Monday, 9 November 2015

9 November 2015

TEMPTATION



Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali- kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali- kali tidak akan meninggalkan engkau.’” Hidup ‘BERPADA’ = “Hidup dengan apa yang ada” & janjiNya kepada setiap kita apabila kita dapat “Hidup Berpada” maka IA tidak akan membiarkan kita maupun meninggalkan kita J. Amin. Di zaman yang sangat moderm saat ini sangat sulit untuk ‘tidak tergoda’ dengan hidup konsumtif, hidup dengan teknologi yang begitu canggih. Sebagai anak-anak Tuhan milikilah “pilihan yang tepat” yaitu Tetap Hidup Berpada & percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri. Amin.

Respon 1
Berjalanlah Terus. Yohanes 19:17, ‘Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.’ Meskipun berat, dan penuh dengan penderitaan, Yesus tetap berjalan maju menuju tempat DIA akan disalibkan. Yesus tidak menyerah ditengah jalan. Yesus tetap melangkah maju. Karena itu meskipun keadaan kita mungkin saat ini sedang berat, baiklah kita meneladani Tuhan Yesus yang tetap melangkah maju. Mazmur 126:5-6, ‘Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.’ Amin... Tuhan Yesus memberkati. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
“Cinta buta terhadap kekurangan, kasih mengoreksinya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 9 November 2015. Cara Pandang Alex. Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 Korintus 12:10). Sue Rhodes memiliki anak yang didiagnosis mengalami keterbelakangan mental. Namun, Alex, nama anak itu, selalu memandang hidup itu dengan cara yang sangat istimewa. Ia memberi tahu setiap orang bahwa Yesus tinggal dalam hatinya. Ketika pulang sekolah, ia tidak sabar memberi tahu ibunya bahwa hari ini Tuhan telah membantunya memahami pelajaran di sekolah. Saat mengatakan hal itu, Alex seolah-olah melihat Tuhan berdiri tepat di sampingnya. Ia tidak pernah terganggu oleh pendapat orang lain, tidak pula terganggu oleh cara pandang dunia. Ia mampu melihat Tuhan dengan cara yang barangkali lebih nyata dan dekat dari kebanyakan orang. Ujian iman sesungguhnya tampak ketika seseorang berada dalam kondisi lemah. Rasul Paulus pun pada akhirnya memahami mengapa Allah “menghadirkan” kelemahan di tubuhnya. Ia menyadari bahwa kelemahan membuatnya tidak tinggi hati. Kelemahan membuka matanya akan kehadiran Allah yang selalu menyertainya. Paulus belajar memandang hidupnya yang lemah itu dengan cara yang paling sederhana: mengucap syukur dan berterima kasih atas kasih karunia Allah. Kelemahan seperti apa yang sedang kita alami? Mari belajar memahami bahwa kehadiran Tuhan tidak ditentukan oleh seberapa baik atau buruknya kondisi kita. Mari belajar memandang hidup dengan cara yang paling sederhana: Belajar untuk tidak menyesali apa pun keberadaan hidup kita dan mengucapkan syukur atas kasih karunia Allah yang menguatkan kita hingga hari ini—SYS. SESULIT APA PUN SITUASI YANG KITA ALAMI, KASIH KARUNIA-NYA TAK PERNAH BERHENTI MENAUNGI KITA. Selamat pagi. Welcome Monday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)



No comments:

Post a Comment