pribadi memang berpotensi mengubahkan kita. Tentu
saja, kita perlu melakukan sesuatu untuk menanggapi firman tersebut.
Itu berarti mungkin kita harus menyesuaikan cara berpikir kita dengan
firman Tuhan yang kita dengar. Atau, mungkin kita harus melepaskan
sesuatu atau malah mengembangkan suatu sikap tertentu. Intinya,
perubahan tidak akan terjadi bila kita tidak mau berubah. Saat kita
merendahkan diri, membuka pikiran kita, dan mengikuti perkataan Tuhan
melalui firman-Nya, barulah perubahan mulai terjadi. FIRMAN ALLAH
MEMANG BERKUASA MENGUBAHKAN, TAPI KITA YANG MEMUTUSKAN AKAN BERUBAH
ATAU TIDAK. Selamat Pagi. Tetap Berpikir Positif. Tuhan Yesus
memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Karena
kita tidak tahu masa depan, alangkah bijaknya jika kita mengizinkan
Tuhan menuntun langkah kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment