Thursday, 12 November 2015

12 November 2015

TEMPTATION



Hidup kita ini sering kali dikelilingi oleh ‘keluhan, kesedihan, & ketidaktahuan kita sendiri’. Apakah hidup yang tampaknya tidak jelas ini sesungguhnya memiliki “kejelasan”? Atau memiliki pengharapan? Rasul Paulus menjawab “YA”. Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Pada saat kita dalam kesesakan ‘tampak’nya sulit mempercayai kata-kata tersebut diatas. Namun seiring berjalannya waktu ketika kita flashback pada kesulitan kita dan ketika kita bertumbuh LEBIH DEKAT padaNya, kita mulai dapat melihat sesungguhnya Allah itu benar & ayat-ayat ini masih tetap berlaku (Allah turut bekerja dalam SEGALA SESUATU untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi mereka yang mengasihi Dia). Amin. Masihkah kita ragu dengan KEBAIKAN-Nya??

Respon 1
“Rukun membuat buah kehidupan kita ranum.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Ams 3:5, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Apapun kondisi kita saat ini, kita harus tetap percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Amin, kuatkanlah hatimu lewati setiap persoalan, Tuhan Yesus selalu menopangmu, jangan berhenti harap padaNya. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 12 November 2015. Karunia Menikmati. Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itu pun karunia Allah (Pengkotbah 5:18). Saya ingin sekali berkeliling Indonesia. Menikmati keindahan alam dan budayanya, dari ujung barat sampai timur. Saya bertekad, jika kelak memiliki cukup banyak uang, saya akan melakukannya. Mendengar hal itu, seorang rekan berkata, “Jika kelak kamu memiliki cukup banyak uang, belum tentu kamu bisa melakukan apa yang kamu inginkan.” Ucapannya bukan tanpa alasan. Sekalipun ia sendiri memiliki cukup banyak uang, ia tidak selalu bias melakukan apa yang ia inginkan. Alasannya: sibuk. Ironis memang. Penghasilan yang diperoleh seseorang dari pekerjaannya seharusnya membuatnya lebih leluasa melakukan apa yang ia inginkan. Nyatanya, tak selalu demikian. Kesibukan bekerja dapat berbalik menjadi penghambat. Lebih parah lagi, pekerjaan yang seharusnya membuat seseorang bisa membahagiakan keluarga, tidak jarang justru menjadi sumber kehancuran keluarga. Pengkhotbah menasihati kita untuk bekerja dengan baik (Pkh. 9:10). Dengan demikian, melalui pekerjaan kita, kemuliaan Allah dinyatakan. Melalui pekerjaan kita, semakin banyak orang diberkati. Karena itu, jangan izinkan pekerjaan menjauhkan kita dari impian kita. Jangan izinkan pekerjaan menghancurkan kebahagiaan keluarga kita. Kita harus tahu, kapan kita harus berhenti. Bukan untuk berpangku tangan, tapi untuk beristirahat dan menikmati hidup. Berhentilah sejenak dari kesibukan kerja. Bersukacitalah dalam hasil jerih payah kita (ay. 17-18). Nikmati hal-hal yang menyenangkan hati (ay. 19). Itu semua adalah karunia Allah —OKS. TIDAK ADA SALAHNYA MENIKMATI KESENANGAN HATI; ITU JUGA KARUNIA ALLAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Hikmat Allah memberikan juga petunjuk bagaimana memperoleh kesehatan & kebugaran secara fisik. Ini bukan keseluruhan dari rahasia hidup sehat akan tetapi merupakan dasar & prinsip utama memilikinya. Disebutkan dalam Amsal 3:7-8 bahwa supaya tubuh kita sembuh & tulang kita segar kita perlu untuk “tidak menganggap diri kita bijak”, “hidup takut akan Tuhan” & “menjauhi kejahatan”. Sekilas mungkin kita berpikir bahwa ini resep untuk kerohanian yang sehat, tapi ayat 8 memastikan pada kita bahwa itu kunci bagi kesehatan tubuh kita. Jadi, apa maksud & hubungannya? 1- Kesehatan jasmani kita -sama seperti apapun yang lain di alam semesta- bergantung pada kekuasaan & kedaulatan TUHAN Penentu segala sesuatu. “Di luar Aku, kamu tak dapat berbuat apa-apa”, kata Yesus. Itu bukan omong kosong. Seluruh dunia bergantung pada kebaikan & kemurahan-Nya, yang menentukan segala musim maupun jatuhnya daun-daun atau bintang-bintang. Tak peduli segigih apapun kita menjaga kesehatan, sembuh & sakitnya kita terutama ditentukan keputusan belas kasihan-Nya! 2- Bahwa kesehatan kita berhubungan dengan suatu gaya hidup tertentu yang kita jalani setiap hari. Gaya hidup yang tunduk pada pengaturan & penetapan Tuhan (meski terkadang terlihat bodoh & tidak asyik di mata dunia pada umumnya) justru menjaga kita ada di jalur yang tepat hingga jasmani kita terjaga tetap sehat. Contoh sederhana ialah tentang bagaimana kita menangani stress atau tekanan-tekanan kehidupan. Rasa takut, kuatir, cemas, panik, sedih, tertolak yang membuat jiwa tertekan membuat kita kehilangan kegembiraan, hidup tak teratur, selalu gelisah & terpuruk dalam kebiasaan-kebiasaan buruk. Jika saja kita tahu bahwa semuanya dapat terangkat saat kita menaruh percaya pada campur tangan Tuhan yang berujung pada kebaikan-kebaikan bagi kita kelak maka hidup kita akan jauh lebih tenang & bahagia. Dalam suatu hubungan yang benar & harmonis dengan Tuhan, ada ketenteraman & sukacita yang besar yang menjadi dasar bagi kesehatan tubuh kita. Percayakah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment