TEMPTATION
Yeremia 17:5, “5Beginilah
firman TUHAN: ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 6Ia
akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya
keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang
asin yang tidak berpenduduk. 7Diberkatilah orang yang mengandalkan
TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8Ia akan seperti pohon
yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan
yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang
tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.’”
Mereka yang hidup berpusat pada diri sendiri & mengandalkan orang lain
pasti akan kecewa, sebaliknya mereka yang sepenuhnya mengandalkan Tuhan akan
diberkati & memperoleh warisan Ilahi. Mereka tidak perlu takut/khawatir di
dalam situasi hidup bagaimanapun karena akar mereka tertanam jauh
di dalam Allah. Amin.
Respon 1
Pertumbuhan jumlah
jemaat merupakan kerinduan dari setiap pemimpin rohani khususnya yang dipanggil
untuk menggembalakan jemaat hari-hari ini. Untuk mewujudkannya, tidak jarang
berbagai upaya dilakukan. Mulai dari berdoa agar ditambahkan jiwa baru,
khotbah-khotbah yang menarik pendengar, program-program yang meningkatkan
kerohanian hingga penyediaan fasilitas ibadah yang lebih lengkap, bangunan
permanen & indah atau kinerja pelayanan yang lebih baik. Meneliti jemaat
mula-mula di kitab Kisah Para Rasul, berulang kali disebutkan bahwa jumlah
anggota terus bertambah bahkan bermultiplikasi (Kis. 2:41;4:4;5:14;6:1,7).
Perbedaannya dengan gereja masa kini secara mendasar ialah bahwa jemaat
mula-mula sama sekali tidak berpikir (apalagi mengusahakan dengan berbagai
cara) untuk menambah bilangan orang-orang yang bergabung. Tanpa program-program
rohani khusus & terencana disertai dukungan megahnya fasilitas lengkap,
secara natural kelompok baru itu menarik ribuan orang yang belum mengenal
Kristus. Bukannya tak perlu menargetkan jiwa-jiwa yang ingin dijangkau dengan
merencanakan pelayanan yang matang, tapi apa yang menjadi ciri jemaat pertama
seharusnya ada pada kita demi suatu terobosan kebangunan yang sejati. Semua
terekam dalam Kisah 2:41-47. Jemaat mula-mula antusias akan perkara-perkara
rohani. Setiap hari mereka beribadah dengan segala kerinduan. Kasih mereka
nyata, tampak dari betapa murah hatinya mereka saling berbagi dengan
saudara-saudara seiman, hamba-hamba Allah & pekerjaan Tuhan. Menjalani
hidup saleh ialah sukacita -bukan suatu rutinitas yang membebani & ingin
cepat-cepat disudahi. Yang terutama, mereka ialah kumpulan orang-orang yang tulus
-bukan tampaknya baik, rajin beribadah dengan tampilan-tampilan rohani namun
hidup sehari-harinya tak sesuai dengan semua itu. Itulah sebab Tuhan berkenan
& mempercayakan lebih banyak jiwa-jiwa. Lebih dari semua strategi
pertumbuhan gereja yang sudah & masih dikerjakan, adakah kita mau membayar
harga seperti jemaat mula-mula demi tuaian besar yang terakhir sebelum
kesudahan segala sesuatu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Morning too Sis.
Amin & thank you. Life is a test. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah
setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar,
sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13). Di kehidupan kita, kita
tidak mengetahui semua ujian yang akan Tuhan berikan kepada kita. Kita akan
diuji melalui janji yang tertunda, masalah yang mustahil diselesaikan, doa yang
tidak dijawab, kehilangan orang-orang terkasih, sakit, dll... Ketika kita
mengerti bahwa hidup adalah suatu ujian, kita akan menyadari bahwa tidak ada
yang tidak penting dalam kehidupan ini. Kejadian yang paling kecil sekalipun
mempunyai arti penting untuk perkembangan karakter kita. Setiap hari berarti,
dan setiap detik adalah kesempatan untuk bertumbuh, memperdalam dan memperbaiki
karakter kita, menunjukkan kasih kepada orang lain, menjadi inspirasi positif
bagi orang-orang di sekitar kita... Tuhan menginginkan kita untuk dapat
melewati ujian-ujian yang kita hadapi, sehingga DIA tidak pernah membiarkan
ujian yang kita hadapi melebihi kekuatan kita. Dan setiap kali kita berhasil
dalam ujian, Tuhan melihatnya dan membuat rencana rencana untuk memberikan
ganjaran kebaikan dalam kekekalan dan membawa kita ke level yang lebih
tinggi... Ingat, kehidupan adalah ujian, life is a test, dan setiap ujian akan
membentuk kita menjadi lebih baik! “Tidak ada peningkatan level tanpa melalui
proses ujian...” (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu,
8 November 2015. Niat Jahat Dalam Doa. Seandainya ada niat jahat dalam hatiku,
tentulah Tuhan tidak mau mendengar (Mazmur 66:18). Apakah Allah mendengarkan
setiap doa yang dinaikkan umat manusia? Biasanya orang akan cepat menjawab “Ya”.
Namun, hari ini kita akan merenungkan kemungkinan bahwa Tuhan ternyata tidak
mau mendengarkan doa kita. Setidaknya, itulah yang diyakini oleh pemazmur dalam
bacaan hari ini. Pemazmur memulai rangkaian mazmurnya dengan ajakan untuk
memuji, meninggikan, dan memuliakan Tuhan karena kedahsyatan perbuatan-Nya. Ia
kemudian melanjutkan dengan pengalaman pribadinya (ay. 9-15)—pengalaman yang
melahirkan pemahaman mengenai Allah, yang menginginkan kemurnian dalam hati
umat-Nya. Seandainya ada niat jahat dalam hati, tentu Tuhan tidak mau
mendengar. Wow! Mungkin kita bertanya-tanya, “Mungkinkah menaikkan doa dengan
kondisi ada niat jahat dalam hati?” Jawabannya: Mungkin sekali! Kondisi hati
manusia yang rapuh, mudah terkoyak, dan tak jarang memendam sakit hati, iri hati,
kebencian, dan kepahitan yang berakar membuat kita dapat menaikkan doa dengan
niat jahat di dalamnya. Niat jahat dalam hati sering kali tidak kita sadari.
Hanya Tuhanlah, lewat karya Roh Kudus, yang membantu kita dalam kelemahan kita
dan berdoa untuk kita kepada Allah (Rm. 8:26). Ketika kita mempersilahkan Roh
Kudus bekerja dalam hati kita, segera kita akan dapat mengetahui ketika ada
niat jahat dalam hati, yang perlu segera dibersihkan. Jadi, adakah masih ada
niat jahat dalam hati kita? Bereskan dengan segera supaya doa kita tidak
terganggu!—GHJ. KETIKA NIAT JAHAT MERUSAK DOA KITA, BUKALAH HATI BAGI ROH KUDUS
UNTUK MEMBERESKANNYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
“Saat orang merasa
benar sendiri, pada saat itulah kebenaran sudah tercemar.” Xavier Quentin
Pranata.

No comments:
Post a Comment