MAN
IN THE MIRROR
Bilangan
6:24-26, “24TUHAN
memberkati engkau dan melindungi engkau; 25TUHAN
menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
26TUHAN
menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”
Amin. Janji Perlindungan Tuhan itu tidak hanya bagi bangsa Israel,
tetapi bagi kita semua. Terima kasih Tuhan buat setiap janjiMu:
Terima kasih untuk semua berkat-berkatMu, untuk perlindunganMu, kasih
karuniaMu & damai sejahteraMu. Kami bersyukur atas semua berkat
perlindunganMu, kami mau setia dan taat kepadaMu & kami tidak
ingin lepas dari Kuasa PerlindunganMu. Amin. Dalam nama Tuhan Yesus
kami berdoa. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Pendidikan
terbaik. Berasal dari pangkuan Ibu yang menghantar kita ke pangkuan
Bapa Surgawi.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 3 November 2016. TAKUT DITOLAK. Tetapi aku melatih
tubuhku dan menguasainya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada
orang lain, jangan aku sendiri ditolak (1 Korintus 9:27). Membawa
misi kebenaran di tengah lingkungan yang mengedepankan pola pikir
duniawi memerlukan pemikiran yang serius. Dalam lingkungan kerja yang
sudah telanjur mempunyai kebiasaan korup, misalnya. Orang yang
menolak sistem itu kemungkinan akan ditolak dan dianggap sok suci.
Parahnya, ia bisa terancam kehilangan pekerjaan. Karena itu, demi
menjaga keselamatan dan perdamaian antarkaryawan, banyak orang
memilih diam, bahkan cenderung mengikuti arus. Paulus menghidupi
sikap dan prinsip pelayanan yang didasarkan pada perjuangan dan
penguasaan diri. Karena itu ia mendisiplinkan diri seperti pelari
yang tidak hanya menempuh perlombaan dengan sebaik mungkin, namun
juga mempersiapkan diri dengan sangat matang sebelumnya. Paulus
berjuang menguasai diri supaya tidak diperbudak oleh keinginan yang
melenceng dari kehendak Tuhan. Bukan perkara yang mudah. Ia rela
kehilangan segala sesuatu yang dipandang sebagai kenikmatan duniawi
demi mengejar hadiah surgawi dari Allah. Ia memfokuskan diri pada
kehidupan yang berkenan kepada-Nya karena ia takut akan satu hal:
pelayanannya ditolak oleh Allah. Selama hidup di dunia, kita terus
mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Bukan dengan melawan
sesuatu yang berasal dari luar, melainkan dengan melawan segala
keinginan dari dalam diri yang melenceng dari kehendak Tuhan. Kita
tidak akan mudah dipengaruhi iming-iming dari luar yang ingin
memperbudak kita jika kita terus hidup dalam kendali Roh Kudus yang
menuntun kita dalam penguasaan diri. TERUS BERLATIH MENGUASAI DIRI
MEMAMPUKAN KITA MENGEMBANGKAN POTENSI UNTUK MENCAPAI SASARAN ILAHI.
Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
“JADIKANLAH
PERKATAAN ANDA PENYEGAR & PENGUAT BAGI ORANG yang MEMBUTUHKAN”.
•Banyak anak yang terluka & sakit hati karena perkataan orang
tuanya, lalu mereka bertumbuh menjadi pribadi yang memberontak &
kasar atau minder & pesimis. •Tidak sedikit hubungan pasutri
hancur karena masing-masing tidak mau menjaga mulut & mereka
saling menyakiti dengan kata-kata. •Tak jarang jalinan persahabatan
hancur karena ucapan yang melukai hati. -Itulah dahsyatnya dampak
perkataan. Bahkan kata-kata yang terlontar dari mulut bisa melebihi
tajamnya sebuah pedang. Pedang memang bisa melukai seseorang, tetapi
jika seseorang memakai baju pelindung (besi) seperti yang dikenakan
para ksatria zaman dulu saat berperang, pedang tidak bisa melukai.
Tetapi perkataan bisa melukai orang, sekalipun orang itu memakai baju
anti peluru atau berlindung di balik benteng pertahanan yang kuat.
Kata-kata pedas, penghinaan, makian, ejekan & kata-kata kasar
menimbulkan luka yang sangat dalam bagi yang menerimanya, & luka
itu akan meninggalkan bekas yang sangat sulit hilang, karena
kata-kata itu akan terekam & tersimpan dalam memori orang yang
menerimanya. Firman Tuhan mengingatkan kita supaya berhati-hati dalam
menggunakan lidah, lidah itu tajam, lidah itu ibarat api, sekalipun
organ tubuh itu kecil tetapi bisa menimbulkan malapetaka yang sangat
besar, banyak kehancuran terjadi disebabkan oleh lidah, bahkan orang
bisa mati karena lidah. Itulah kenapa Ams 18:21: Hidup & mati
dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Karena itu, bijaklah dalam berkata-kata. Sebagai ortu, didik &
nasehatilah anak-anak dengan lemah lembut, bukan dengan cacian,
makian & kata-kata yang justru melemahkan si anak. Begitu pun
anak, berkatalah dengan sopan kepada ortu, & tidak membantah.
Setiap kita harus belajar menggunakan perkataan yang berguna &
membangun. Jangan mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Perkataan
apakah yang sering terucap dari mulut kita, perkataan yang memberkati
atau sebaliknya? Kol 4:6 HENDAKLAH katamu senantiasa PENUH KASIH,
JANGAN HAMBAR, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu HARUS MEMBERI JAWAB
KEPADA SETIAP ORANG. Amin, selamat pagi, GBU.

No comments:
Post a Comment