Monday, 23 November 2015

23 November 2015

TEMPTATION



Mikha 3:8, “Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.” Roh Kudus yang ada di dalam kita memang tidak ‘kelihatan’ tetapi kita semua dapat ‘merasakan kuasaNya’ setiap hari ketika DIA menguatkan, membimbing & memimpin kita melalui Firman Tuhan yang kita baca. Roh Kudus ada bersama kita & tinggal di dalam kita jadi kita tidak sendiri. Tuhan Yesus, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang hidup di dalamku. Amin.

Respon 1
Maz 115:12a – TUHAN telah mengingat kita; IA memberkati kita! Wow berkat jasmani-rohani berlimpah untuk kita hari ini! Kiriman ayat mulai besok tgl 24/11-3/12'15 LIBUR sebab saya ke Israel! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 2
Yesus menegaskan Ulangan 8:3 saat Dia berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Jadi bukan hanya makanan jasmani yang menentukan kualitas hidup kita tapi juga makanan rohani: setiap firman yang Tuhan perkatakan pada kita. Itu sebabnya kita memerlukan porsi makanan rohani tertentu setiap hari. Itu bukan sekedar membaca satu pasal atau satu tulisan rohani. Hati kita harus terbuka pada Tuhan. Dengan rasa lapar & haus akan menu makanan yang disiapkan sorga pada hari itu bagi kita. Bukan sekedar membaca deretan ayat-ayat dengan buru-buru. Namun secara aktif, kita menyediakan hati yang siap & lapang demi menerima, menikmati & mengikuti bagaimana Dia memberikan tuntunan bagi kita hari demi hari. Mazmur 119:4 mengatakan bahwa Tuhan memberikan perintah-perintahNya supaya kita pegang -yaitu diperhatikan & dilakukan- dengan segala kesungguhan. Itu berarti “suatu porsi yang besar” dari hidup kita harus kita sediakan demi melakukan titah-titah Tuhan. Tidak mengherankan ayat ke-5 menjadi komitmen bagi pemazmur, “Oh kiranya hidupku diarahkan & ditetapkan untuk berpegang pada perintah-perintahMu!” Banyak orang-orang percaya yang gagal & hidup rohaninya tidak mengalami pertumbuhan karena meremehkan firman. Sebaliknya, yang sungguh-sungguh menenggelamkan diri dalam perintah-perintah Tuhan tiap-tiap hari, menjadi hamba-hamba pilihan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Itulah yang menjadikan Daud bin Isai, gembala domba dari Betlehem yang suka merenungkan firman menjadi “orang yang berkenan di hati Tuhan”. Itu pula yang membuat Daniel, menteri kepercayaan raja-raja besar di zamannya, dengan kesibukan yang sangat banyak justru dipercaya Tuhan menerima penyingkapan akan rencana & rahasia Tuhan hingga akhir zaman. Mereka amat sangat menghargai perkataan-perkataan Tuhan. Bukan menanggapinya sambil lalu saja. Tuhan yang memberikan firman & memerintahkan itu kita lakukan -bukankah Dia pula yang akan meminta pertanggungjawaban atas setiap firman yang disampaikan-Nya pada kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
Jika bergantung hanya kepada keberuntungan untuk mengubah masa depan, jangan heran kalau perubahan tidak banyak terjadi. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.’ (GNCC)

Respon 4
SAAT TEDUH. Senin, 23 November 2015. Sungai Berkat. Jawab Yesus kepadanya, ‘Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, ‘Berilah Aku minum!’ niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup’ (Yohanes 4:10). Sungai Mississippi di Amerika Serikat berasal dari anak sungai kecil di hutan Minnesota. Anak sungai itu kemudian mengalir sepanjang 4.100 km hingga ke Teluk Meksiko. Semakin jauh, lebar dan dalamnya semakin bertambah, ukurannya menjadi sangat besar. Selama airnya tidak meluap menjadi banjir, sungai ini sangat berguna untuk irigasi dan transportasi. Pepohonan subur di tepiannya juga memperindah pemandangan sepanjang sungai itu. Setiap orang membutuhkan air. Kita mungkin bisa bertahan hidup 10-15 hari tanpa makanan, tapi tiga hari saja kita hidup tanpa air, bisa terjadi bencana. Air bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga penjaga kelangsungan hidup. Kepada perempuan Samaria itu, Yesus bukan menawarkan air untuk pelepas dahaga, tetapi air yang bila diminum akan menjadikan perempuan itu mampu menyalurkan air kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya. Yesus berkata bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: “Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (7:38). Kita, orang percaya, telah menerima Yesus, sang Air Hidup. Artinya, kita pun dipanggil menjadi penyalur air hidup. Kita, yang telah menerima kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus, dipanggil untuk menjadi sungai berkat. Di mana? Di rumah kita, di tempat kerja, di dunia. Bagaimana? Dengan hidup memancarkan kasih-Nya kepada setiap orang. Bak sungai Mississippi, biarlah kehidupan kita mengalirkan berkat bagi sesama —SYS. AIR HIDUP ITU TAK SEKADAR MELEGAKAN KITA, TETAPI AKAN MENJADI SUNGAI BERKAT YANG MENGALIR MELALUI KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi. Welcome Monday. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
UTANGAN TUHAN YANG MENOLONGU. Jangan mengira apa yang kita peroleh adalah hasil karya kita sendiri, jangan mengira kekayaan yang kita peroleh adalah hasil usaha kita sendiri, jangan mengira jabatan & kekuasaan yang kita miliki adalah hasil jerih payah kita sendiri, pernahkah kita renungkan: bagaimana jika Dia tidak memberikan kesehatan yang baik, apakah kita bisa beraktivitas? Bagaimana jika Dia tidak menyertai serta memberkati setiap langkah kita, apakah kita bisa sukses dan berhasil? Apakah kita bisa menghindari berbagai masalah persolan didunia ini? Ingatlah! Masih ada Tuhan dalam hidup ini, tanpa penyertaan Tuhan kita tidak mungkin bisa menghadapi berbagai problema didunia ini, tanpa pemeliharaan dari Dia, kita tidak mungkin bisa berhasil & sukses, jadi jangan merasa sombong dengan kekayaan & jabatan serta kekuasaan yang kita miliki, dengan uang kita hanya bisa membeli rumah, tapi bukan Kehidupan, dengan uang kita hanya bisa membeli jam, tapi bukan Waktu, dengan uang kita hanya bisa membayar dokter untuk merawat & menjaga kesehatan kita, tapi bukan Nyawa, dengan uang kita hanya bisa membeli darah, tapi bukan Nafas, dengan uang kita dapat membeli posisi, tapi bukan Kehormatan, dengan uang kita bisa membeli buku, tapi bukan Pengetahuan, semua ini juga tidak kekal abadi, semuanya akan lenyap & musnah, ketika kita sudah tidak bernyawa. Syukuri apa yang kita miliki, takutlah akan Tuhan dalam setiap tindakan kita, percayalah, pertolongan Dia tidak pernah terlambat, Dia sanggup melakukan hal yang mustahil sekalipun, karena Tuhan yang kita sembah & tinggikan adalah Tuhan yang kekuasaanNya tanpa batas, amin. Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kananMu dan lenganMu dan cahaya wajahMu, sebab Engkau berkenan kepada mereka (Maz 44:4). (Bp. Budi – PT. MPU)

No comments:

Post a Comment