Friday, 4 November 2016

4 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Berada dalam JalurNya Tuhan. Yakobus 1:12, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Dalam “ujian/pencobaan” yang kita alami, Tuhan mempunyai maksud yang akan digenapi, karena itulah keadaan yang tepat bagi kita untuk tetap bertumbuh. Sebab apabila kita BERTAHAN/tetap didalam jalurNya Tuhan (bertahan dalam ujian), taat akan firmanNya maka kita akan menerima “mahkota kehidupan” . Apakah mudah tetap berada dalam jalurNya Tuhan?? Kita semua bisa belajar dari Ayub, yang meresponi UJIAN dari Tuhan, Ayub tetap berada dalam Jalur Tuhan (Ayub 1:21). Katanya, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Ayub menyadari bahwa semua yang dimiliki adalah kepunyaan Tuhan . Mudah bagi Ayub untuk berpaling dari Tuhan, sebab tekanan datang dari berbagai pihak (istri dan teman-temannya) tetapi Ayub tetap memilih yaitu tetap ada didalam JalurNya Tuhan. Sehingga Tuhan mengembalikan hartaNya berlipat kali ganda (Ayub 42:10).

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin. Thanks buat firmanMu yang selalu menguatkan di dalam hal apapun yang kuhadapi, kirannya Engkau meneguhkan imanku untuk tetap bertahan di dalamMu, thanks renungan pagi ini, selamat beraktivitas. Gbu.

Xavier Quentin Pranata
Selama kita masih mau mendengarkan orang lain, pertengkaran bisa dihindari.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
DOA UNTUK INDONESIA DAMAI. Shalom sahabat-sahabat yang dikasihi Tuhan, sehubungan dengan rencana demo besar-besaran dengan isu SARA yang akan diadakan tanggal besok 4 November 2016, marilah kita bersama-sama berdoa untuk kedamaian Bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta ini. Silakan saudara/i bersepakat dalam doa ini dengan menulis di ruang komentar. DOA: “Bapa sorgawi, kami memohon perlindungan-Mu untuk seluruh rakyat Indonesia, kami memohon kiranya Engkau mengirimkan pasukan malaikat-malaikat-Mu untuk mengawal kota Jakarta dan seluruh penduduk kota Jakarta dan kota-kota di Indonesia, agar aman tenteram dan dihindarkan dari segala bentuk pengrusakan. Bapa, berikanlah pencerahan dan hikmat kepada para peserta demo agar mereka tidak mudah dihasut oleh oknum-oknum tertentu yang mau memecah-belah Bangsa dan Kesatuan Negara Republik Indonesia. Berikanlah mereka hati yang cinta damai. Bapa, lindungi dan berkati para pemimpin-pemimpin Negara Republik Indonesia, dan tuntunlah mereka agar dapat menjalankan amanah-Mu dengan segenap ketulusan hati, dan bimbinglah mereka di jalan yang benar. Berkati dan lindungi Pak Ahok beserta keluarganya. Berkati seluruh rakyat Indonesia dengan kemurahan-Mu dan dengan anugerah keselamatan, sehingga Indonesia akan menjadi Negara yang penuh kemuliaan Tuhan. Kami sungguh percaya bahwa Indonesia ada dalam genggaman tangan Tuhan yang perkasa, dan si iblis tidak dapat mengacaukan kami. Kami berdoa dan mengucap syukur hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus, haleluya, AMIN.

Madam Ossy
Jumat, 4 November 2016. Bacaan: Mazmur 37:1-6. Setahun: Yohanes 9-10. Nas: Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak (Mazmur 37:5). Ketidakpastian Itu Pasti. Sooty Shearwater melakukan migrasi paling panjang di planet Bumi ini. Puffinus Griseus, demikian nama Latin burung laut itu, melakukan perjalanan dari tempat mereka berbiak di Selandia Baru, melintasi Samudra Pasifik, kemudian menuju tempat-tempat di mana mereka menemukan makanan, seperti di Jepang, Alaska, dan California. Migrasi Sooty berlangsung sekitar satu bulan, menempuh jarak sejauh 65.000 kilometer. Kembara Sooty membersitkan satu pertanyaan: Seberapa jauhkah perjalanan yang masih akan kita tempuh dalam kehidupan ini? Seperti Sooty, kita sedang menjelajah dan melintasi kehidupan yang sarat ketidakpastian. Setiap hari kita hidup dalam modus ketidakpastian. Meski ketidakpastian itu pasti, mengapa kita begitu cemas, khawatir, takut, bahkan depresi, dan tak sedikit yang kemudian apatis dan pasrah? Apakah karena kita sudah gamang menghadapi perubahan? Ataukah karena kita terlalu bergairah mengharapkan kepastian? Namun kabar baik di tengah ketidakpastian ini, kita masih bisa berserah kepada Tuhan. Kita cukup mengayunkan langkah-langkah iman kita, bukan mengkhawatirkan jalan yang sudah dilapangkan Tuhan untuk kita. Anda dan saya harus berserah kepada Tuhan karena kita tidak tahu kesulitan apa yang menghadang di depan. Seperti kata Daud, “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” Corrie Ten Boom juga menasihati, “Jangan pernah takut memercayakan masa depan yang tidak pasti kepada Tuhan yang sudah pasti” --ASA. TUHAN BERKUASA MENGATASI KETIDAKPASTIAN, JUGA BERKUASA MENGGUNCANG SEGALA KEPASTIAN.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin, amin, amin. Doa bagi bangsa kota-kota. 1 Raja-Raja 8:44-45. Dimana Salomo berdoa, di dalam pertempuran, begitu pun kita berdoa memohon Tuhan berikan damaiMu Tuhan dalam menghadapi bangsa kita Indonesia, berikanlah satu kali lagi pengampunan atas segala dosa-dosa bangsa kami dan curahkan kuasaMu Tuhan seperti masa lalu, Salomo berdoa bagi bangsa Israel. Begitu juga kita berdoa bagi bangsa kita, Tuhan memberikan setiap aparat-aparat keamanan, pengertian, hikmat. Kami bersyukur Tuhan pagi ini, Bapa terima kasih karena firmanMu tidak akan jatuh ke tanah dengan sia-sia, tetapi Dia akan kembali menyelamatkan bangsa ini dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin. Happy Friday. JBU All.

No comments:

Post a Comment