Wednesday, 25 November 2015

25 November 2015

TEMPTATION



Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Amin. Kita mungkin tidak tahu bagaimana/kapan DOA kita akan dijawab, tetapi kita dapat terus menerus mencurahkan isi hati kita kepadaNya melalui DOA. Menanti-nantikan jawaban DOA tidak mudah, tetapi pada akhirnya pasti INDAH. Apakah ada beban yang ingin  kita sampaikan dari dalam hati kita? Maukah kita tetap mempercayaiNya?? Orang yang mengenal namaMu, percaya kepadaMu sebab tidak KAU tinggalkan orang yang mencari Engkau ya Tuhan (Maz 9:11). Tetaplah percaya, tetaplah meminta, tetaplah BERDOA. Amin.

Respon 1
The day you stop worrying will be the first day of your new life, anxiety takes you in circles, trust in God & become free. Di hari kau berhenti khawatir akan menjadi hari pertama di kehidupan barumu. Kecemasan akan membawamu ke dalam lingkaran yang tak terputus, percayalah pada Tuhan, dan menjadi bebas. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Jangan gentar dan putus asa ketika pergumulan dan masalah menghadang. Tetap percaya dan lihat bagaimana Tuhan menolong. Keluaran 18:8, ‘Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka.’ Tetap kuat didalam Tuhan. (GNCC)


Respon 3
Salah satu karakter Tuhan kita adalah kebaikan. “Tuhan itu baik...” (Maz. 136:1; 135:3; 100:5; 118:1). Itu berarti apapun yang berasal daripada-Nya adalah baik. Pikiran-pikiranNya, perasaan-perasaanNya, perkataan-perkataan & ketetapan-ketetapanNya, keputusan-keputusanNya, kebijakan-kebijakan-Nya hingga seluruh tindakan-tindakanNya -selama-lamanya baik bagi semesta alam. Tidak ada yang buruk atau jahat keluar dari-Nya. Dalam Matius 5:45, Yesus bahkan menegaskan bahwa Bapa sorgawi kita sangat baik sehingga masih menerbitkan matahari & menurunkan hujan bagi orang-orang yang benar maupun yang tidak benar! Kebaikan Tuhan ialah natur (sifat hakiki)-Nya. Demikianlah adanya Dia. Itu tidak bergantung pada penilaian apapun & siapapun. Seandainya saja seluruh manusia sepakat bahwa Dia jahat, Dia tetaplah baik. Akan ada waktunya ketika segala rahasia dibuka di depan mata setiap manusia & tidak akan ada lagi yang dapat menyangkal bahwa memang benar Dia baik. Bagaimana dengan kita? Menerima secara mental bahwa Tuhan itu baik mungkin tidak terlalu sukar -lebih-lebih dalam kondisi kehidupan yang nyaman & menyenangkan. Namun, memproklamasikan Dia itu baik, saat banyak hal yang menyakitkan terjadi atas kita, ialah suatu tingkatan yang berbeda. Di sini iman, pengharapan & kasih kita pada Tuhan benar-benar diuji. Masihkah kita percaya bahwa Dia baik & semua yang terjadi itu bagian dari kebaikan-Nya? Bahwa apa yang diijinkan-Nya itu, yang diputuskan-Nya terjadi atas kita walau terasa buruk & menyakitkan, merupakan sesuatu yang baik bagi kita? Sama sekali tidak mudah. Pada titik itu, banyak yang akhirnya melepaskan imannya. Kanak-kanak sering tidak mampu memahami arti didikan orang tuanya. Baru setelah dewasa, mereka tahu orang tua telah melakukan yang baik bagi mereka. Hanya yang bertumbuh menjadi dewasa rohani akan memahami bahwa di setiap peristiwa SELALU ADA kebaikan Tuhan. Sebab itu, tetaplah percaya akan kasih-Nya & jadilah dewasa dalam hidup rohani Anda. Bukankah kelak di suatu waktu, suatu tempat & suatu keadaan, Anda akan benar-benar menyadari kebaikan-Nya? Salam revival! GBU. (Woship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment