Friday, 25 November 2016

25 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Kasih yang Tak Bersyarat. Yeremia 31:3, “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Roma 5:8, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Kasih Allah tak pernah berkesudahan sampai kapanpun. IA selalu menanti kita untuk datang kepadaNya disaat kita senang maupun sedih. Dasar atas bukti kasih Allah adalah Salib, yang diatasnya Yesus mati demi dosa-dosa kita. Kematian Yesus adalah bentuk kasih, karena DIA mati bagi mereka yang disebut sebagai pendosa. Bukti kasih Allah itu menjadi pusat dari iman kita, yaitu kematian Anak Allah yang tak berdosa bagi kita umatNya yang tidak layak. Terima kasih Tuhan Yesus karena kasihMu selalu ada bagi kami tanpa syarat, Engkaulah sumber kekuatan kami & lewat kasihMu kami mengenal untuk mengasihi sesama kami. Amin.

GNCC
Selamat pagi... Untuk mendandani yang DI LUAR hanya butuh waktu SINGKAT, tetapi untuk mendandani yang DI DALAM butuh waktu yang SANGAT PANJANG. “Tuhan melihat hati”. BE BLESSED. #gncc #unitedbygrace #tuhanmelihathati

Xavier Quentin Pranata
Kita sering salah duga bahwa orang mengeluh karena ada masalah, padahal justru karena kita mengeluh maka masalah berdatangan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 25 November 2016. MARTABAK ISTIMEWA. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (Matius 5:39). Pernah beli martabak telur? Yang biasa atau yang istimewa? Harganya pasti berbeda. Tentu saja! Yang satu hanya telur dan sayur, yang lain telurnya banyak, sayur dan daging dalam porsi yang mantap. Itulah sebabnya ia disebut istimewa. Karena memang ada yang membedakan. Apakah kesaksian hidup kita juga istimewa? Kita sering kurang adil terhadap hukum Taurat dengan menganggapnya kurang baik. Misalnya, kita mengkritik ajaran “mata ganti mata dan gigi ganti gigi”. Padahal, ini justru adil. Memang mengandung pembalasan, namun pembalasan yang adil, bukan? Kita malah sering melakukan yang lebih parah dari ini. Bila kita dipukul satu kali kita membalas dengan mengeroyok. Bila kita digosipkan dengan berbisik-bisik, kita balas dengan terang-terangan mengkampanyekan kebusukan si penggosip. Bila kita tertipu uang sejumlah tertentu, kita membalas dengan merugikan orang itu dalam jumlah yang berlipat. Lebih buruk, bukan? Di sinilah istimewanya ajaran Yesus. Berbeda. Taurat dan kita menuntut pembalasan, tetapi Yesus mengajarkan, “Bila ditampar pipi kananmu, berikanlah kepadanya pipi kirimu.” Mengejutkan, bukan? Berbeda dari harapan si penampar. Mengapa? Karena Anda bertindak tidak lazim, tak terduga. Anda beraksi, bukan bereaksi. Anda bertindak dari kemerdekaan Anda, bukan mengikuti hukum secara buta. Inilah intisari pesan Yesus. Dengan demikian, orang lain yang berurusan dengan Anda akan berpikir lebih mendalam dan belajar sesuatu. Istimewa, bukan? HUKUM MANUSIA MENGAJARKAN PEMBALASAN DENDAM, TUHAN YESUS MENGAJARI KITA MEMBALAS DENGAN KASIH. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment