TEMPTATION
Ibrani 13:5, “Janganlah
kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali- kali tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali- kali tidak akan meninggalkan engkau.’” Hidup ‘BERPADA’ =
“Hidup dengan apa yang ada” & janjiNya kepada setiap kita apabila kita
dapat “Hidup Berpada” maka IA tidak akan membiarkan kita maupun meninggalkan
kita J.
Amin. Di zaman yang sangat moderm saat ini sangat sulit untuk ‘tidak tergoda’ dengan
hidup konsumtif, hidup dengan teknologi yang begitu canggih. Sebagai anak-anak
Tuhan milikilah “pilihan yang tepat” yaitu Tetap Hidup Berpada &
percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri. Amin.
Respon 1
Berjalanlah Terus.
Yohanes 19:17, ‘Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang
bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.’ Meskipun berat, dan
penuh dengan penderitaan, Yesus tetap berjalan maju menuju tempat DIA akan
disalibkan. Yesus tidak menyerah ditengah jalan. Yesus tetap melangkah maju.
Karena itu meskipun keadaan kita mungkin saat ini sedang berat, baiklah kita
meneladani Tuhan Yesus yang tetap melangkah maju. Mazmur 126:5-6, ‘Orang-orang
yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang
dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.’ Amin... Tuhan Yesus
memberkati. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
“Cinta buta
terhadap kekurangan, kasih mengoreksinya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
9 November 2015. Cara Pandang Alex. Karena itu, aku senang dan rela di dalam
kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan
kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 Korintus
12:10). Sue Rhodes memiliki anak yang didiagnosis mengalami keterbelakangan
mental. Namun, Alex, nama anak itu, selalu memandang hidup itu dengan cara yang
sangat istimewa. Ia memberi tahu setiap orang bahwa Yesus tinggal dalam
hatinya. Ketika pulang sekolah, ia tidak sabar memberi tahu ibunya bahwa hari
ini Tuhan telah membantunya memahami pelajaran di sekolah. Saat mengatakan hal
itu, Alex seolah-olah melihat Tuhan berdiri tepat di sampingnya. Ia tidak pernah
terganggu oleh pendapat orang lain, tidak pula terganggu oleh cara pandang
dunia. Ia mampu melihat Tuhan dengan cara yang barangkali lebih nyata dan dekat
dari kebanyakan orang. Ujian iman sesungguhnya tampak ketika seseorang berada
dalam kondisi lemah. Rasul Paulus pun pada akhirnya memahami mengapa Allah
“menghadirkan” kelemahan di tubuhnya. Ia menyadari bahwa kelemahan membuatnya
tidak tinggi hati. Kelemahan membuka matanya akan kehadiran Allah yang selalu
menyertainya. Paulus belajar memandang hidupnya yang lemah itu dengan cara yang
paling sederhana: mengucap syukur dan berterima kasih atas kasih karunia Allah.
Kelemahan seperti apa yang sedang kita alami? Mari belajar memahami bahwa
kehadiran Tuhan tidak ditentukan oleh seberapa baik atau buruknya kondisi kita.
Mari belajar memandang hidup dengan cara yang paling sederhana: Belajar untuk
tidak menyesali apa pun keberadaan hidup kita dan mengucapkan syukur atas kasih
karunia Allah yang menguatkan kita hingga hari ini—SYS. SESULIT APA PUN SITUASI
YANG KITA ALAMI, KASIH KARUNIA-NYA TAK PERNAH BERHENTI MENAUNGI KITA. Selamat
pagi. Welcome Monday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment