Thursday, 17 November 2016

17 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Efesus 4:15, “Tetapi dengan TEGUH berpegang kepada KEBENARAN di dalam KASIH kita BERTUMBUH di dalamSEGALA HAL ke arah DIA.” Mengapa menyatakan KEBENARAN itu penting? KEBENARAN adalah DASAR & APAPUN yang DIBANGUN diatasnya akan berdiri TEGUH. Menyatakan KEBENARAN harus disertai HATI yang penuh KASIH & MOTIVASI untuk membangun orang tersebut. Hanya orang yang DEWASA dapat menyatakan KEBENARAN pada orang lain dengan KASIH. Amsal 27:4, “Lebih baik teguran yang nyata nyata daripada KASIH yang TERSEMBUNYI.” Amin.

Ibu Caroline – Bandung
2 Tim 1:7 – “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Memperhatikan situasi seperti sekarang ini, dengan berbagai perubahan dan kondisi yang terjadi, hampir semua orang mengalami ketakutan: takut mengalami kegagalan, takut menghadapi hari esok dan sebagainya. Ketakutan adalah tanggapan emosi terhadap ancaman, suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Dari sudut psikologi ketakutan adalah wajar, salah satu emosi dasar manusia selain kebahagiaan, kesedihan dan kemarahan. Namun ketakutan akan menjadi masalah besar bila dibiarkan berlarut-larut atau berkepanjangan, karena ketika kita terus dikuasai olehnya, sukacita dan damai sejahtera kita akan terampas. Janji penyertaan Tuhan adalah jaminannya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5b). Oleh karenanya “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10). Di segala keadaan, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun, yakinlah kita tidak bergumul sendirian, ada Tuhan beserta kita dan penyertaan-Nya itu sungguh sempurna. Agar kita tidak takut, senantiasalah dekat dengan Tuhan, sebab “Hanya dekat Allah saja aku tenang,” (Mazmur 62:2), hanya Tuhanlah yang dapat memberikan ketenteraman dan rasa aman bagi kita. Penyertaan Tuhan adalah jaminan kita untuk tidak takut di segala situasi! Gbu.

Xavier Quentin Pranata
Lelah badan masih bisa ditanggung, lelah pikiran harus datang kepada Yang Maha Agung.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 17 November 2016. CURIGA BERLEBIHAN. Berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun: “Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu...? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk mengintai dan menghancurkan negeri ini...?” (1 Tawarikh 19:3). Dalam novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer, dikisahkan bahwa salah satu titik kehancuran Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, adalah kecurigaannya yang berlebihan kepada bawahan. Akibatnya, ia mengambil berbagai keputusan yang tidak bijaksana. Dan kendali atas seluruh perangkat pemerintahannya pelan-pelan jatuh ke tangan Dedes, istrinya, dan Arok, panglima pasukannya. Akhirnya, Tunggul Ametung dikudeta dan mati di tangan Kebo Ijo, anggota pasukannya sendiri. Nasib tragis karena curiga berlebihan pun dialami oleh Hanun, raja bani Amon yang baru saja naik takhta menggantikan Nahas, ayahnya. Daud, yang merasa memiliki hubungan baik dengan Nahas, mengirimkan utusan untuk menyampaikan pesan bela sungkawa. Siapa sangka, itikad baik ini justru diterima dengan penuh kecurigaan. Hanun bahkan sengaja mempermalukan para utusan Daud. Perang pun pecah. Bani Amon kalah sehingga harus menanggung kerugian harta dan nyawa yang sebetulnya tidak perlu terjadi kalau saja Hanun tidak gegabah akibat kecurigaannya. Kewaspadaan memang perlu, apalagi mengingat banyaknya kasus kejahatan dan penipuan. Tetapi, jangan sampai kewaspadaan ini membuat kita menjadi curiga berlebihan kepada semua orang. Sikap ini dapat membuat kita merasa tidak tenang dan mengambil berbagai keputusan yang tidak bijak. Selain itu, ada orang-orang yang sebetulnya memang tulus, tetapi kita perlakukan dengan semena-mena gara-gara kecurigaan yang berlebihan. WASPADA ITU PERLU, TAPI CURIGA BERLEBIHAN HANYA MENDATANGKAN KERUGIAN. Selamat pagi. Semangat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment