Saturday, 14 November 2015

14 November 2015

TEMPTATION



Galatia 4:6-8, 6Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ 7Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. 8Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.” Amin. Salah satu pekerjaan Roh Kudus menciptakan perasaan KASIH di dalam HATI anak-anakNya, yang menyebabkan kita mengenal Allah sebagai ABBA/BAPA kita. Karena kita adalah Anak, maka IA mengutus Roh KudusNya tinggal dalam hidup kita. Jangan pernah tergoda untuk menyia-nyiakan KEMERDEKAAN (sebagai Anak bukan lagi Hamba) yang sudah IA berikan sebab jika kita adalah anak-anakNya maka kita adalah ‘Ahli Waris’ Kerajaan-Nya. Amin.

Respon 1
One secret of joy is to be continually grateful, not regretful. Satu rahasia untuk bersukacita adalah terus menerus bersyukur, bukan menyesal. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Maz 20:5 – Kiranya diberikan-NYA kepadamu apa yang kaukehendaki dan diberikan-NYA berhasil apa yang kaurancangkan! Terima kasih YESUSku buat keberhasilan yang KAU berikan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
“Jika kita menjadikan Tuhan gantungan hidup, itu lebih dari cukup.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 4
Salah satu pemikiran yang salah sehingga muncul penyalahgunaan kasih karunia ialah “jika kasih karunia Tuhan tidak terbatas & kita pasti dikasihi apapun keadaan kita, maka pasti kasih itu makin limpah & nyata dirasakan jika kita banyak berbuat dosa. Oleh sebab itu, bebaskan & jangan ragu lakukan berbagai dosa sebab semakin terbukti nanti kasih Allah yang pasti mengampuni & memaafkan kita.” Pikiran demikian jelas bukan berasal dari Tuhan yang memerintahkan untuk umat-Nya kudus bagi Dia, sebab Dia kudus adanya. Itu pula yang disinggung Rasul Paulus dalam Roma 6:1-2. Kasih karunia Tuhan memberikan kepada kita pengampunan & pembebasan atas ganjaran dosa-dosa kita yang begitu banyak itu. Kasih kaunia juga memberikan kuasa kepada kita untuk melawan & hidup berkemenangan atas dosa. Adalah sesuatu yang absurd jika kemudian oleh sebab kasih karunia itu besar makin membuat kita berani hidup dalam dosa. Allah kita penuh kasih karunia. Tapi Dia bukan Allah yang bodoh & bisa dipermainkan. Ada tujuan yang besar lagi indah melalui kasih karunia yang diberikan-Nya itu. Untuk menunjukkan pada dunia suatu kehidupan yang berbeda dari mereka. Meski banyak kelemahan dalam diri manusia, jelas umat percaya memiliki hidup yang suci, adil, tulus, jujur & penuh kasih. Ada kepribadian baru oleh karena sentuhan kasih karunia. Ciptaan baru (2 Kor. 5:17), manusia baru (Ef. 4:24), bahkan muncul & bangkit dalam (gaya) hidup yang baru (Rom. 6:3-4). Hidup yang semakin leluasa & bebas rasa bersalah dalam berbuat dosa jelas suatu keadaan yang bukan saja sama dengan hidup lama sebelum mengenal Tuhan. Itu bahkan lebih parah dari sebelumnya. Hidup yang baru yang Tuhan rindukan jauh dari yang demikian. Hidup yang baru menyatakan Kristus, sifat-sifat & karakter-Nya kepada dunia (Gal. 2:20). Kudus, saleh, taat kehendak Bapa sebab kini hidup kita hidup demi mengasihi Tuhan & semua orang. Menjadi berkat. Bukan kutuk atau cela. Semua karena kekuatan kasih karunia. Serupa demikiankah hidup kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment