MAN
IN THE MIRROR
1
Yohanes 4:19, “Kita
mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Iman dan pengharapan itu penting bagi hidup orang percaya. Roma 5:1,
“Sebab itu, kita yang
dibenarkan karena IMAN, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah
oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”
Dan PENGHARAPAN yang disebutkan dalam Kitab Ibrani 6:19, “PENGHARAPAN
itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah
dilabuhkan sampai ke belakang tabir.”
Kelak suatu hari nanti, kita tidak lagi memerlukan Iman dan
Pengharapan sebab Iman akan menjadi penglihatan dan Pengharapan kita
akan diwujudkan ketika kita bertemu dengan Juruselamat kita. Namun
Kasih itu kekal karena KASIH itu berasal dari Allah (1 Yoh 4:7, 8). 1
Korintus 13:13, “Demikianlah
tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan KASIH, dan yang
paling besar di antaranya ialah KASIH.”
Terima kasih Tuhan untuk KASIH SETIAMu melalui keluarga, teman-teman
dan sahabat-sahabatku, tolong kami untuk menujukkan kasihMu kepada
sesama kami hari ini. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika
setiap kita mementingkan ego, tanpa terasa kita jadi bego.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 29 November 2016. BEBEK ATAU IKAN PAUS? Apa matamu
lihat, jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan (Amsal 25:8).
Di sebuah hotel di Bogor ada kolam renang. Di dasar kolam itu ada
sebuah corak berwarna hitam. Sepintas terlihat mirip gambar bebek.
Masalahnya, kenapa tidak terlalu seperti bebek ya? Setelah saya
perhatikan dengan lebih saksama, baru terlihat ternyata itu gambar
paus pembunuh (orca). Corak hitam yang saya lihat itu adalah bagian
atas ikan itu. Bagian bawah yang berwarna putih tadi tidak terlihat
sehingga saya gagal mengenalinya. Pengalaman ini mengingatkan saya
akan pentingnya untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Suatu
hal yang juga Tuhan ajarkan untuk orang Israel terapkan kepada mereka
yang diduga terkena penyakit kusta. Penyakit kusta sendiri adalah
penyakit menular yang cukup berbahaya pada zaman itu sehingga perlu
penanganan yang tepat. Tetapi, beban yang harus ditanggung oleh
seseorang yang sudah divonis terkena kusta juga tidak ringan.
Biasanya ia akan diasingkan dari masyarakatnya (ay. 45-46). Sungguh
tragis kalau sampai seseorang yang sebetulnya tidak kena kusta harus
menerima perlakuan ini. Karena itu Tuhan memerintahkan mereka untuk
memeriksa dengan saksama dulu sebelum mengambil kesimpulan. Salah
satu caranya dengan melihat perkembangan keadaan orang tersebut
selama tujuh hari. Hal ini juga perlu kita terapkan dalam hidup kita
sehari-hari. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kumpulkan
dulu informasi sebanyak-banyaknya dan pertimbangkan dengan saksama.
Memang repot, tapi harus dijalani untuk mendapat kesimpulan yang
lebih tepat. JANGAN TERLALU CEPAT MENGAMBIL KESIMPULAN,
PERTIMBANGKANLAH DENGAN SAKSAMA LEBIH DULU. Selamat pagi. Selamat
berkarya. Tetap Semangat. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment