Monday, 30 November 2015

TEMPTATION Part 4

TEMPTATION


 TEMPTATION Part 4
“ASUMSI”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 22 November 2015)


Hari ini kita masuk ke bagian yang ke-4, kita lihat pencobaan kedua yang dialami Yesus. Pencobaan ini hampir tidak kentara. Hampir tidak seperti godaan. Jadi kita harus hati-hati. Semakin rohani Anda, semakin lama Anda menjadi orang Kristen, semakin besar hal ini bisa terjadi. Anda yang mungkin lebih baru, ini lebih kecil kemungkinannya buat Anda.

Godaan yang kedua adalah:
GODAAN UNTUK BERASUMSI TENTANG TUHAN
(Beranggapan tentang Tuhan)

Matius 4:5
Menarik – Iblis pakai setting yang berbeda-beda untuk tiap godaan. Tujuannya dibawa ke bubungan Bait Allah adalah supaya mereka bisa lihat ke bawah, ke halaman Bait Allah (Bait Allah itu gereja kalau zaman sekarang). Supaya mereka bisa lihat Imam Kepala, pemimpin yang ini, yang itu, orang Yahudi yang mau ibadah, melakukan ritual agama, dll…
Orang-orang ini akan menjadi salah satu challenge terbesar Yesus pada pelayananNya di dunia nanti. Orang-orang ini akan meragukan Yesus. Mereka menunggu sosok “Mesias” (Penyelamat) yang datang dengan cara yang dramatis, dengan cara yang spektakuler. Tapi rencana Bapa untuk kedatangan Yesus berbeda.


Dan ini yang Iblis goda supaya Yesus lakukan!

Matius 4:6
Dan menarik, Iblis mengutip (meng-quote) ayat Firman Tuhan kepada Yesus!

Sadar/tidak sadar, kita SERING lakukan hal ini dengan Tuhan. Kita bilang “Tuhan, Tuhan pasti akan tolong aku 'kan? Tuhan akan berkati aku lah, ya 'kan? Afterall Tuhan 'kan Tuhan yang baik… Tuhan, nih, firmanMu berkata “Allahku akan memenuhi segala kebutuhanku menurut kekayaan dan kemuliaanNya”. Jadi Tuhan harus penuhi kebutuhanku! (Minggu lalu kan dikatakan, pegang firman Tuhan, baca firman Tuhan…)

Ini godaan untuk PRESUME AND ASSUME ON GOD.

Godaan untuk Berasumsi dan Beranggapan tentang Tuhan.

Kita jalan dengan cara kita sendiri, tapi paksa Tuhan untuk menolong kita. Itu BUKAN iman! Itu ASUMSI!! ANGGAPAN!!

Yesus kembali ke zaman sejarah…
Minggu lalu kita membahas tentang bangsa Israel, dulunya di Mesir – tempat perbudakan, tapi Tuhan bebaskan mereka. Tuhan bangkitkan Musa jadi pemimpin Israel, untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Setelah keluar dari Mesir, mereka berjalan di padang gurun selama 40 tahun. Di padang gurun, Tuhan beri mereka makan SETIAP PAGI. Minggu lalu kita membahas cerita ini. Sampai mereka tiba di padang gurun Sin (namanya memang Sin), sebuah tempat bernama Rafidim. Dan di situ mereka tidak menemukan air. Keluaran 17:2-3; Keluaran 17:7.

Buku Keluaran – cerita sejarah Israel;
Buku Ulangan – ditulis setelah bangsa itu tiba di Tanah Perjanjian.

Ulangan 6:16
Janganlah kamu mencobai Tuhan, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.

Jangan PAKSA TUHAN-mu. Iya benar, Dia maha pengasih, penyayang… tapi Dia adalah TUHAN.

Yesus berkata di Matius 4:7
Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN dalam menghadapi godaan untuk BERASUMSI tentang Tuhan??
1.      Selalu Pelajari Firman Tuhan. Makin dalam dan makin luas.
Minggu lalu kita membahas pentingnya kebiasaan & kehidupan membaca firman Tuhan. Ternyata, kebiasaan membaca firman Tuhan barulah AWALNYA.

Karena apa? Iblis pun juga membaca firman Tuhan. Buktinya dia pernah dengar dan dia bisa kutip ayat firman Tuhan. Tapi hanya mendengar saja tidak cukup. Jika kita ingin berkemenangan dalam hidup ini, kita harus MENGENAL dan MEMPELAJARI firman Tuhan, sampai firman itu HIDUP di dalam kita.

Yakobus 1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

2.      Belajar Memahami Waktu dan Cara Tuhan.
Pengkhotbah 3:11. Iblis akan menggoda kita untuk MENANTANG Tuhan, memaksa Tuhan untuk melakukan hal yang SPEKTAKULER. Sehingga, kalau tidak spektakuler berarti sepertinya bukan dari Tuhan. No No! Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga Ia akan senantiasa bekerja dengan rencanaNya yang terbaik untuk kita semua.

Conclusion:
Lagu “Great Is thy Faithfulness” (Besar SetiaMu) ditulis oleh Thomas Chisholm. Lagu ini lahir bukan dari sebuah mujizat spektakuler yang terjadi dalam kehidupan Thomas Chisholm, tapi dalam perjalanan dan pengalamannya merasakan, mengalami, dan menikmati “rahmat baru tiap tiap pagi” bersama Bapa di Surga (morning by morning, seeing new mercies).
“Selama hidup saya, saya tidak pernah merasakan punya pemasukan yang spektakuler, karena adanya masalah kesehatan yang saya rasakan, bahkan sampai hari tua. Tapi saya tidak boleh lupa mencatat kesetiaan Tuhan yang tidak pernah gagal; Dia memegang perjanjianNya; dan telah memberikan saya banyak cara untuk menunjukkan pemeliharaanNya, yang telah memenuhi hati saya dengan rasa syukur yang tidak terlukiskan dengan kata-kata.”

Mari kita tidak jatuh dalam godaan untuk “ngetes” Tuhan, atau memaksa Tuhan.
Mari kita KENAL dan PELAJARI FirmanNya, semakin mengerti WAKTU dan CARA-Nya, dan berjalan bersama Dia dari satu kemenangan kepada kemenangan berikutnya.



No comments:

Post a Comment