MAN
IN THE MIRROR
Mazmur
119:97, “Betapa
kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.”
Alkitab yang sering kita baca merupakan tanda bahwa jiwa kita butuh
diisi/dicharge
kembali agar jiwa kita dipuaskan. Alkitab yang kita baca lebih
berharga dari emas, karena ada pengharapan/janji-janji Tuhan yang
pasti akan digenapi dan Terang Kemuliaan dari setiap halamanNya
menceritakan KasihNya yang tak terbatas. Alkitab yang kita baca juga
menunjukkan jalan menuju Rumah yang Kekal yaitu surga. Amin. Sudahkah
kita semua mengecap kebaikan Tuhan? Pemazmur menulis: Mazmur 119:103,
“Betapa
manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi
mulutku.”
Mazmur 119:105, “Firman-Mu
itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
Tetaplah
ingat bahwa: Tuhan menerima kita apa adanya, tapi Tuhan tidak akan
membiarkan kita apa adanya, Tuhan akan membawa kita terus menuju
kedewasaan. Ketika kita semakin didewasakan Tuhan, kekuatan dan
kelemahan kita akan terbuka sesuai dengan responnya kita. Yang perlu
kita lakukan adalah mengejar hidup yang semakin serupa dengan
Kristus, mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati karna kita sudah
mengenal kasih Tuhan. Morning sis... Have a very blessed weekend. God
bless.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 19 November 2016. KORUPSI. Sampai aku masuk ke dalam
tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka (Mazmur
73:17). Saya rasa kita semua setuju bahwa korupsi adalah salah satu
hal yang paling mengancam kemajuan Indonesia. Gegap-gempita reformasi
sempat membuat sebagian rakyat optimistis bahwa korupsi akan dapat
dihilangkan dari bumi Indonesia. Tetapi, sudah bertahun-tahun
reformasi berjalan dan korupsi ternyata masih meraja-lela. Beberapa
koruptor kelas kakap bahkan sudah menghilang entah ke mana menggondol
triliunan rupiah hasil korupsinya. Situasi ini membuat banyak orang
kembali pesimistis dan bahkan mungkin tergoda untuk ikut-ikutan
korupsi. Pemazmur juga pernah merasakan kegelisahan yang serupa
ketika ia melihat orang jahat hidup berkelimpahan (ay. 3-12).
Sementara itu orang yang berusaha menjaga kebersihan hatinya justru
mengalami banyak kesusahan (ay. 13-14). Seakan-akan Allah tidak
peduli! Ketika ia datang ke hadapan Allah dan melihat semuanya dari
sudut pandang Allah, kegelisahannya lenyap (ay. 17-20). Ia tersadar,
Allah tetap adil dan berkuasa. Kalaupun saat ini keadilan-Nya itu
belum tampak jelas, dalam iman pemazmur meyakini bahwa kelak mereka
yang jahat akan mendapatkan hukuman yang setimpal (ay. 21-28). Sama
seperti pemazmur, kita juga bisa yakin akan keadilan Tuhan. Kalaupun
saat ini banyak orang jahat tampak makmur, bukan berarti Tuhan tidak
peduli. Jangan sampai kita mengikuti jalan hidup mereka. Justru
mungkin kita bisa melihatnya sebagai kesempatan, agar kita dipakai
Tuhan membuka mata mereka tentang hukuman ilahi yang menanti mereka.
Siapa tahu mereka mau bertobat. DI AKHIR JAMAN, KEADILAN TUHAN AKAN
NYATA DAN SEMUA YANG JAHAT AKAN MENDAPAT HUKUMANNYA. Selamat pagi.
Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Tiap
hari baru Tuhan tambahkan teman-teman baru.” Xavier Quentin
Pranata.

No comments:
Post a Comment