Tuesday, 29 November 2016

29 November 2016

MAN IN THE MIRROR




1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Iman dan pengharapan itu penting bagi hidup orang percaya. Roma 5:1, “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena IMAN, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Dan PENGHARAPAN yang disebutkan dalam Kitab Ibrani 6:19, “PENGHARAPAN itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.” Kelak suatu hari nanti, kita tidak lagi memerlukan Iman dan Pengharapan sebab Iman akan menjadi penglihatan dan Pengharapan kita akan diwujudkan ketika kita bertemu dengan Juruselamat kita. Namun Kasih itu kekal karena KASIH itu berasal dari Allah (1 Yoh 4:7, 8). 1 Korintus 13:13, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan KASIH, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH.” Terima kasih Tuhan untuk KASIH SETIAMu melalui keluarga, teman-teman dan sahabat-sahabatku, tolong kami untuk menujukkan kasihMu kepada sesama kami hari ini. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Ketika setiap kita mementingkan ego, tanpa terasa kita jadi bego.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 29 November 2016. BEBEK ATAU IKAN PAUS? Apa matamu lihat, jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan (Amsal 25:8). Di sebuah hotel di Bogor ada kolam renang. Di dasar kolam itu ada sebuah corak berwarna hitam. Sepintas terlihat mirip gambar bebek. Masalahnya, kenapa tidak terlalu seperti bebek ya? Setelah saya perhatikan dengan lebih saksama, baru terlihat ternyata itu gambar paus pembunuh (orca). Corak hitam yang saya lihat itu adalah bagian atas ikan itu. Bagian bawah yang berwarna putih tadi tidak terlihat sehingga saya gagal mengenalinya. Pengalaman ini mengingatkan saya akan pentingnya untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Suatu hal yang juga Tuhan ajarkan untuk orang Israel terapkan kepada mereka yang diduga terkena penyakit kusta. Penyakit kusta sendiri adalah penyakit menular yang cukup berbahaya pada zaman itu sehingga perlu penanganan yang tepat. Tetapi, beban yang harus ditanggung oleh seseorang yang sudah divonis terkena kusta juga tidak ringan. Biasanya ia akan diasingkan dari masyarakatnya (ay. 45-46). Sungguh tragis kalau sampai seseorang yang sebetulnya tidak kena kusta harus menerima perlakuan ini. Karena itu Tuhan memerintahkan mereka untuk memeriksa dengan saksama dulu sebelum mengambil kesimpulan. Salah satu caranya dengan melihat perkembangan keadaan orang tersebut selama tujuh hari. Hal ini juga perlu kita terapkan dalam hidup kita sehari-hari. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kumpulkan dulu informasi sebanyak-banyaknya dan pertimbangkan dengan saksama. Memang repot, tapi harus dijalani untuk mendapat kesimpulan yang lebih tepat. JANGAN TERLALU CEPAT MENGAMBIL KESIMPULAN, PERTIMBANGKANLAH DENGAN SAKSAMA LEBIH DULU. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tetap Semangat. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment