MAN
IN THE MIRROR
Tuhan
itu Pencipta yang maha besar dan maha kuasa. Sebagai ciptaan yang
terbatas, kerapkali kita tidak dapat mengerti rencanaNya. Namun kita
bisa berpegang pada apa yang telah Tuhan nyatakan kepada kita melalui
firmanNya. Dia berjanji selalu menyertai kita anak-anakNya. Sebesar
apapun masalah yang kita hadapi, kita punya Tuhan yang jauh lebih
besar dari semua masalah itu. Karena yang mengatakan adalah Tuhan
sendiri, mengapa harus takut? Pegang janji Tuhan hari ini sebagai
RHEMA dalam hidup kita, perkatakan firmanNya setiap kali kita merasa
takut. Yesaya 41:10, “janganlah
takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini
Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan
memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Amin!
PESAN GEMBALA SIDANG TAHUN AYIN ZAYIN: TAHUN PENUAIAN JIWA &
TAHUN PEDANG TUHAN SEDANG TURUN! TAHUN AYIN ZAYIN-5777 menurut
kalender Ibrani, periode tanggal 3 Oktober 2016 s/d 20 September 2017
adalah tahun 5777 yang disebut dengan Tahun Ayin Zayin. Ayin-Zayin
adalah angka 70 yang berbicara tentang sebuah mata, yaitu mata Tuhan
dan juga mata kita. Kalau kita membaca dari Mazmur 32:8 dan Mazmur
33:18, dikatakan bahwa mata Tuhan itu tertuju kepada orang yang takut
akan Dia dan yang berharap kepada kasih setiaNya. Dia mau menasehati,
Dia mau mengajar, Dia mau menuntun apa yang harus kita lakukan ke
depan ini. Apakah saudara mau dituntun dan diajar oleh Tuhan? Ini
baru bisa kita pahami kalau mata kita senantiasa tertuju kepada Dia.
Kalau mata kita tidak tertuju kepada Dia, maka kita tidak bisa
memahaminya. Saya percaya, orang yang takut akan Tuhan, yang berharap
kepada kasih setiaNya pasti matanya tertuju kepada Dia. Ayin-Zayin
adalah angka 7; yang maknanya adalah: PEDANG. Sekarang arti pedang
adalah: Peperangan Rohani. Hari-hari ini kita banyak mengalami
peperangan rohani, tetapi Tuhan mau kita keluar sebagai pemenang!
Amsal 24:6 berkata, ”Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat
berperan dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”
Kalau kita mau berperang, harus ada perencanaan. Kita tidak akan bisa
membuat perencanaan kalau kita tidak tahu siapa musuh kita, tentang
kekuatan dan kelemahannya. Setelah itu barulah kita bisa membuat
perencanaan. Ayat di atas mengatakan bahwa kemenangan tergantung
kepada penasihat yang banyak. Saudara, ingatlah! Penasihat kita itu
adalah Penasihat yang Ajaib! Namanya Tuhan Yesus Kristus! Efesus
6:11-13, “...Karena perjuangan (peperangan) kita bukan melawan
darah dan daging (artinya bukan saudara kita atau sesama manusia),
tetapi melawan Iblis dan antek-anteknya! Ini musuh kita dan saudara
harus tahu. Jadi kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya
kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis dan kamu keluar
sebagai pemenang!” Happy Wednesday, happy day. JBU.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 23 November 2016. GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBA-KU.
Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yohanes 21:16). Ketika kita menjuluki
seseorang sebagai si Ceroboh, si Jorok, atau julukan negatif lainnya,
tidak jarang kepribadian orang itu menjadi sama dengan julukannya dan
tak pernah berubah. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai teori
atribusi. Artinya, ketika kita melekatkan sebuah sifat kepada
seseorang, orang itu cenderung akan memiliki sifat itu. Sebaliknya,
jika kita memberikan julukan positif kepada seseorang, seperti si
Ramah atau si Disiplin, orang itu akan termotivasi membuktikan
julukan kita kepadanya memang benar. Petrus pasti kecewa karena
mengingkari janjinya sendiri untuk bersedia masuk penjara dan mati
bersama-sama dengan Yesus (Luk. 22:33). Ia menyangkal Yesus sampai
tiga kali saat berada di rumah Imam Besar. Yesus tahu Petrus menjadi
rendah diri dan malu karena kegagalannya. Setelah sarapan bersama di
tepi danau, Dia menguatkan Petrus sampai tiga kali. Yesus tetap
memercayainya sebagai pemimpin para rasul yang mengembalakan
domba-domba-Nya. Terbukti, label positif yang Yesus berikan pada
Petrus efektif. Ia menggembalakan domba-domba Yesus sampai mati.
Kalau kita terbiasa menjuluki seseorang secara negatif karena
perilakunya yang negatif, cobalah untuk melabelinya secara positif.
Kiranya orang itu tergerak untuk berubah sesuai dengan julukan itu.
Lebih baik membantu orang berubah daripada terus mencelanya, bukan?
Berdoalah pula agar Tuhan mengubah dirinya. Kiranya Roh Kudus
meneguhkan karakter positif dalam dirinya, dan menolongnya untuk
berubah. BANTULAH SESEORANG MEMANDANG DIRINYA SECARA POSITIF DENGAN
MEMBERINYA JULUKAN YANG POSITIF. Selamat pagi. Selalu bersyukur.
Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Pada
akhirnya yang alami tetap jauh lebih indah.” Xavier Quentin
Pranata.
Bp.
Anto – Citraland
Nats:
Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu (Ulangan
8:11). Renungan: AMNESIA SPIRITUAL. Seorang pria terserang stroke.
Belakangan, dia terkena amnesia, lupa hampir segalanya: pekerjaannya,
teman-temannya, rumahnya, bahkan anak-istrinya. Karena pelbagai
sebab, orang bisa terkena amnesia: kehilangan ingatan tentang
sebagian atau semua hal yang merupakan bagian dari keberadaannya.
Ulangan 8:11 memberi peringatan tentang “amnesia” yang lain,
yakni amnesia spiritual. Amnesia spiritual tidak berkaitan dengan
cedera otak. Pengidap amnesia spiritual melupakan hal yang paling
penting, yakni Tuhan dan kehendak-Nya. Membunuh, mencuri, berdusta,
adalah wujud-wujud amnesia spiritual. Semua bentuk pengabaian nilai
moral, yakni kala kehendak Tuhan diabaikan, adalah wujud amnesia
spiritual. Banyak contohnya. Jika saya lebih mementingkan mencari
uang ketimbang memperhatikan anak-anak saya, saya mengidap amnesia
spiritual. Mengapa? Saya lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan yang
semestinya mendapatkan prioritas. Makin hari, makin banyak pasangan
yang begitu mudah bercerai. Mereka mengidap amnesia spiritual, lupa
bahwa Tuhan menghendaki agar mereka berjuang untuk setia. Ketika kita
mencampakkan respek terhadap perbedaan dan memilih bertindak
disintegratif, kita mengidap amnesia spiritual: abai bahwa Tuhan
menghendaki kita merangkul semua orang tanpa kecuali. Akankah kita
mengidap amnesia spiritual? Itu bergantung pada pilihan kita. Tetapi,
Alkitab mengingatkan, jangan memilih untuk menjadi pengidap amnesia
spiritual. Pilihlah untuk melekat pada kehendak Tuhan --EE/Renungan
Harian. SEMUA SIKAP DAN TINDAKAN YANG MENGABAIKAN KEHENDAK TUHAN
ADALAH MANIFESTASI DARI AMNESIA SPIRITUAL.

No comments:
Post a Comment