MAN
IN THE MIRROR
Kasih
yang Tak Bersyarat. Yeremia 31:3, “Dari
jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan
kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”
Roma 5:8, “Akan tetapi
Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah
mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Kasih Allah tak pernah berkesudahan sampai kapanpun. IA selalu
menanti kita untuk datang kepadaNya disaat kita senang maupun sedih.
Dasar atas bukti kasih Allah adalah Salib, yang diatasnya Yesus mati
demi dosa-dosa kita. Kematian Yesus adalah bentuk kasih, karena DIA
mati bagi mereka yang disebut sebagai pendosa. Bukti kasih Allah itu
menjadi pusat dari iman kita, yaitu kematian Anak Allah yang tak
berdosa bagi kita umatNya yang tidak layak. Terima kasih Tuhan Yesus
karena kasihMu selalu ada bagi kami tanpa syarat, Engkaulah sumber
kekuatan kami & lewat kasihMu kami mengenal untuk mengasihi
sesama kami. Amin.
GNCC
Selamat
pagi... Untuk mendandani yang DI LUAR hanya butuh waktu SINGKAT,
tetapi untuk mendandani yang DI DALAM butuh waktu yang SANGAT
PANJANG. “Tuhan melihat hati”. BE BLESSED. #gncc #unitedbygrace
#tuhanmelihathati
Xavier
Quentin Pranata
“Kita
sering salah duga bahwa orang mengeluh karena ada masalah, padahal
justru karena kita mengeluh maka masalah berdatangan.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 25 November 2016. MARTABAK ISTIMEWA. Tetapi Aku berkata
kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,
melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga
kepadanya pipi kirimu (Matius 5:39). Pernah beli martabak telur? Yang
biasa atau yang istimewa? Harganya pasti berbeda. Tentu saja! Yang
satu hanya telur dan sayur, yang lain telurnya banyak, sayur dan
daging dalam porsi yang mantap. Itulah sebabnya ia disebut istimewa.
Karena memang ada yang membedakan. Apakah kesaksian hidup kita juga
istimewa? Kita sering kurang adil terhadap hukum Taurat dengan
menganggapnya kurang baik. Misalnya, kita mengkritik ajaran “mata
ganti mata dan gigi ganti gigi”. Padahal, ini justru adil. Memang
mengandung pembalasan, namun pembalasan yang adil, bukan? Kita malah
sering melakukan yang lebih parah dari ini. Bila kita dipukul satu
kali kita membalas dengan mengeroyok. Bila kita digosipkan dengan
berbisik-bisik, kita balas dengan terang-terangan mengkampanyekan
kebusukan si penggosip. Bila kita tertipu uang sejumlah tertentu,
kita membalas dengan merugikan orang itu dalam jumlah yang berlipat.
Lebih buruk, bukan? Di sinilah istimewanya ajaran Yesus. Berbeda.
Taurat dan kita menuntut pembalasan, tetapi Yesus mengajarkan, “Bila
ditampar pipi kananmu, berikanlah kepadanya pipi kirimu.”
Mengejutkan, bukan? Berbeda dari harapan si penampar. Mengapa? Karena
Anda bertindak tidak lazim, tak terduga. Anda beraksi, bukan
bereaksi. Anda bertindak dari kemerdekaan Anda, bukan mengikuti hukum
secara buta. Inilah intisari pesan Yesus. Dengan demikian, orang lain
yang berurusan dengan Anda akan berpikir lebih mendalam dan belajar
sesuatu. Istimewa, bukan? HUKUM MANUSIA MENGAJARKAN PEMBALASAN
DENDAM, TUHAN YESUS MENGAJARI KITA MEMBALAS DENGAN KASIH. Selamat
pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment