TEMPTATION
Mikha 3:8, “Tetapi
aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan,
untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.”
Roh Kudus yang ada di dalam kita memang tidak ‘kelihatan’ tetapi kita semua
dapat ‘merasakan kuasaNya’ setiap hari ketika DIA menguatkan, membimbing &
memimpin kita melalui Firman Tuhan yang kita baca. Roh Kudus ada bersama kita
& tinggal di dalam kita jadi kita tidak sendiri. Tuhan Yesus, terima
kasih untuk Roh Kudus-Mu yang hidup di dalamku. Amin.
Respon 1
Maz 115:12a – TUHAN
telah mengingat kita; IA memberkati kita! Wow berkat jasmani-rohani berlimpah
untuk kita hari ini! Kiriman ayat mulai besok tgl 24/11-3/12'15 LIBUR sebab
saya ke Israel! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
Yesus menegaskan
Ulangan 8:3 saat Dia berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari
setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Jadi bukan hanya
makanan jasmani yang menentukan kualitas hidup kita tapi juga makanan rohani:
setiap firman yang Tuhan perkatakan pada kita. Itu sebabnya kita memerlukan
porsi makanan rohani tertentu setiap hari. Itu bukan sekedar membaca satu pasal
atau satu tulisan rohani. Hati kita harus terbuka pada Tuhan. Dengan rasa lapar
& haus akan menu makanan yang disiapkan sorga pada hari itu bagi kita.
Bukan sekedar membaca deretan ayat-ayat dengan buru-buru. Namun secara aktif,
kita menyediakan hati yang siap & lapang demi menerima, menikmati &
mengikuti bagaimana Dia memberikan tuntunan bagi kita hari demi hari. Mazmur
119:4 mengatakan bahwa Tuhan memberikan perintah-perintahNya supaya kita pegang
-yaitu diperhatikan & dilakukan- dengan segala kesungguhan. Itu berarti
“suatu porsi yang besar” dari hidup kita harus kita sediakan demi melakukan
titah-titah Tuhan. Tidak mengherankan ayat ke-5 menjadi komitmen bagi pemazmur,
“Oh kiranya hidupku diarahkan & ditetapkan untuk berpegang pada
perintah-perintahMu!” Banyak orang-orang percaya yang gagal & hidup
rohaninya tidak mengalami pertumbuhan karena meremehkan firman. Sebaliknya,
yang sungguh-sungguh menenggelamkan diri dalam perintah-perintah Tuhan tiap-tiap
hari, menjadi hamba-hamba pilihan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Itulah
yang menjadikan Daud bin Isai, gembala domba dari Betlehem yang suka
merenungkan firman menjadi “orang yang berkenan di hati Tuhan”. Itu pula yang
membuat Daniel, menteri kepercayaan raja-raja besar di zamannya, dengan
kesibukan yang sangat banyak justru dipercaya Tuhan menerima penyingkapan akan
rencana & rahasia Tuhan hingga akhir zaman. Mereka amat sangat menghargai
perkataan-perkataan Tuhan. Bukan menanggapinya sambil lalu saja. Tuhan yang
memberikan firman & memerintahkan itu kita lakukan -bukankah Dia pula yang
akan meminta pertanggungjawaban atas setiap firman yang disampaikan-Nya pada
kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 3
Jika bergantung hanya
kepada keberuntungan untuk mengubah masa depan, jangan heran kalau perubahan
tidak banyak terjadi. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia Allah aku
adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya
kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada
mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai
aku.’ (GNCC)
Respon 4
SAAT TEDUH. Senin,
23 November 2015. Sungai Berkat. Jawab Yesus kepadanya, ‘Jikalau engkau tahu tentang
karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, ‘Berilah Aku minum!’ niscaya
engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup’
(Yohanes 4:10). Sungai Mississippi di Amerika Serikat berasal dari anak sungai
kecil di hutan Minnesota. Anak sungai itu kemudian mengalir sepanjang 4.100 km
hingga ke Teluk Meksiko. Semakin jauh, lebar dan dalamnya semakin bertambah,
ukurannya menjadi sangat besar. Selama airnya tidak meluap menjadi banjir,
sungai ini sangat berguna untuk irigasi dan transportasi. Pepohonan subur di
tepiannya juga memperindah pemandangan sepanjang sungai itu. Setiap orang
membutuhkan air. Kita mungkin bisa bertahan hidup 10-15 hari tanpa makanan,
tapi tiga hari saja kita hidup tanpa air, bisa terjadi bencana. Air bukan
sekadar pelepas dahaga, tapi juga penjaga kelangsungan hidup. Kepada perempuan
Samaria itu, Yesus bukan menawarkan air untuk pelepas dahaga, tetapi air yang
bila diminum akan menjadikan perempuan itu mampu menyalurkan air kehidupan bagi
orang-orang di sekitarnya. Yesus berkata bahwa setiap orang yang percaya
kepada-Nya, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: “Dari dalam hatinya akan
mengalir aliran-aliran air hidup” (7:38). Kita, orang percaya, telah menerima
Yesus, sang Air Hidup. Artinya, kita pun dipanggil menjadi penyalur air hidup.
Kita, yang telah menerima kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus, dipanggil
untuk menjadi sungai berkat. Di mana? Di rumah kita, di tempat kerja, di dunia.
Bagaimana? Dengan hidup memancarkan kasih-Nya kepada setiap orang. Bak sungai
Mississippi, biarlah kehidupan kita mengalirkan berkat bagi sesama —SYS. AIR
HIDUP ITU TAK SEKADAR MELEGAKAN KITA, TETAPI AKAN MENJADI SUNGAI BERKAT YANG
MENGALIR MELALUI KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi. Welcome Monday. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
UTANGAN TUHAN YANG MENOLONGU. Jangan mengira apa yang kita peroleh adalah hasil karya kita sendiri,
jangan mengira kekayaan yang kita peroleh adalah hasil usaha kita sendiri,
jangan mengira jabatan & kekuasaan yang kita miliki adalah hasil jerih
payah kita sendiri, pernahkah kita renungkan: bagaimana jika Dia tidak
memberikan kesehatan yang baik, apakah kita bisa beraktivitas? Bagaimana jika
Dia tidak menyertai serta memberkati setiap langkah kita, apakah kita bisa
sukses dan berhasil? Apakah kita bisa menghindari berbagai masalah persolan
didunia ini? Ingatlah! Masih ada Tuhan dalam hidup ini, tanpa penyertaan Tuhan
kita tidak mungkin bisa menghadapi berbagai problema didunia ini, tanpa
pemeliharaan dari Dia, kita tidak mungkin bisa berhasil & sukses, jadi
jangan merasa sombong dengan kekayaan & jabatan serta kekuasaan yang kita
miliki, dengan uang kita hanya bisa membeli rumah, tapi bukan Kehidupan, dengan
uang kita hanya bisa membeli jam, tapi bukan Waktu, dengan uang kita hanya bisa
membayar dokter untuk merawat & menjaga kesehatan kita, tapi bukan Nyawa,
dengan uang kita hanya bisa membeli darah, tapi bukan Nafas, dengan uang kita
dapat membeli posisi, tapi bukan Kehormatan, dengan uang kita bisa membeli
buku, tapi bukan Pengetahuan, semua ini juga tidak kekal abadi, semuanya akan
lenyap & musnah, ketika kita sudah tidak bernyawa. Syukuri apa yang kita
miliki, takutlah akan Tuhan dalam setiap tindakan kita, percayalah, pertolongan
Dia tidak pernah terlambat, Dia sanggup melakukan hal yang mustahil sekalipun,
karena Tuhan yang kita sembah & tinggikan adalah Tuhan yang kekuasaanNya
tanpa batas, amin. Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan
lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kananMu dan
lenganMu dan cahaya wajahMu, sebab Engkau berkenan kepada mereka (Maz 44:4).
(Bp. Budi – PT. MPU)

No comments:
Post a Comment