Wednesday, 2 November 2016

2 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Belajar dari Masa Lalu”. Tuhan Yesus menerima kita apa adanya, masa lalu yang gagal, masa lalu yang kelam sekalipun DIA mampu mengubahkan kita . Firman Tuhan berkata didalam 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Sebelum kita mengenal Kristus, kita hanya mengiikuti keinginan kita sendiri dan gaya hidup kita mencerminkan hal itu. Tetapi saat kita berbalik / bertobat / mengenal Kristus, hidup kita diubahkan. Semuanya ini dari Allah yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya (2 Kor 5:18). Hidup sebagai “Ciptaan Baru” tidak selalu mudah, dibutuhkan waktu, suatu proses untuk melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan lama. Namun seiring berjalannya waktu Roh Kudus yang ada didalam setiap hati kita akan bekerja didalam hidup kita dan memberi kekuatan hati dan pemahaman tentang Kasih Kristus. Jadi sebagai Ciptaan Baru kita bebas melangkah untuk meninggalkan masa lalu. Terima kasih untuk masa depan kami, terima kasih untuk kuasa kebangkitanMu, kemenanganMu, Engkau sudah mengampuni dosa-dosa masa lalu kami, sehingga kami boleh menikmati hidup baru didalam Engkau. Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Karena Roh Kudus pasti memberitahukan sikap hati yang harus kita munculkan. Yang kita perlukan hanyalah kemauan untuk taat. Saat ada kemauan, pasti ada anugerah yang Tuhan berikan. Tadinya mungkin terasa berat, tetapi menjadi mudah, itu tanda bahwa demons yang mencoba mencari kesempatan telah pergi menjauh dari kehidupan kita. Setelah jaga sikap hati, pastikan tetap seturut dengan kebenaran. Langsung redam / putuskan / singkirkan imajinasi yang mulai mengimajinasikan niatan ingin membalas atau bereaksi negatif. Dengan cara memperkatakan firman, mengimajinasikan sifat-sifat yang Roh Kudus berikan. Sering melakukan pelatihan rutin memperkatakan firman menubuatkan firman dan mengimajinasikan firman sampai emosi kita alami perubahan ke arah positif. Semakin sering latihan maka semakin ahli diri kita dalam menjaga diri dan menolak serangan demons. Segala sesuatu pasti mendatangkan kebaikan bagi kita yang mencintai Dia (Efesus 6:10-20, Galatia 5:1-26). Happy Wednesday. JBU All.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Anda pasti mengenal John Wilkes Booth yang terkenal karena perbuatan buruknya. Ia membunuh Presiden Abraham Lincoln pada tahun 1865. Akan tetapi, apakah Anda juga pernah mendengar tentang Edwin Booth, kakak tertua John? Edwin, seorang aktor terkenal, sedang menunggu kereta di stasiun kota Jersey ketika ia melihat seseorang terpeleset & hampir jatuh dari pinggiran pintu kereta. Edwin segera meraih kerah kemeja laki-laki tersebut & menariknya untuk menyelamatkannya, Edwin telah menghindarkannya dari luka serius atau kematian. Siapakah lelaki yang di selamatkan itu? Lelaki itu adalah Robert, putra Abraham Lincoln, seorang prajurit yang ikut dalam Perang Saudara. Alangkah ironisnya... Seseorang yang menyelamatkan putra Abraham Lincoln mempunyai saudara laki-laki yang tidak lama kemudian membunuh sang presiden. Yang 1 menyelamatkan kehidupan; Yang 1 lagi mengambil kehidupan. Yang 1 memilih hidup; Yang 1 lagi memilih mati. “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” (Ulangan 30:19). Kita pun harus memilih kehidupan atau kematian. Kita bisa menerima YESUS sebagai JURU SELAMAT kita & hidup bersamaNYA selamanya. Pilihan yang kedua, kita menolak DIA & hidup dalam kegelapan selamanya tanpa DIA. PILIHAN KITA HARI INI MENENTUKAN MASA DEPAN KITA. “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu” (Ulangan 30:15-16). GBU all...

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 2 November 2016. MAHKOTA KEPUASAN. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (1 Timotius 6:8). Dalam King Henry VI, William Shakespeare menulis, “My crown is called content. A crown it is that seldom kings enjoy.” Mahkotaku adalah rasa puas. Itulah mahkota yang para raja jarang menikmatinya. Banyak orang mengira, kepuasan didapat jika semua rencana tertunaikan, segala keinginan terwujud, dan tiap hasrat terpenuhi. Tetapi, perhatikanlah. Ketika sebuah rencana tertunaikan, lahirlah rencana-rencana lain. Kala suatu keinginan terwujud, bermunculanlah keinginan-keinginan baru. Begitu hasrat tertentu terpenuhi, hasrat-hasrat berikutnya berdesakan menuntut pemenuhan. Ternyata, pemenuhan rencana, keinginan, maupun hasrat tidak mengantar pada kepuasan. Kenapa? Kepuasan bukanlah soal terpenuhinya rencana, hasrat, maupun keinginan. Kepuasan adalah merasa cukup dengan yang dipunyai, dan berbahagia karena apa yang ada. Rasul Paulus memilih kiasan yang sangat sederhana untuk menandaskan pesannya, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Rasul Paulus tidak mengatakan bahwa kebutuhan lain tidak bermakna. Dengan kiasan itu, ia ingin menegaskan, agar kita merasa cukup dan berbahagia dengan apa yang ada. Caranya? Jangan mendasarkan kepuasan pada pemenuhan rencana, hasrat, maupun keinginan. Jangan menjadi seperti banyak raja, yang-kata Shakespeare-memiliki hampir segalanya tetapi tak pernah merasa puas. Tak ada jalan lain, kita harus mengubah orientasi kita, dan tegas mendidik hati kita sendiri, agar merasa cukup dengan yang kita miliki, dan berbahagia dengan apa yang ada. KEPUASAN LAHIR DARI RASA CUKUP ATAS APA YANG DIPUNYAI, DAN BERBAHAGIA KARENA APA YANG ADA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment