Wednesday, 23 November 2016

23 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Tuhan itu Pencipta yang maha besar dan maha kuasa. Sebagai ciptaan yang terbatas, kerapkali kita tidak dapat mengerti rencanaNya. Namun kita bisa berpegang pada apa yang telah Tuhan nyatakan kepada kita melalui firmanNya. Dia berjanji selalu menyertai kita anak-anakNya. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, kita punya Tuhan yang jauh lebih besar dari semua masalah itu. Karena yang mengatakan adalah Tuhan sendiri, mengapa harus takut? Pegang janji Tuhan hari ini sebagai RHEMA dalam hidup kita, perkatakan firmanNya setiap kali kita merasa takut. Yesaya 41:10, “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! PESAN GEMBALA SIDANG TAHUN AYIN ZAYIN: TAHUN PENUAIAN JIWA & TAHUN PEDANG TUHAN SEDANG TURUN! TAHUN AYIN ZAYIN-5777 menurut kalender Ibrani, periode tanggal 3 Oktober 2016 s/d 20 September 2017 adalah tahun 5777 yang disebut dengan Tahun Ayin Zayin. Ayin-Zayin adalah angka 70 yang berbicara tentang sebuah mata, yaitu mata Tuhan dan juga mata kita. Kalau kita membaca dari Mazmur 32:8 dan Mazmur 33:18, dikatakan bahwa mata Tuhan itu tertuju kepada orang yang takut akan Dia dan yang berharap kepada kasih setiaNya. Dia mau menasehati, Dia mau mengajar, Dia mau menuntun apa yang harus kita lakukan ke depan ini. Apakah saudara mau dituntun dan diajar oleh Tuhan? Ini baru bisa kita pahami kalau mata kita senantiasa tertuju kepada Dia. Kalau mata kita tidak tertuju kepada Dia, maka kita tidak bisa memahaminya. Saya percaya, orang yang takut akan Tuhan, yang berharap kepada kasih setiaNya pasti matanya tertuju kepada Dia. Ayin-Zayin adalah angka 7; yang maknanya adalah: PEDANG. Sekarang arti pedang adalah: Peperangan Rohani. Hari-hari ini kita banyak mengalami peperangan rohani, tetapi Tuhan mau kita keluar sebagai pemenang! Amsal 24:6 berkata, ”Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperan dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.” Kalau kita mau berperang, harus ada perencanaan. Kita tidak akan bisa membuat perencanaan kalau kita tidak tahu siapa musuh kita, tentang kekuatan dan kelemahannya. Setelah itu barulah kita bisa membuat perencanaan. Ayat di atas mengatakan bahwa kemenangan tergantung kepada penasihat yang banyak. Saudara, ingatlah! Penasihat kita itu adalah Penasihat yang Ajaib! Namanya Tuhan Yesus Kristus! Efesus 6:11-13, “...Karena perjuangan (peperangan) kita bukan melawan darah dan daging (artinya bukan saudara kita atau sesama manusia), tetapi melawan Iblis dan antek-anteknya! Ini musuh kita dan saudara harus tahu. Jadi kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis dan kamu keluar sebagai pemenang!” Happy Wednesday, happy day. JBU.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 23 November 2016. GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBA-KU. Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yohanes 21:16). Ketika kita menjuluki seseorang sebagai si Ceroboh, si Jorok, atau julukan negatif lainnya, tidak jarang kepribadian orang itu menjadi sama dengan julukannya dan tak pernah berubah. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai teori atribusi. Artinya, ketika kita melekatkan sebuah sifat kepada seseorang, orang itu cenderung akan memiliki sifat itu. Sebaliknya, jika kita memberikan julukan positif kepada seseorang, seperti si Ramah atau si Disiplin, orang itu akan termotivasi membuktikan julukan kita kepadanya memang benar. Petrus pasti kecewa karena mengingkari janjinya sendiri untuk bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Yesus (Luk. 22:33). Ia menyangkal Yesus sampai tiga kali saat berada di rumah Imam Besar. Yesus tahu Petrus menjadi rendah diri dan malu karena kegagalannya. Setelah sarapan bersama di tepi danau, Dia menguatkan Petrus sampai tiga kali. Yesus tetap memercayainya sebagai pemimpin para rasul yang mengembalakan domba-domba-Nya. Terbukti, label positif yang Yesus berikan pada Petrus efektif. Ia menggembalakan domba-domba Yesus sampai mati. Kalau kita terbiasa menjuluki seseorang secara negatif karena perilakunya yang negatif, cobalah untuk melabelinya secara positif. Kiranya orang itu tergerak untuk berubah sesuai dengan julukan itu. Lebih baik membantu orang berubah daripada terus mencelanya, bukan? Berdoalah pula agar Tuhan mengubah dirinya. Kiranya Roh Kudus meneguhkan karakter positif dalam dirinya, dan menolongnya untuk berubah. BANTULAH SESEORANG MEMANDANG DIRINYA SECARA POSITIF DENGAN MEMBERINYA JULUKAN YANG POSITIF. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Pada akhirnya yang alami tetap jauh lebih indah.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Anto – Citraland
Nats: Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu (Ulangan 8:11). Renungan: AMNESIA SPIRITUAL. Seorang pria terserang stroke. Belakangan, dia terkena amnesia, lupa hampir segalanya: pekerjaannya, teman-temannya, rumahnya, bahkan anak-istrinya. Karena pelbagai sebab, orang bisa terkena amnesia: kehilangan ingatan tentang sebagian atau semua hal yang merupakan bagian dari keberadaannya. Ulangan 8:11 memberi peringatan tentang “amnesia” yang lain, yakni amnesia spiritual. Amnesia spiritual tidak berkaitan dengan cedera otak. Pengidap amnesia spiritual melupakan hal yang paling penting, yakni Tuhan dan kehendak-Nya. Membunuh, mencuri, berdusta, adalah wujud-wujud amnesia spiritual. Semua bentuk pengabaian nilai moral, yakni kala kehendak Tuhan diabaikan, adalah wujud amnesia spiritual. Banyak contohnya. Jika saya lebih mementingkan mencari uang ketimbang memperhatikan anak-anak saya, saya mengidap amnesia spiritual. Mengapa? Saya lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan yang semestinya mendapatkan prioritas. Makin hari, makin banyak pasangan yang begitu mudah bercerai. Mereka mengidap amnesia spiritual, lupa bahwa Tuhan menghendaki agar mereka berjuang untuk setia. Ketika kita mencampakkan respek terhadap perbedaan dan memilih bertindak disintegratif, kita mengidap amnesia spiritual: abai bahwa Tuhan menghendaki kita merangkul semua orang tanpa kecuali. Akankah kita mengidap amnesia spiritual? Itu bergantung pada pilihan kita. Tetapi, Alkitab mengingatkan, jangan memilih untuk menjadi pengidap amnesia spiritual. Pilihlah untuk melekat pada kehendak Tuhan --EE/Renungan Harian. SEMUA SIKAP DAN TINDAKAN YANG MENGABAIKAN KEHENDAK TUHAN ADALAH MANIFESTASI DARI AMNESIA SPIRITUAL.

No comments:

Post a Comment