Thursday, 3 November 2016

3 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Bilangan 6:24-26, 24TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Amin. Janji Perlindungan Tuhan itu tidak hanya bagi bangsa Israel, tetapi bagi kita semua. Terima kasih Tuhan buat setiap janjiMu: Terima kasih untuk semua berkat-berkatMu, untuk perlindunganMu, kasih karuniaMu & damai sejahteraMu. Kami bersyukur atas semua berkat perlindunganMu, kami mau setia dan taat kepadaMu & kami tidak ingin lepas dari Kuasa PerlindunganMu. Amin. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Pendidikan terbaik. Berasal dari pangkuan Ibu yang menghantar kita ke pangkuan Bapa Surgawi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 3 November 2016. TAKUT DITOLAK. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak (1 Korintus 9:27). Membawa misi kebenaran di tengah lingkungan yang mengedepankan pola pikir duniawi memerlukan pemikiran yang serius. Dalam lingkungan kerja yang sudah telanjur mempunyai kebiasaan korup, misalnya. Orang yang menolak sistem itu kemungkinan akan ditolak dan dianggap sok suci. Parahnya, ia bisa terancam kehilangan pekerjaan. Karena itu, demi menjaga keselamatan dan perdamaian antarkaryawan, banyak orang memilih diam, bahkan cenderung mengikuti arus. Paulus menghidupi sikap dan prinsip pelayanan yang didasarkan pada perjuangan dan penguasaan diri. Karena itu ia mendisiplinkan diri seperti pelari yang tidak hanya menempuh perlombaan dengan sebaik mungkin, namun juga mempersiapkan diri dengan sangat matang sebelumnya. Paulus berjuang menguasai diri supaya tidak diperbudak oleh keinginan yang melenceng dari kehendak Tuhan. Bukan perkara yang mudah. Ia rela kehilangan segala sesuatu yang dipandang sebagai kenikmatan duniawi demi mengejar hadiah surgawi dari Allah. Ia memfokuskan diri pada kehidupan yang berkenan kepada-Nya karena ia takut akan satu hal: pelayanannya ditolak oleh Allah. Selama hidup di dunia, kita terus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Bukan dengan melawan sesuatu yang berasal dari luar, melainkan dengan melawan segala keinginan dari dalam diri yang melenceng dari kehendak Tuhan. Kita tidak akan mudah dipengaruhi iming-iming dari luar yang ingin memperbudak kita jika kita terus hidup dalam kendali Roh Kudus yang menuntun kita dalam penguasaan diri. TERUS BERLATIH MENGUASAI DIRI MEMAMPUKAN KITA MENGEMBANGKAN POTENSI UNTUK MENCAPAI SASARAN ILAHI. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
JADIKANLAH PERKATAAN ANDA PENYEGAR & PENGUAT BAGI ORANG yang MEMBUTUHKAN”. •Banyak anak yang terluka & sakit hati karena perkataan orang tuanya, lalu mereka bertumbuh menjadi pribadi yang memberontak & kasar atau minder & pesimis. •Tidak sedikit hubungan pasutri hancur karena masing-masing tidak mau menjaga mulut & mereka saling menyakiti dengan kata-kata. •Tak jarang jalinan persahabatan hancur karena ucapan yang melukai hati. -Itulah dahsyatnya dampak perkataan. Bahkan kata-kata yang terlontar dari mulut bisa melebihi tajamnya sebuah pedang. Pedang memang bisa melukai seseorang, tetapi jika seseorang memakai baju pelindung (besi) seperti yang dikenakan para ksatria zaman dulu saat berperang, pedang tidak bisa melukai. Tetapi perkataan bisa melukai orang, sekalipun orang itu memakai baju anti peluru atau berlindung di balik benteng pertahanan yang kuat. Kata-kata pedas, penghinaan, makian, ejekan & kata-kata kasar menimbulkan luka yang sangat dalam bagi yang menerimanya, & luka itu akan meninggalkan bekas yang sangat sulit hilang, karena kata-kata itu akan terekam & tersimpan dalam memori orang yang menerimanya. Firman Tuhan mengingatkan kita supaya berhati-hati dalam menggunakan lidah, lidah itu tajam, lidah itu ibarat api, sekalipun organ tubuh itu kecil tetapi bisa menimbulkan malapetaka yang sangat besar, banyak kehancuran terjadi disebabkan oleh lidah, bahkan orang bisa mati karena lidah. Itulah kenapa Ams 18:21: Hidup & mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Karena itu, bijaklah dalam berkata-kata. Sebagai ortu, didik & nasehatilah anak-anak dengan lemah lembut, bukan dengan cacian, makian & kata-kata yang justru melemahkan si anak. Begitu pun anak, berkatalah dengan sopan kepada ortu, & tidak membantah. Setiap kita harus belajar menggunakan perkataan yang berguna & membangun. Jangan mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Perkataan apakah yang sering terucap dari mulut kita, perkataan yang memberkati atau sebaliknya? Kol 4:6 HENDAKLAH katamu senantiasa PENUH KASIH, JANGAN HAMBAR, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu HARUS MEMBERI JAWAB KEPADA SETIAP ORANG. Amin, selamat pagi, GBU.

No comments:

Post a Comment