TEMPTATION
Markus 16:17, “Tanda-tanda
ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan- setan
demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.”
Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus menginginkan agar para
pengikutNya mengadakan tanda-tanda ajaib ketika memberitakan Injil. Tanda-tanda
itu bukan karunia khusus untuk beberapa orang tertentu tetapi diberikan kepada
semua orang percaya yang memberikan kesaksian tentang Injil Kerajaan Allah
& menerima janjiNya. Percayalah Kristus sudah berjanji bahwa KUASA &
KEHADIRAN-NYA akan menyertai kita senantiasa. Amin.
Respon 1
“Perjalanan yang
mengubahkan dimulai dengan penjelajahan ke dalam hati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Haruslah kita
benar-benar menyadari bahwa ibadah & penyembahan kita yang kita lakukan di
era Perjanjian Baru semakin sedikit berkaitan dengan suatu bangunan, lokasi
atau tempat suci tertentu. Yesus berkata pada seorang perempuan Samaria yang
membanggakan gunung tempat nenek moyang mereka beribadah, “Percayalah
kepada-Ku, ...saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung
ini & bukan juga di Yerusalem” (Yoh. 4:21). Bahkan sejak masa lampau,
berulang kali Tuhan menyampaikan bahwa penyembahan ialah masalah hati kita di
hadapan-Nya. Charles Spurgeon pernah berujar, “Jangan memandang diri Anda telah
benar: jika Anda datang ke tempat-tempat penyembahan hanya untuk mencari
kepentingan terkait diri Anda sendiri atau hanya demi mendengarkan musik, Anda
tidak sedang menyembah Tuhan.” Oleh sebab itu, berkali-kali kita menemukan di
kitab-kitab Perjanjian Lama bahwa Tuhan menghinakan bahkan muak dengan peribadatan
Israel yang meski giat namun hati mereka tidak benar-benar tertuju kepada Tuhan
(Am. 5:21-25; Yes. 1:10-15). Tuhan pun tak segan memusnahkan Bait Salomo yang
sangat dikagumi itu oleh sebab itu telah menjadi tempat kejahatan. Yesus
menyebut tempat dimana seharusnya nama Bapa dipuja namun hanya menjadi tempat
perkumpulan belaka sebagai “sarang penyamun”. Di sisi lain, Tuhan berkenan pada
doa-doa dari tempat yang tersembunyi. Dikenan-Nya mazmur-mazmur Daud dari
gua-gua yang gelap & dalam. Tangisan Yusuf dari penjara & seruan Yunus
dari perut ikan menggetarkan hati-Nya. Pula telinga-Nya terbuka atas
puji-pujian tulus murni Paulus & Silas dengan tangan & kaki terpasung
di jantung penjara Filipi. Begitu pula doa & penyembahan Petrus di atas atap
rumah waktu tengah hari (Kis. 10:9). Pertemuan-pertemuan ibadah tidak boleh
kita jauhi (Ibr.10:25). Tapi Kristus harus menjadi fokus pusat dari
pertemuan-pertemuan itu. Jika tidak, sia-sialah semua penyembahan kita di
hadapan-Nya. Bukankah Dia Allah yang melihat hati & hidup kita yang
mengasihi-Nya melampaui kehadiran kita di tempat-tempat ibadah kita? Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment