Saturday, 19 November 2016

19 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Mazmur 119:97, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” Alkitab yang sering kita baca merupakan tanda bahwa jiwa kita butuh diisi/dicharge kembali agar jiwa kita dipuaskan. Alkitab yang kita baca lebih berharga dari emas, karena ada pengharapan/janji-janji Tuhan yang pasti akan digenapi dan Terang Kemuliaan dari setiap halamanNya menceritakan KasihNya yang tak terbatas. Alkitab yang kita baca juga menunjukkan jalan menuju Rumah yang Kekal yaitu surga. Amin. Sudahkah kita semua mengecap kebaikan Tuhan? Pemazmur menulis: Mazmur 119:103, “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.” Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Tetaplah ingat bahwa: Tuhan menerima kita apa adanya, tapi Tuhan tidak akan membiarkan kita apa adanya, Tuhan akan membawa kita terus menuju kedewasaan. Ketika kita semakin didewasakan Tuhan, kekuatan dan kelemahan kita akan terbuka sesuai dengan responnya kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengejar hidup yang semakin serupa dengan Kristus, mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati karna kita sudah mengenal kasih Tuhan. Morning sis... Have a very blessed weekend. God bless.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 19 November 2016. KORUPSI. Sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka (Mazmur 73:17). Saya rasa kita semua setuju bahwa korupsi adalah salah satu hal yang paling mengancam kemajuan Indonesia. Gegap-gempita reformasi sempat membuat sebagian rakyat optimistis bahwa korupsi akan dapat dihilangkan dari bumi Indonesia. Tetapi, sudah bertahun-tahun reformasi berjalan dan korupsi ternyata masih meraja-lela. Beberapa koruptor kelas kakap bahkan sudah menghilang entah ke mana menggondol triliunan rupiah hasil korupsinya. Situasi ini membuat banyak orang kembali pesimistis dan bahkan mungkin tergoda untuk ikut-ikutan korupsi. Pemazmur juga pernah merasakan kegelisahan yang serupa ketika ia melihat orang jahat hidup berkelimpahan (ay. 3-12). Sementara itu orang yang berusaha menjaga kebersihan hatinya justru mengalami banyak kesusahan (ay. 13-14). Seakan-akan Allah tidak peduli! Ketika ia datang ke hadapan Allah dan melihat semuanya dari sudut pandang Allah, kegelisahannya lenyap (ay. 17-20). Ia tersadar, Allah tetap adil dan berkuasa. Kalaupun saat ini keadilan-Nya itu belum tampak jelas, dalam iman pemazmur meyakini bahwa kelak mereka yang jahat akan mendapatkan hukuman yang setimpal (ay. 21-28). Sama seperti pemazmur, kita juga bisa yakin akan keadilan Tuhan. Kalaupun saat ini banyak orang jahat tampak makmur, bukan berarti Tuhan tidak peduli. Jangan sampai kita mengikuti jalan hidup mereka. Justru mungkin kita bisa melihatnya sebagai kesempatan, agar kita dipakai Tuhan membuka mata mereka tentang hukuman ilahi yang menanti mereka. Siapa tahu mereka mau bertobat. DI AKHIR JAMAN, KEADILAN TUHAN AKAN NYATA DAN SEMUA YANG JAHAT AKAN MENDAPAT HUKUMANNYA. Selamat pagi. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Tiap hari baru Tuhan tambahkan teman-teman baru.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment