MAN
IN THE MIRROR
“Belajar
dari Masa Lalu”.
Tuhan Yesus menerima kita apa adanya, masa lalu yang gagal, masa lalu
yang kelam sekalipun DIA mampu mengubahkan
kita .
Firman Tuhan berkata didalam 2 Korintus 5:17, “Jadi
siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama
sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Sebelum kita mengenal Kristus, kita hanya mengiikuti keinginan kita
sendiri dan gaya hidup kita mencerminkan hal itu. Tetapi saat kita
berbalik / bertobat / mengenal Kristus, hidup kita diubahkan.
Semuanya ini dari Allah yang dengan perantaraan Kristus telah
mendamaikan kita dengan diriNya (2 Kor 5:18). Hidup sebagai “Ciptaan
Baru” tidak selalu mudah, dibutuhkan waktu, suatu proses untuk
melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan lama. Namun seiring
berjalannya waktu Roh Kudus yang ada didalam setiap hati kita akan
bekerja didalam hidup kita dan memberi kekuatan hati dan pemahaman
tentang Kasih Kristus. Jadi sebagai Ciptaan Baru kita bebas
melangkah
untuk meninggalkan masa lalu. Terima kasih untuk masa depan kami,
terima kasih untuk kuasa kebangkitanMu, kemenanganMu, Engkau sudah
mengampuni dosa-dosa masa lalu kami, sehingga kami boleh menikmati
hidup baru didalam Engkau. Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Amin!
Karena Roh Kudus pasti memberitahukan sikap hati yang harus kita
munculkan. Yang kita perlukan hanyalah kemauan untuk taat. Saat ada
kemauan, pasti ada anugerah yang Tuhan berikan. Tadinya mungkin
terasa berat, tetapi menjadi mudah, itu tanda bahwa demons yang
mencoba mencari kesempatan telah pergi menjauh dari kehidupan kita.
Setelah jaga sikap hati, pastikan tetap seturut dengan kebenaran.
Langsung redam / putuskan / singkirkan imajinasi yang mulai
mengimajinasikan niatan ingin membalas atau bereaksi negatif. Dengan
cara memperkatakan firman, mengimajinasikan sifat-sifat yang Roh
Kudus berikan. Sering melakukan pelatihan rutin memperkatakan firman
menubuatkan firman dan mengimajinasikan firman sampai emosi kita
alami perubahan ke arah positif. Semakin sering latihan maka semakin
ahli diri kita dalam menjaga diri dan menolak serangan demons. Segala
sesuatu pasti mendatangkan kebaikan bagi kita yang mencintai Dia
(Efesus 6:10-20, Galatia 5:1-26). Happy Wednesday. JBU All.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Anda
pasti mengenal John Wilkes Booth yang terkenal karena perbuatan
buruknya. Ia membunuh Presiden Abraham Lincoln pada tahun 1865. Akan
tetapi, apakah Anda juga pernah mendengar tentang Edwin Booth, kakak
tertua John? Edwin, seorang aktor terkenal, sedang menunggu kereta di
stasiun kota Jersey ketika ia melihat seseorang terpeleset &
hampir jatuh dari pinggiran pintu kereta. Edwin segera meraih kerah
kemeja laki-laki tersebut & menariknya untuk menyelamatkannya,
Edwin telah menghindarkannya dari luka serius atau kematian. Siapakah
lelaki yang di selamatkan itu? Lelaki itu adalah Robert, putra
Abraham Lincoln, seorang prajurit yang ikut dalam Perang Saudara.
Alangkah ironisnya... Seseorang yang menyelamatkan putra Abraham
Lincoln mempunyai saudara laki-laki yang tidak lama kemudian membunuh
sang presiden. Yang 1 menyelamatkan kehidupan; Yang 1 lagi mengambil
kehidupan. Yang 1 memilih hidup; Yang 1 lagi memilih mati. “Aku
memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini:
kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.
Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun
keturunanmu” (Ulangan 30:19). Kita pun harus memilih kehidupan atau
kematian. Kita bisa menerima YESUS sebagai JURU SELAMAT kita &
hidup bersamaNYA selamanya. Pilihan yang kedua, kita menolak DIA &
hidup dalam kegelapan selamanya tanpa DIA. PILIHAN KITA HARI INI
MENENTUKAN MASA DEPAN KITA. “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu
pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi
Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan
berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau
hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu”
(Ulangan 30:15-16). GBU all...
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 2 November 2016. MAHKOTA KEPUASAN. Asal ada makanan dan
pakaian, cukuplah (1 Timotius 6:8). Dalam King Henry VI, William
Shakespeare menulis, “My crown is called content. A crown it is
that seldom kings enjoy.” Mahkotaku adalah rasa puas. Itulah
mahkota yang para raja jarang menikmatinya. Banyak orang mengira,
kepuasan didapat jika semua rencana tertunaikan, segala keinginan
terwujud, dan tiap hasrat terpenuhi. Tetapi, perhatikanlah. Ketika
sebuah rencana tertunaikan, lahirlah rencana-rencana lain. Kala suatu
keinginan terwujud, bermunculanlah keinginan-keinginan baru. Begitu
hasrat tertentu terpenuhi, hasrat-hasrat berikutnya berdesakan
menuntut pemenuhan. Ternyata, pemenuhan rencana, keinginan, maupun
hasrat tidak mengantar pada kepuasan. Kenapa? Kepuasan bukanlah soal
terpenuhinya rencana, hasrat, maupun keinginan. Kepuasan adalah
merasa cukup dengan yang dipunyai, dan berbahagia karena apa yang
ada. Rasul Paulus memilih kiasan yang sangat sederhana untuk
menandaskan pesannya, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.”
Rasul Paulus tidak mengatakan bahwa kebutuhan lain tidak bermakna.
Dengan kiasan itu, ia ingin menegaskan, agar kita merasa cukup dan
berbahagia dengan apa yang ada. Caranya? Jangan mendasarkan kepuasan
pada pemenuhan rencana, hasrat, maupun keinginan. Jangan menjadi
seperti banyak raja, yang-kata Shakespeare-memiliki hampir segalanya
tetapi tak pernah merasa puas. Tak ada jalan lain, kita harus
mengubah orientasi kita, dan tegas mendidik hati kita sendiri, agar
merasa cukup dengan yang kita miliki, dan berbahagia dengan apa yang
ada. KEPUASAN LAHIR DARI RASA CUKUP ATAS APA YANG DIPUNYAI, DAN
BERBAHAGIA KARENA APA YANG ADA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan
Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment