Sunday, 13 November 2016

13 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Cell Group Celebration. Filipi 2:5, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” Apa yang menjadi dasar hidup kita untuk berbagi kasihNya kepada sesama? Biarlah pikiran & perasaan yang ada didalam Kristus Yesus itu yang akan menjadi dasar hidup kita dalam berfellowship / berkomunitas sel, sehingga kita dijauhkan dari perasaan iri hati, perpecahan dll sehingga dapat maju bersama untuk memuliakan Tuhan & melayani dengan setia! Amin. Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita sudah terhubung dengan Komunitas Sel & bertumbuh secara ROHANI, apakah kita sudah dimuridkan & memuridkan juga? Apakah kita siap menjadi pemimpin yang berhati HAMBA? Siap membangkitkan pemimpin-pemimpin yang berikutnya?? Mari kita rayakan bersama “Cell Group Celebration” hari ini sebagai ucapan syukur kita bahwa Tuhan telah menempatkan kita sebagai perpanjanjagan tanganNya melayani jiwa-jiwa! Jadikan Komunitas Sel tempat yang siap melayani jiwa-jiwa: MENGUBAH HIDUP sesama, menjadi pribadi yang lebih baik . Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 13 November 2016. KAU DENGAR PENGGILAN-NYA? Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (Kejadian 12:1). Saya menyukai lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya”. Mungkin karena lagu ini bernuansa mesra. Tuhan memanggil saya, dan saya menjawab, “Ya, ya, ya.” Rasanya dekat. Akrab. Pribadi. Bila nama kita dipanggil, kita merasa ada pihak yang mau berurusan dengan kita. Kita merasa ada. Kita berasa berguna. Kita merasa dianggap. Bila yang memanggil adalah Tuhan, bukankah itu rahmat? Abram dipanggil Tuhan untuk “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (ay. 1). Sebuah perintah yang tak jelas arah tujuannya. Toh Abram tetap berangkat. Ini tentu saja perjalanan yang beresiko. Apalagi ia membawa istri, keponakan, dan harta benda mereka. Ia sampai ke Kanaan dan menjumpai firman Tuhan bahwa negeri ini akan diberikan kepada keturunannya. Namun, ia terus pindah ke Betel, lalu berangkat ke tanah Negeb (ay. 9). Apakah gerangan yang menggerakkan Abram memulai dan meneruskan perjalanannya? Tak lain imannya kepada Tuhan. Tuhan menjadi jangkar keyakinan Abram berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengikuti maksud-Nya menuju negeri yang dijanjikan dan mengalami hidup penuh berkat (ay. 2). Abram tak tahu tujuan, namun ia berjalan terus karena ia mengenal dan beriman kepada Tuhan yang memanggilnya. Adakah iman Abram mendorong kita untuk memercayai Tuhan dalam pertimbangan kita mengambil keputusan? Panggilan Tuhan perlu terus kita cari dengan hati yang terbuka, agar hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Jalan hidup memang tak sepenuhnya jelas, tapi bersama Dia mestinya kita melangkah tegas. BERIMAN BERARTI MEMERCAYAI TUHAN DI ATAS APA PUN JUGA YANG LAIN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Kedermawanan membuat dunia penuh harapan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment