TEMPTATION
Galatia 4:6-8, “6Dan
karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati
kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ 7Jadi kamu bukan lagi hamba,
melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh
Allah. 8Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu
memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.”
Amin. Salah satu pekerjaan Roh Kudus menciptakan perasaan KASIH di dalam HATI
anak-anakNya, yang menyebabkan kita mengenal Allah sebagai ABBA/BAPA kita.
Karena kita adalah Anak, maka IA mengutus Roh KudusNya tinggal dalam hidup
kita. Jangan pernah tergoda untuk menyia-nyiakan KEMERDEKAAN (sebagai Anak
bukan lagi Hamba) yang sudah IA berikan sebab jika kita adalah anak-anakNya
maka kita adalah ‘Ahli Waris’ Kerajaan-Nya. Amin.
Respon 1
One secret of joy
is to be continually grateful, not regretful. Satu rahasia untuk bersukacita
adalah terus menerus bersyukur, bukan menyesal. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
Maz 20:5 – Kiranya
diberikan-NYA kepadamu apa yang kaukehendaki dan diberikan-NYA berhasil apa
yang kaurancangkan! Terima kasih YESUSku buat keberhasilan yang KAU berikan!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
“Jika kita
menjadikan Tuhan gantungan hidup, itu lebih dari cukup.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 4
Salah satu
pemikiran yang salah sehingga muncul penyalahgunaan kasih karunia ialah “jika
kasih karunia Tuhan tidak terbatas & kita pasti dikasihi apapun keadaan
kita, maka pasti kasih itu makin limpah & nyata dirasakan jika kita banyak
berbuat dosa. Oleh sebab itu, bebaskan & jangan ragu lakukan berbagai dosa
sebab semakin terbukti nanti kasih Allah yang pasti mengampuni & memaafkan
kita.” Pikiran demikian jelas bukan berasal dari Tuhan yang memerintahkan untuk
umat-Nya kudus bagi Dia, sebab Dia kudus adanya. Itu pula yang disinggung Rasul
Paulus dalam Roma 6:1-2. Kasih karunia Tuhan memberikan kepada kita pengampunan
& pembebasan atas ganjaran dosa-dosa kita yang begitu banyak itu. Kasih
kaunia juga memberikan kuasa kepada kita untuk melawan & hidup berkemenangan
atas dosa. Adalah sesuatu yang absurd jika kemudian oleh sebab kasih karunia
itu besar makin membuat kita berani hidup dalam dosa. Allah kita penuh kasih
karunia. Tapi Dia bukan Allah yang bodoh & bisa dipermainkan. Ada tujuan
yang besar lagi indah melalui kasih karunia yang diberikan-Nya itu. Untuk
menunjukkan pada dunia suatu kehidupan yang berbeda dari mereka. Meski banyak
kelemahan dalam diri manusia, jelas umat percaya memiliki hidup yang suci,
adil, tulus, jujur & penuh kasih. Ada kepribadian baru oleh karena sentuhan
kasih karunia. Ciptaan baru (2 Kor. 5:17), manusia baru (Ef. 4:24), bahkan
muncul & bangkit dalam (gaya) hidup yang baru (Rom. 6:3-4). Hidup yang
semakin leluasa & bebas rasa bersalah dalam berbuat dosa jelas suatu
keadaan yang bukan saja sama dengan hidup lama sebelum mengenal Tuhan. Itu
bahkan lebih parah dari sebelumnya. Hidup yang baru yang Tuhan rindukan jauh
dari yang demikian. Hidup yang baru menyatakan Kristus, sifat-sifat &
karakter-Nya kepada dunia (Gal. 2:20). Kudus, saleh, taat kehendak Bapa sebab
kini hidup kita hidup demi mengasihi Tuhan & semua orang. Menjadi berkat.
Bukan kutuk atau cela. Semua karena kekuatan kasih karunia. Serupa demikiankah
hidup kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment