Sunday, 29 November 2015

29 November 2015

TEMPTATION



Markus 16:17, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan- setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.” Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus menginginkan agar para pengikutNya mengadakan tanda-tanda ajaib ketika memberitakan Injil. Tanda-tanda itu bukan karunia khusus untuk beberapa orang tertentu tetapi diberikan kepada semua orang percaya yang memberikan kesaksian tentang Injil Kerajaan Allah & menerima janjiNya. Percayalah Kristus sudah berjanji bahwa KUASA & KEHADIRAN-NYA akan menyertai kita senantiasa. Amin.

Respon 1
“Perjalanan yang mengubahkan dimulai dengan penjelajahan ke dalam hati.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Haruslah kita benar-benar menyadari bahwa ibadah & penyembahan kita yang kita lakukan di era Perjanjian Baru semakin sedikit berkaitan dengan suatu bangunan, lokasi atau tempat suci tertentu. Yesus berkata pada seorang perempuan Samaria yang membanggakan gunung tempat nenek moyang mereka beribadah, “Percayalah kepada-Ku, ...saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini & bukan juga di Yerusalem” (Yoh. 4:21). Bahkan sejak masa lampau, berulang kali Tuhan menyampaikan bahwa penyembahan ialah masalah hati kita di hadapan-Nya. Charles Spurgeon pernah berujar, “Jangan memandang diri Anda telah benar: jika Anda datang ke tempat-tempat penyembahan hanya untuk mencari kepentingan terkait diri Anda sendiri atau hanya demi mendengarkan musik, Anda tidak sedang menyembah Tuhan.” Oleh sebab itu, berkali-kali kita menemukan di kitab-kitab Perjanjian Lama bahwa Tuhan menghinakan bahkan muak dengan peribadatan Israel yang meski giat namun hati mereka tidak benar-benar tertuju kepada Tuhan (Am. 5:21-25; Yes. 1:10-15). Tuhan pun tak segan memusnahkan Bait Salomo yang sangat dikagumi itu oleh sebab itu telah menjadi tempat kejahatan. Yesus menyebut tempat dimana seharusnya nama Bapa dipuja namun hanya menjadi tempat perkumpulan belaka sebagai “sarang penyamun”. Di sisi lain, Tuhan berkenan pada doa-doa dari tempat yang tersembunyi. Dikenan-Nya mazmur-mazmur Daud dari gua-gua yang gelap & dalam. Tangisan Yusuf dari penjara & seruan Yunus dari perut ikan menggetarkan hati-Nya. Pula telinga-Nya terbuka atas puji-pujian tulus murni Paulus & Silas dengan tangan & kaki terpasung di jantung penjara Filipi. Begitu pula doa & penyembahan Petrus di atas atap rumah waktu tengah hari (Kis. 10:9). Pertemuan-pertemuan ibadah tidak boleh kita jauhi (Ibr.10:25). Tapi Kristus harus menjadi fokus pusat dari pertemuan-pertemuan itu. Jika tidak, sia-sialah semua penyembahan kita di hadapan-Nya. Bukankah Dia Allah yang melihat hati & hidup kita yang mengasihi-Nya melampaui kehadiran kita di tempat-tempat ibadah kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment