MAN
IN THE MIRROR
Menyadari
Kesalahan.
Semakin kita tahu tentang sesuatu semakin cepat kita menghakimi
kesalahan yang kita temukan. Sikap demikian dapat merusak hubungan
kita dengan orang lain. Tetapi Rasul Paulus mempunyai sikap yang
berbeda, dalam Filipi 1:9, “Dan
inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang
benar dan dalam segala macam pengertian.”
Tuhan menghendaki kita semakin kita tahu dan mengerti kebenaran
semakin pula kita mengasihi. Pengertian yang kita miliki harus
semakin mendorong kita untuk semakin berempati kepada orang lain.
Ketika Tuhan menguasai hati kita, kita harus menyadari dan
menunjukkan kasih kepada orang lain. Amin .
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 8 November 2016. SETIA DALAM HARTA ORANG LAIN. Jikalau
kamu tidak setia mengenai harta orang lain, siapakah yang akan
memberikan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:12). Beberapa kali
saya mendengar siaran radio yang berisi laporan keuangan program
pembangunan gedung di Surakarta, Jawa Tengah. Penyiar menyebutkan
dengan jelas sumbangan yang telah diterima, dengan atau tanpa nama,
lalu ditutup dengan total uang yang telah masuk, disertai ucapan
terima kasih kepada para donatur. Suatu tindakan yang sangat baik
sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara kepada
para donatur. Saya pun teringat akan pengajaran Yesus tentang
keuangan. Yesus menekankan perlunya kesetiaan dalam harta orang lain.
Harta orang lain bisa diartikan sebagai harta benda yang milik orang
lain-bisa berupa uang, benda tertentu, atau barang berharga-yang
dititipkan, dipinjamkan, dipakai, atau dikelola oleh seseorang atau
lembaga. Penggunaan harta orang lain secara jujur dan bertanggung
jawab menjadi ukuran apakah seseorang setia dalam harta orang lain.
Kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam harta orang lain juga
dapat mendatangkan berkat berupa harta yang menjadi milik kita.
Melaporkan keuangan secara jujur dan transparan adalah bukti adanya
tanggung jawab atas harta orang lain, juga kepada Tuhan. Secara lebih
luas, kebenaran firman ini dapat diterapkan dengan sikap bertanggung
jawab terhadap barang atau benda milik orang lain yang sedang kita
pergunakan. Sudahkah kita setia kepada harta orang lain? Jika sudah,
kita boleh berharap suatu saat Tuhan akan mengaruniakan harta milik
kita sendiri sebagai upah atas kesetiaan dan tanggung jawab kita.
ORANG YANG TERBIASA SETIA DALAM PERKARA-PERKARA KECIL AKAN SETIA JUGA
DALAM PERKARA-PERKARA BESAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika
orang sudah mulai melihat kelemahan sesama yang kecil tanpa melihat
kelebihannya yang besar, runtuhnya sebuah negara tinggal dihitung.”
Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
Tuhan
marah bukan karena kesabarannya habis tetapi karena manusia sudah
berada dalam posisi yang berbahaya, manusia sudah membangun jarak
dengan Tuhan »PsGilbert Lumoindong«. Kejadian 3:8-10, “Ketika
mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam
taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya
itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi
TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: ‘Di
manakah engkau?‘ Ia menjawab: ‘Ketika aku mendengar, bahwa Engkau
ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab
itu aku bersembunyi.‘” Dosa membuat manusia menjauh dari Tuhan,
kita merasa tidak layak lalu bersembunyi daripadaNya, sekecil apapun
kesalahan yang sudah dilakukan bila tidak diakui dihadapan Allah akan
merenggangkan hubungan kita dengan Tuhan, bila hal itu dibiarkan
jarak kita dengan Tuhan semakin lama semakin jauh. Jangan ijinkan
dosa dan kesalahan kita menjadi penyebab rusaknya hubungan kita
dengan Tuhan, sebab Dia adalah Bapa kita, Allah yang penuh kasih dan
Dia begitu sayang kepada kita semua, setiap hari berseru dan mencari
kita, sebab Dia senang bercengkrama dengan kita dalam doa-doa yang
kita panjatkan. Jangan abaikan perkenanan & kasih karunia Tuhan,
carilah Dia sekarang juga, sebab Dia berkenan ditemui oleh kita
semua. Yesaya 55:6 – Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui;
berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Selamat Pagi.
Ibu
Caroline – Bandung
DOA
PAGI. BAPA Surgawi... Sebelum kami memulai segala aktivitas kami,
kiranya penyertaanMU boleh menyertai kami agar apapun masalah yang
akan menghadang langkah kami tak akan membuat kami gentar karena kami
percaya dan yakin BAPA akan melindungi kami dari segala yang jahat
dan menguatkan iman kami agar kami tetap berjalan dalam kebenaranMU.
BAPA berkatilah kami dengan berkatMU agar kami dapat mencukupkan diri
kami bahkan menjadi berkat bagi sesama kami, berkati juga keluarga,
saudara, sahabat dan sesama kami baik dengan berkat materi maupun
kesehatan. Kami mau memulai segalanya hanya di dalam nama TUHAN YESUS
KRISTUS, TUHAN dan Juruselamat kami yang hidup, amen.
GNCC
Markus
12:31, “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari
pada kedua hukum ini.” Jimmy Mizen (16 thn) dibunuh dengan keji
oleh Jake Fahri tahun 2008 di London. Ibu Jimmy berkata, “Saya
merasa kasihan pada mereka. Saya tidak marah, hanya kasihan. Kami
punya kenangan yang indah tentang Jimmy. Orang terus bertanya mengapa
saya tidak marah, tapi saya berkata kemarahan itulah yang membunuh
anak saya. Kalau saya marah, saya akan menjadi seperti anak itu.
Terlalu banyak kemarahan di dunia ini.” Tahun 2010, keluarga Jimmy
membuka sebuah cafe tidak jauh dari tempat Jimmy dibunuh. Keuntungan
cafe itu digunakan untuk membangun komunitas & mengajak anak muda
berkarya. Kedua orangtua Jimmy mendapatkan gelar kehormatan dari
kerajaan Inggris untuk usaha mereka membangun anak muda. Tugas
tersulit, yang mendekati tingkatan “tidak mungkin” adalah
mengasihi musuh kita. Tetapi itu adalah perintah-Nya yang tidak bisa
ditawar. Mengasihi orang yang mengancam, memusuhi, menjelek-jelekkan,
menipu, menyelingkuhi, hutang tanpa niat membayar kembali, &
mengasihi orang yang sepertinya “tidak mungkin” dikasihi.
Perintah itu tidak berbunyi: “sukailah musuhmu.” Kita tidak harus
menyukai seseorang untuk mengasihinya. Kita bisa mengasihi seseorang
yang sebenarnya tidak kita sukai, dengan cara mendoakan mereka. Bukan
supaya disambar petir, tetapi benar-benar mendoakan kesejahteraannya.
Kita bisa berusaha mengerti mengapa ia bersikap & bertindak
seperti itu. Kita tidak membalas dendam, tetapi berbuat baik
kepadanya, contohnya mengirim kue saat mereka ulang tahun. Kasih
lebih kuat dari kebencian. Kasih sanggup meluluhkan hati yang keras,
bahkan mengubah masa depan sebuah keluarga (dan bangsa), karena kasih
adalah esensi Tuhan sendiri. MEMBALAS KEBENCIAN DENGAN KEBENCIAN
HANYA MELIPAT-GANDAKAN KEBENCIAN... KEBENCIAN TIDAK DAPAT MENGUSIR
KEBENCIAN, HANYA KASIH YANG DAPAT MELAKUKANNYA (Martin Luther King
Jr.). God bless you.

No comments:
Post a Comment