TEMPTATION
Hidup kita ini
sering kali dikelilingi oleh ‘keluhan, kesedihan, & ketidaktahuan kita
sendiri’. Apakah hidup yang tampaknya tidak jelas ini sesungguhnya memiliki
“kejelasan”? Atau memiliki pengharapan? Rasul Paulus menjawab “YA”. Roma
8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka
yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Pada saat kita dalam
kesesakan ‘tampak’nya sulit mempercayai kata-kata tersebut diatas. Namun
seiring berjalannya waktu ketika kita flashback pada kesulitan kita dan ketika
kita bertumbuh LEBIH DEKAT padaNya, kita mulai dapat melihat sesungguhnya Allah
itu benar & ayat-ayat ini masih tetap berlaku (Allah turut bekerja dalam SEGALA
SESUATU untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi mereka yang mengasihi Dia). Amin.
Masihkah kita ragu dengan KEBAIKAN-Nya??
Respon 1
“Rukun membuat buah
kehidupan kita ranum.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Ams 3:5,
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,dan janganlah bersandar kepada
pengertianmu sendiri.” Apapun kondisi kita saat ini, kita harus tetap percaya
bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Amin, kuatkanlah hatimu lewati setiap
persoalan, Tuhan Yesus selalu menopangmu, jangan berhenti harap padaNya. (Ibu
Inggita – PKS CL 4)
Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis,
12 November 2015. Karunia Menikmati. Setiap orang yang dikaruniai Allah
kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima
bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itu pun karunia
Allah (Pengkotbah 5:18). Saya ingin sekali berkeliling Indonesia. Menikmati
keindahan alam dan budayanya, dari ujung barat sampai timur. Saya bertekad,
jika kelak memiliki cukup banyak uang, saya akan melakukannya. Mendengar hal
itu, seorang rekan berkata, “Jika kelak kamu memiliki cukup banyak uang, belum
tentu kamu bisa melakukan apa yang kamu inginkan.” Ucapannya bukan tanpa
alasan. Sekalipun ia sendiri memiliki cukup banyak uang, ia tidak selalu bias
melakukan apa yang ia inginkan. Alasannya: sibuk. Ironis memang. Penghasilan
yang diperoleh seseorang dari pekerjaannya seharusnya membuatnya lebih leluasa
melakukan apa yang ia inginkan. Nyatanya, tak selalu demikian. Kesibukan
bekerja dapat berbalik menjadi penghambat. Lebih parah lagi, pekerjaan yang
seharusnya membuat seseorang bisa membahagiakan keluarga, tidak jarang justru
menjadi sumber kehancuran keluarga. Pengkhotbah menasihati kita untuk bekerja
dengan baik (Pkh. 9:10). Dengan demikian, melalui pekerjaan kita, kemuliaan
Allah dinyatakan. Melalui pekerjaan kita, semakin banyak orang diberkati.
Karena itu, jangan izinkan pekerjaan menjauhkan kita dari impian kita. Jangan
izinkan pekerjaan menghancurkan kebahagiaan keluarga kita. Kita harus tahu,
kapan kita harus berhenti. Bukan untuk berpangku tangan, tapi untuk
beristirahat dan menikmati hidup. Berhentilah sejenak dari kesibukan kerja.
Bersukacitalah dalam hasil jerih payah kita (ay. 17-18). Nikmati hal-hal yang
menyenangkan hati (ay. 19). Itu semua adalah karunia Allah —OKS. TIDAK ADA
SALAHNYA MENIKMATI KESENANGAN HATI; ITU JUGA KARUNIA ALLAH. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Hikmat Allah
memberikan juga petunjuk bagaimana memperoleh kesehatan & kebugaran secara
fisik. Ini bukan keseluruhan dari rahasia hidup sehat akan tetapi merupakan
dasar & prinsip utama memilikinya. Disebutkan dalam Amsal 3:7-8 bahwa
supaya tubuh kita sembuh & tulang kita segar kita perlu untuk “tidak
menganggap diri kita bijak”, “hidup takut akan Tuhan” & “menjauhi
kejahatan”. Sekilas mungkin kita berpikir bahwa ini resep untuk kerohanian yang
sehat, tapi ayat 8 memastikan pada kita bahwa itu kunci bagi kesehatan tubuh
kita. Jadi, apa maksud & hubungannya? 1- Kesehatan jasmani kita -sama
seperti apapun yang lain di alam semesta- bergantung pada kekuasaan &
kedaulatan TUHAN Penentu segala sesuatu. “Di luar Aku, kamu tak dapat berbuat
apa-apa”, kata Yesus. Itu bukan omong kosong. Seluruh dunia bergantung pada
kebaikan & kemurahan-Nya, yang menentukan segala musim maupun jatuhnya
daun-daun atau bintang-bintang. Tak peduli segigih apapun kita menjaga
kesehatan, sembuh & sakitnya kita terutama ditentukan keputusan belas
kasihan-Nya! 2- Bahwa kesehatan kita berhubungan dengan suatu gaya hidup
tertentu yang kita jalani setiap hari. Gaya hidup yang tunduk pada pengaturan
& penetapan Tuhan (meski terkadang terlihat bodoh & tidak asyik di mata
dunia pada umumnya) justru menjaga kita ada di jalur yang tepat hingga jasmani
kita terjaga tetap sehat. Contoh sederhana ialah tentang bagaimana kita
menangani stress atau tekanan-tekanan kehidupan. Rasa takut, kuatir, cemas,
panik, sedih, tertolak yang membuat jiwa tertekan membuat kita kehilangan
kegembiraan, hidup tak teratur, selalu gelisah & terpuruk dalam
kebiasaan-kebiasaan buruk. Jika saja kita tahu bahwa semuanya dapat terangkat
saat kita menaruh percaya pada campur tangan Tuhan yang berujung pada
kebaikan-kebaikan bagi kita kelak maka hidup kita akan jauh lebih tenang &
bahagia. Dalam suatu hubungan yang benar & harmonis dengan Tuhan, ada
ketenteraman & sukacita yang besar yang menjadi dasar bagi kesehatan tubuh
kita. Percayakah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment