MAN
IN THE MIRROR
Cell
Group Celebration.
Filipi 2:5, “Hendaklah
kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
Apa yang menjadi dasar hidup kita untuk berbagi kasihNya kepada
sesama? Biarlah pikiran & perasaan yang ada didalam Kristus Yesus
itu yang akan menjadi dasar hidup kita dalam berfellowship /
berkomunitas sel, sehingga kita dijauhkan dari perasaan iri hati,
perpecahan dll sehingga dapat maju bersama untuk memuliakan Tuhan &
melayani dengan setia! Amin. Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah
kita sudah terhubung dengan Komunitas Sel & bertumbuh secara
ROHANI, apakah kita sudah dimuridkan & memuridkan juga? Apakah
kita siap menjadi pemimpin yang berhati HAMBA? Siap membangkitkan
pemimpin-pemimpin yang berikutnya?? Mari kita rayakan bersama “Cell
Group Celebration”
hari ini sebagai ucapan syukur kita bahwa Tuhan telah menempatkan
kita sebagai perpanjanjagan tanganNya melayani jiwa-jiwa! Jadikan
Komunitas Sel tempat yang siap melayani jiwa-jiwa: MENGUBAH HIDUP
sesama, menjadi pribadi yang lebih baik .
Amin.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 13 November 2016. KAU DENGAR PENGGILAN-NYA?
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari
sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan
Kutunjukkan kepadamu” (Kejadian 12:1). Saya menyukai lagu “Dengar
Dia Panggil Nama Saya”. Mungkin karena lagu ini bernuansa mesra.
Tuhan memanggil saya, dan saya menjawab, “Ya, ya, ya.” Rasanya
dekat. Akrab. Pribadi. Bila nama kita dipanggil, kita merasa ada
pihak yang mau berurusan dengan kita. Kita merasa ada. Kita berasa
berguna. Kita merasa dianggap. Bila yang memanggil adalah Tuhan,
bukankah itu rahmat? Abram dipanggil Tuhan untuk “ke negeri yang
akan Kutunjukkan kepadamu” (ay. 1). Sebuah perintah yang tak jelas
arah tujuannya. Toh Abram tetap berangkat. Ini tentu saja perjalanan
yang beresiko. Apalagi ia membawa istri, keponakan, dan harta benda
mereka. Ia sampai ke Kanaan dan menjumpai firman Tuhan bahwa negeri
ini akan diberikan kepada keturunannya. Namun, ia terus pindah ke
Betel, lalu berangkat ke tanah Negeb (ay. 9). Apakah gerangan yang
menggerakkan Abram memulai dan meneruskan perjalanannya? Tak lain
imannya kepada Tuhan. Tuhan menjadi jangkar keyakinan Abram berpindah
dari satu tempat ke tempat lain untuk mengikuti maksud-Nya menuju
negeri yang dijanjikan dan mengalami hidup penuh berkat (ay. 2).
Abram tak tahu tujuan, namun ia berjalan terus karena ia mengenal dan
beriman kepada Tuhan yang memanggilnya. Adakah iman Abram mendorong
kita untuk memercayai Tuhan dalam pertimbangan kita mengambil
keputusan? Panggilan Tuhan perlu terus kita cari dengan hati yang
terbuka, agar hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Jalan hidup
memang tak sepenuhnya jelas, tapi bersama Dia mestinya kita melangkah
tegas. BERIMAN BERARTI MEMERCAYAI TUHAN DI ATAS APA PUN JUGA YANG
LAIN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus
memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Kedermawanan
membuat dunia penuh harapan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment