TEMPTATION
1 Petrus 5:8-9, “8Sadarlah
dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa
yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9Lawanlah
dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh
dunia menanggung penderitaan yang sama.” Ketika manusia jatuh dalam dosa
(antara lain: tidak hidup kudus), Iblis menjadi penguasanya. Tetapi
sesungguh-nya kita dilengkapi penuh untuk mengalahkan tipu muslihat Iblis
(Efesus 6:11), melawan dan berdiri teguh dalam iman (Efesus 6:9). Sebab Roh
yang ada di dalam kita lebih besar daripada roh yang ada di dunia (1 Yoh 4:4).
Amin.
Respon 1
Maz 55:23 –
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka IA akan memeliharamu! Tidak untuk
selama-lamanya dibiarkan TUHAN orang benar itu goyah! Pasti kita ditolong
TUHAN! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
“Kesederhanaan
bukan masalah yang sederhana.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 7
November 2015. Binasa Karena Harta. Tetapi Petrus berkata kepadanya, “Binasalah
kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka bahwa engkau
dapat membeli karunia Allah dengan uang” (Kisah Pr. Rasul 8: 20). Dinda
beranjak dari duduknya dan segera membungkam mulut Linda, adiknya. Sambil
memberikan isyarat untuk diam, Dinda meraih sebatang cokelat dari dalam tas. Ia
menyodorkan camilan kegemaran Linda itu dengan satu syarat: tidak mengadu pada
ibu kalau Dinda tidak belajar, melainkan menonton film. Meskipun belum mengenal
istilah korupsi atau kasus suap, ternyata anak-anak pun bisa melakukannya tanpa
diajari. Ya, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, manusia—termasuk
anak-anak—memang memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Dan korupsi atau
suap termasuk bentuk dosa yang sudah ada sekian lama. Alkitab pun
menuliskannya, antara lain dalam bacaan hari ini. Saat Simon si tukang sihir
dari Samaria mengaku bertobat dan menerima baptis, ia begitu takjub melihat
para rasul menjadi perantara mengalirnya kuasa Roh Kudus dalam diri orang
Samaria yang bertobat. Seperti pelaku suap saat ini, Simon menawarkan sejumlah
uang untuk membeli karunia Tuhan itu. Sangkanya segala sesuatu dapat dibeli
dengan uang. Beruntung karena Simon mau mendengar nasihat Petrus untuk bertobat
dari pikirannya yang jahat, yang dapat menjadikannya binasa. Bagaimana dengan
kita? Apakah kita bersikap takut akan Tuhan? Ataukah kita bersikap seperti
Simon, mencoba menyuap Tuhan melalui persembahan dan pelayanan kita? Akankah
kita mengejar harta dan kesenangan duniawi dengan mengabaikan harta surgawi
yang tak ternilai harganya? —EBL. KITA TIDAK DAPAT MEMBELI KARUNIA ALLAH DENGAN
UANG; KITA HANYA DAPAT MENERIMANYA DENGAN KERENDAHAN HATI. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment