Tuesday, 8 November 2016

8 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Menyadari Kesalahan. Semakin kita tahu tentang sesuatu semakin cepat kita menghakimi kesalahan yang kita temukan. Sikap demikian dapat merusak hubungan kita dengan orang lain. Tetapi Rasul Paulus mempunyai sikap yang berbeda, dalam Filipi 1:9, “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.” Tuhan menghendaki kita semakin kita tahu dan mengerti kebenaran semakin pula kita mengasihi. Pengertian yang kita miliki harus semakin mendorong kita untuk semakin berempati kepada orang lain. Ketika Tuhan menguasai hati kita, kita harus menyadari dan menunjukkan kasih kepada orang lain. Amin .

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 8 November 2016. SETIA DALAM HARTA ORANG LAIN. Jikalau kamu tidak setia mengenai harta orang lain, siapakah yang akan memberikan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:12). Beberapa kali saya mendengar siaran radio yang berisi laporan keuangan program pembangunan gedung di Surakarta, Jawa Tengah. Penyiar menyebutkan dengan jelas sumbangan yang telah diterima, dengan atau tanpa nama, lalu ditutup dengan total uang yang telah masuk, disertai ucapan terima kasih kepada para donatur. Suatu tindakan yang sangat baik sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara kepada para donatur. Saya pun teringat akan pengajaran Yesus tentang keuangan. Yesus menekankan perlunya kesetiaan dalam harta orang lain. Harta orang lain bisa diartikan sebagai harta benda yang milik orang lain-bisa berupa uang, benda tertentu, atau barang berharga-yang dititipkan, dipinjamkan, dipakai, atau dikelola oleh seseorang atau lembaga. Penggunaan harta orang lain secara jujur dan bertanggung jawab menjadi ukuran apakah seseorang setia dalam harta orang lain. Kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam harta orang lain juga dapat mendatangkan berkat berupa harta yang menjadi milik kita. Melaporkan keuangan secara jujur dan transparan adalah bukti adanya tanggung jawab atas harta orang lain, juga kepada Tuhan. Secara lebih luas, kebenaran firman ini dapat diterapkan dengan sikap bertanggung jawab terhadap barang atau benda milik orang lain yang sedang kita pergunakan. Sudahkah kita setia kepada harta orang lain? Jika sudah, kita boleh berharap suatu saat Tuhan akan mengaruniakan harta milik kita sendiri sebagai upah atas kesetiaan dan tanggung jawab kita. ORANG YANG TERBIASA SETIA DALAM PERKARA-PERKARA KECIL AKAN SETIA JUGA DALAM PERKARA-PERKARA BESAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Ketika orang sudah mulai melihat kelemahan sesama yang kecil tanpa melihat kelebihannya yang besar, runtuhnya sebuah negara tinggal dihitung.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Tuhan marah bukan karena kesabarannya habis tetapi karena manusia sudah berada dalam posisi yang berbahaya, manusia sudah membangun jarak dengan Tuhan »PsGilbert Lumoindong«. Kejadian 3:8-10, “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: ‘Di manakah engkau?‘ Ia menjawab: ‘Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.‘” Dosa membuat manusia menjauh dari Tuhan, kita merasa tidak layak lalu bersembunyi daripadaNya, sekecil apapun kesalahan yang sudah dilakukan bila tidak diakui dihadapan Allah akan merenggangkan hubungan kita dengan Tuhan, bila hal itu dibiarkan jarak kita dengan Tuhan semakin lama semakin jauh. Jangan ijinkan dosa dan kesalahan kita menjadi penyebab rusaknya hubungan kita dengan Tuhan, sebab Dia adalah Bapa kita, Allah yang penuh kasih dan Dia begitu sayang kepada kita semua, setiap hari berseru dan mencari kita, sebab Dia senang bercengkrama dengan kita dalam doa-doa yang kita panjatkan. Jangan abaikan perkenanan & kasih karunia Tuhan, carilah Dia sekarang juga, sebab Dia berkenan ditemui oleh kita semua. Yesaya 55:6 – Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Selamat Pagi.

Ibu Caroline – Bandung
DOA PAGI. BAPA Surgawi... Sebelum kami memulai segala aktivitas kami, kiranya penyertaanMU boleh menyertai kami agar apapun masalah yang akan menghadang langkah kami tak akan membuat kami gentar karena kami percaya dan yakin BAPA akan melindungi kami dari segala yang jahat dan menguatkan iman kami agar kami tetap berjalan dalam kebenaranMU. BAPA berkatilah kami dengan berkatMU agar kami dapat mencukupkan diri kami bahkan menjadi berkat bagi sesama kami, berkati juga keluarga, saudara, sahabat dan sesama kami baik dengan berkat materi maupun kesehatan. Kami mau memulai segalanya hanya di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, TUHAN dan Juruselamat kami yang hidup, amen.

GNCC
Markus 12:31, “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Jimmy Mizen (16 thn) dibunuh dengan keji oleh Jake Fahri tahun 2008 di London. Ibu Jimmy berkata, “Saya merasa kasihan pada mereka. Saya tidak marah, hanya kasihan. Kami punya kenangan yang indah tentang Jimmy. Orang terus bertanya mengapa saya tidak marah, tapi saya berkata kemarahan itulah yang membunuh anak saya. Kalau saya marah, saya akan menjadi seperti anak itu. Terlalu banyak kemarahan di dunia ini.” Tahun 2010, keluarga Jimmy membuka sebuah cafe tidak jauh dari tempat Jimmy dibunuh. Keuntungan cafe itu digunakan untuk membangun komunitas & mengajak anak muda berkarya. Kedua orangtua Jimmy mendapatkan gelar kehormatan dari kerajaan Inggris untuk usaha mereka membangun anak muda. Tugas tersulit, yang mendekati tingkatan “tidak mungkin” adalah mengasihi musuh kita. Tetapi itu adalah perintah-Nya yang tidak bisa ditawar. Mengasihi orang yang mengancam, memusuhi, menjelek-jelekkan, menipu, menyelingkuhi, hutang tanpa niat membayar kembali, & mengasihi orang yang sepertinya “tidak mungkin” dikasihi. Perintah itu tidak berbunyi: “sukailah musuhmu.” Kita tidak harus menyukai seseorang untuk mengasihinya. Kita bisa mengasihi seseorang yang sebenarnya tidak kita sukai, dengan cara mendoakan mereka. Bukan supaya disambar petir, tetapi benar-benar mendoakan kesejahteraannya. Kita bisa berusaha mengerti mengapa ia bersikap & bertindak seperti itu. Kita tidak membalas dendam, tetapi berbuat baik kepadanya, contohnya mengirim kue saat mereka ulang tahun. Kasih lebih kuat dari kebencian. Kasih sanggup meluluhkan hati yang keras, bahkan mengubah masa depan sebuah keluarga (dan bangsa), karena kasih adalah esensi Tuhan sendiri. MEMBALAS KEBENCIAN DENGAN KEBENCIAN HANYA MELIPAT-GANDAKAN KEBENCIAN... KEBENCIAN TIDAK DAPAT MENGUSIR KEBENCIAN, HANYA KASIH YANG DAPAT MELAKUKANNYA (Martin Luther King Jr.). God bless you.

No comments:

Post a Comment