TEMPTATION
Roma 12:2, “Janganlah
kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Hidup Berkelimpahan bukan
hanya materi atau kehendak Tuhan, bukan
itu! Kehendak Tuhan adalah DATANG kepada Tuhan / God wisdom /
haus akan firmanNya. Kehendak Tuhan itu BAIK,
BERKENAN & SEMPURNA. Amin.
Respon 1
Amsal 25:21-22,
“Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah
dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan
TUHAN akan membalas itu kepadamu.” (GNCC)
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis,
19 November 2015. Kesukaran adalah Kebanggaan. Masa hidup kami tujuh puluh
tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah
kesukaran dan penderitaan (Mazmur 90:10). Ada yang berkata kehidupan ini berupa
untaian penderitaan. Masalah demi masalah datang silih berganti. Yang satu
belum selesai, yang lain sudah datang. Bahkan tak jarang lebih dari satu,
berurutan, atau serentak. Kehidupan terasa lebih banyak berisi dukacita
daripada sukacita. Kegembiraan yang terjadi pun sering semu belaka,
dibuat-buat, sehingga terkesan mengejek dan menyebalkan. Wah, begitu pesimistis
ya? Akan tetapi, nada muram seperti ini ternyata muncul juga dalam doa Musa.
Setelah mengakui perlindungan Allah, kekekalan-Nya, dan kedaulatan-Nya atas
waktu (ay. 1-2, 4), ia mengakui pula kefanaan dan kerentanan hidup manusia (ay.
3, 5-10). Bahkan, Musa menyimpulkan bahwa kehidupan ini sebagian besar berupa
“kesukaran dan penderitaan” (ay. 10). Uniknya, ia justru menyebutnya sebagai
“kebanggaan”. Bagaimana bisa? Ya, karena pengalaman hidup seperti itu dapat
menjadikan manusia kuat (“kebanggaan” di sini terjemahan dari kata rohib, yang
juga berarti “kekuatan”). Jadi, menurut Musa, kita bisa bangga karena kita kuat
menahan kesukaran dan penderitaan. Bukankah ia sendiri membuktikannya dalam 40
tahun kepemimpinannya atas umat Israel yang keras kepala itu? Jadi, kesukaran
dan penderitaan ternyata bisa menjadi kebanggaan dan kekuatan kita, ya? Tentu
saja, hal itu mestinya terjadi karena kita memilih mengikuti jalan Tuhan, bukan
menyimpang dan mengikuti jalan dosa (ay. 7-9, 11, dan 15). Kesukaran dan
penderitaan karena hidup dalam kebenaran, itulah yang menguatkan kita —HIS.
KESUKARAN DAN PENDERITAAN ADALAH SARANA PELATIHAN UNTUK MEMPERKUAT KEHIDUPAN
ORANG-ORANG BENAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment