Friday, 18 November 2016

18 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Mazmur 145:18, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” Amin. Ketika kita mengandalkan pikiran sendiri atau mencoba lari dari Tuhan, ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Namun syukur kepada Tuhan yang berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak-anakNya. Ketika kita datang kepadaNya dan berbalik dari pilihan-pilihan yang salah, DIA akan menyertai dan membimbing kita kembali. DIA DEKAT kepada setiap orang yang BERSERU kepadaNya dalam kesetiaan. Amin. Apakah kita sudah berseru kepadaNya pagi hari ini? Sebelm beraktivitas, datang dan temui DIA terlebih dahulu, maka sepanjang hari ini kita akan dibuatNya berhasil dan berjaya . Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat,18 November 2016. AMNESIA SPIRITUAL. Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu (Ulangan 8:11). Seorang pria terserang stroke. Belakangan, dia terkena amnesia, lupa hampir segalanya: pekerjaannya, teman-temannya, rumahnya, bahkan anak-istrinya. Karena pelbagai sebab, orang bisa terkena amnesia: kehilangan ingatan tentang sebagian atau semua hal yang merupakan bagian dari keberadaannya. Ulangan 8:11 memberi peringatan tentang “amnesia” yang lain, yakni amnesia spiritual. Amnesia spiritual tidak berkaitan dengan cedera otak. Pengidap amnesia spiritual melupakan hal yang paling penting, yakni Tuhan dan kehendak-Nya. Membunuh, mencuri, berdusta, adalah wujud-wujud amnesia spiritual. Semua bentuk pengabaian nilai moral, yakni kala kehendak Tuhan diabaikan, adalah wujud amnesia spiritual. Banyak contohnya. Jika saya lebih mementingkan mencari uang ketimbang memperhatikan anak-anak saya, saya mengidap amnesia spiritual. Mengapa? Saya lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan yang semestinya mendapatkan prioritas. Makin hari, makin banyak pasangan yang begitu mudah bercerai. Mereka mengidap amnesia spiritual, lupa bahwa Tuhan menghendaki agar mereka berjuang untuk setia. Ketika kita mencampakkan respek terhadap perbedaan dan memilih bertindak disintegratif, kita mengidap amnesia spiritual: abai bahwa Tuhan menghendaki kita merangkul semua orang tanpa kecuali. Akankah kita mengidap amnesia spiritual? Itu bergantung pada pilihan kita. Tetapi, Alkitab mengingatkan, jangan memilih untuk menjadi pengidap amnesia spiritual. Pilihlah untuk melekat pada kehendak Tuhan. SEMUA SIKAP DAN TINDAKAN YANG MENGABAIKAN KEHENDAK TUHAN ADALAH MANIFESTASI DARI AMNESIA SPIRITUAL. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Pertemuan dengan orang sevisi menyalakan kembali api dalam diri.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment