Tuesday, 1 December 2015

KATA PENGANTAR



HOPE




KATA PENGANTAR


            Saya pernah membaca sebuah buku yang membahas sebuah batu permata terkenal dan dikagumi oleh dunia, permata tersebut memiliki nama: The Hope Diamond. Saat ini batu permata tersebut didonasikan ke Museum Smithsonian, Washington DC, dan dikatakan sebagai “hadiah bagi dunia”. Permata biru yang begitu indah, mahal, dan dilindungi oleh kaca anti peluru yang tebal.
            Namun demikian, pengharapan apakah yang dibawa oleh batu permata tersebut ke dunia? Sekalipun megah nan mulia, namun tidak tersentuh. Sekalipun bernilai tinggi namun bukan berarti ia tak ternilai. Hadiah bagi dunia, namun dijaga dari dunia demi keamanan. Apakah harapan Anda hari ini terkunci, tidak dapat diakses dan tidak tersentuh? Bahkan ada yang menyamakan pengharapan dengan khayalan, sesuatu hal yang tinggi, tak tercapai.
            Mungkin banyak dari Anda menanti-nantikan sebuah harapan yang pasti, seperti sebuah sauh yang kuat, tetapi belum menemukannya. Di dalam perjalanan Saat Teduh Bible Message/BBM Building A Better You, Anda akan menemukan pengharapan pasti, yang tidak jauh dari Anda dan tidak terkunci di dalam museum. Harapan yang dikaruniakan oleh Allah secara cuma-cuma bagi kita manusia. Ia memberikan hadiah bagi dunia, bukan sebuah barang pajangan di museum, tapi hadiah kita datang dari Juruselamat Dunia, TUHAN YESUS KRISTUS, Ia membayar dosa-dosa kita dengan darahNya yang mahal (Yohanes 3:16).
            Pemazmur berkata, “My flesh also will rest in hope” (Mazmur 16:9, KJV). Apakah Anda sudah beristirahat di dalam pengharapan akan Dia? Percayalah Saudaraku, ketika Anda mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus Kristus, Ia memberikan pengharapan yang akan menyertai kita melewati ketidakpastian akan hari esok jika kita mau menerimanya dengan iman, Dialah Allah Sumber Pengharapan.
            Pesan dalam buku ini adalah pengharapan saya bagi Anda. Dan saya berdoa supaya Harapan Keselematan itu sampai ke dalam hati Anda. Tuhan Yesus memberkati.

-- Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment