MAN
IN THE MIRROR
Berada
dalam JalurNya Tuhan.
Yakobus 1:12, “Berbahagialah
orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan
uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada
barangsiapa yang mengasihi Dia.”
Dalam “ujian/pencobaan” yang kita alami, Tuhan mempunyai maksud
yang akan digenapi, karena itulah keadaan yang tepat bagi kita untuk
tetap bertumbuh. Sebab apabila kita BERTAHAN/tetap didalam jalurNya
Tuhan (bertahan dalam ujian), taat akan firmanNya maka kita akan
menerima “mahkota kehidupan” .
Apakah mudah tetap berada dalam jalurNya Tuhan?? Kita semua bisa
belajar dari Ayub, yang meresponi UJIAN dari Tuhan, Ayub tetap berada
dalam Jalur Tuhan (Ayub 1:21). Katanya, “Dengan
telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku
akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil,
terpujilah nama TUHAN!”
Ayub menyadari bahwa semua yang dimiliki adalah kepunyaan Tuhan .
Mudah bagi Ayub untuk berpaling dari Tuhan, sebab tekanan datang dari
berbagai pihak (istri dan teman-temannya) tetapi Ayub tetap memilih
yaitu tetap ada didalam JalurNya Tuhan. Sehingga Tuhan mengembalikan
hartaNya berlipat kali ganda (Ayub 42:10).
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin.
Thanks buat firmanMu yang selalu menguatkan di dalam hal apapun yang
kuhadapi, kirannya Engkau meneguhkan imanku untuk tetap bertahan di
dalamMu, thanks renungan pagi ini, selamat beraktivitas. Gbu.
Xavier
Quentin Pranata
“Selama
kita masih mau mendengarkan orang lain, pertengkaran bisa dihindari.”
Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
DOA
UNTUK INDONESIA DAMAI. Shalom sahabat-sahabat yang dikasihi Tuhan,
sehubungan dengan rencana demo besar-besaran dengan isu SARA yang
akan diadakan tanggal besok 4 November 2016, marilah kita
bersama-sama berdoa untuk kedamaian Bangsa dan Negara Republik
Indonesia tercinta ini. Silakan saudara/i bersepakat dalam doa ini
dengan menulis di ruang komentar. DOA: “Bapa sorgawi, kami memohon
perlindungan-Mu untuk seluruh rakyat Indonesia, kami memohon kiranya
Engkau mengirimkan pasukan malaikat-malaikat-Mu untuk mengawal kota
Jakarta dan seluruh penduduk kota Jakarta dan kota-kota di Indonesia,
agar aman tenteram dan dihindarkan dari segala bentuk pengrusakan.
Bapa, berikanlah pencerahan dan hikmat kepada para peserta demo agar
mereka tidak mudah dihasut oleh oknum-oknum tertentu yang mau
memecah-belah Bangsa dan Kesatuan Negara Republik Indonesia.
Berikanlah mereka hati yang cinta damai. Bapa, lindungi dan berkati
para pemimpin-pemimpin Negara Republik Indonesia, dan tuntunlah
mereka agar dapat menjalankan amanah-Mu dengan segenap ketulusan
hati, dan bimbinglah mereka di jalan yang benar. Berkati dan lindungi
Pak Ahok beserta keluarganya. Berkati seluruh rakyat Indonesia dengan
kemurahan-Mu dan dengan anugerah keselamatan, sehingga Indonesia akan
menjadi Negara yang penuh kemuliaan Tuhan. Kami sungguh percaya bahwa
Indonesia ada dalam genggaman tangan Tuhan yang perkasa, dan si iblis
tidak dapat mengacaukan kami. Kami berdoa dan mengucap syukur hanya
dalam nama Tuhan Yesus Kristus, haleluya, AMIN.
Madam
Ossy
Jumat,
4 November 2016. Bacaan: Mazmur 37:1-6. Setahun: Yohanes 9-10. Nas:
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia
akan bertindak (Mazmur 37:5). Ketidakpastian Itu Pasti. Sooty
Shearwater melakukan migrasi paling panjang di planet Bumi ini.
Puffinus Griseus, demikian nama Latin burung laut itu, melakukan
perjalanan dari tempat mereka berbiak di Selandia Baru, melintasi
Samudra Pasifik, kemudian menuju tempat-tempat di mana mereka
menemukan makanan, seperti di Jepang, Alaska, dan California. Migrasi
Sooty berlangsung sekitar satu bulan, menempuh jarak sejauh 65.000
kilometer. Kembara Sooty membersitkan satu pertanyaan: Seberapa
jauhkah perjalanan yang masih akan kita tempuh dalam kehidupan ini?
Seperti Sooty, kita sedang menjelajah dan melintasi kehidupan yang
sarat ketidakpastian. Setiap hari kita hidup dalam modus
ketidakpastian. Meski ketidakpastian itu pasti, mengapa kita begitu
cemas, khawatir, takut, bahkan depresi, dan tak sedikit yang kemudian
apatis dan pasrah? Apakah karena kita sudah gamang menghadapi
perubahan? Ataukah karena kita terlalu bergairah mengharapkan
kepastian? Namun kabar baik di tengah ketidakpastian ini, kita masih
bisa berserah kepada Tuhan. Kita cukup mengayunkan langkah-langkah
iman kita, bukan mengkhawatirkan jalan yang sudah dilapangkan Tuhan
untuk kita. Anda dan saya harus berserah kepada Tuhan karena kita
tidak tahu kesulitan apa yang menghadang di depan. Seperti kata Daud,
“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia
akan bertindak.” Corrie Ten Boom juga menasihati, “Jangan pernah
takut memercayakan masa depan yang tidak pasti kepada Tuhan yang
sudah pasti” --ASA. TUHAN BERKUASA MENGATASI KETIDAKPASTIAN, JUGA
BERKUASA MENGGUNCANG SEGALA KEPASTIAN.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin, amin, amin. Doa bagi bangsa kota-kota. 1 Raja-Raja 8:44-45.
Dimana Salomo berdoa, di dalam pertempuran, begitu pun kita berdoa
memohon Tuhan berikan damaiMu Tuhan dalam menghadapi bangsa kita
Indonesia, berikanlah satu kali lagi pengampunan atas segala
dosa-dosa bangsa kami dan curahkan kuasaMu Tuhan seperti masa lalu,
Salomo berdoa bagi bangsa Israel. Begitu juga kita berdoa bagi bangsa
kita, Tuhan memberikan setiap aparat-aparat keamanan, pengertian,
hikmat. Kami bersyukur Tuhan pagi ini, Bapa terima kasih karena
firmanMu tidak akan jatuh ke tanah dengan sia-sia, tetapi Dia akan
kembali menyelamatkan bangsa ini dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin.
Happy Friday. JBU All.

No comments:
Post a Comment