Friday, 6 November 2015

6 November 2015

TEMPTATION



Amsal 12:15, “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.” Orang yang suka mendengar-kan & melakukan nasihat (orang ‘berhikmat’) adalah bijak, tetapi orang yang ‘semaunya sendiri’ (orang yang tidak bisa tunduk & taat) yang tidak bisa menerima nasihat & didikan adalah ‘orang yang bodoh’. Bagaimana dengan sikap kita? Apakah kita termasuk orang yang ‘bijak’? Atau orang ‘semaunya sendiri’? Sikap yang semaunya sendiri pasti dijauhi orang & yang pasti menghambat BERKAT Tuhan dicurahkan bagi kita. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat, 6 November 2015. Sedia Turun Tangan. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32). Sebagai ayah, saya mengajar kedua putri saya bertanggung jawab atas tindakan mereka. Suatu kali, Kei putri bungsu saya, tak sengaja memecahkan gelas. Saya membuat pengecualian. Usia Kei baru empat tahun. Saya tak bisa meminta Kei bertanggung jawab. Sayalah yang menyediakan diri turun tangan, membersihkan pecahan gelas. Saya tidak mau Kei terluka. Bapa Surgawi juga mengajar kita bertanggung jawab atas perbuatan kita. Dan, Dia pun tahu, ada kalanya kita anak-anak-Nya tak mampu bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan. Untuk hal seperti ini, kita tidak perlu khawatir. Allah yang penuh kasih dan memahami keadaan kita pasti bersedia turun tangan. Dia akan menolong kita mengatasi ketidakberdayaan dan keterbatasan kita. Tetapi, bagaimana jika masalah itu akibat dosa dan ketidaktaatan kita? Apakah Bapa di surga masih bersedia turun tangan? Sepintas, kita pantas tidak ditolong. Tapi bagaimana mungkin, Bapa yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua (ay. 32), angkat tangan atas hidup kita? Dia berfirman, “Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Bapa” (ay. 39). Apa pun masalah dan pergumulan yang kita hadapi, sekalipun hal itu terjadi akibat dosa dan ketidaktaatan kita, Bapa Surgawi bersedia turun tangan. Tentu saja, bukan berarti kita menyalahgunakan kebaikan hati Bapa itu dan boleh hidup sembarangan. Biarlah Bapa juga mengajar kita bersikap bijaksana, supaya kita terhindar dari bencan —OKS. DI DALAM KRISTUS, SEMUA ORANG LAYAK UNTUK DITOLONG. Selamat pagi. Happy Friday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Jangan sampai pengharapanmu kandas karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Pengharapanmu kepada Tuhan tidak sia-sia karena Dia setia. Roma 12:12, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (GNCC)

Respon 3
Sewaktu Yesus mengajar, Alkitab mencatat bahwa kontroversi sering terjadi. Ajaran yang disampaikan Yesus terbukti kebenaran-Nya namun sekaligus tidak sama dengan yang disampaikan guru-guru agama orang-orang Yahudi itu. Yohanes 10:19-21 memberitahu kita bahwa sebagian berpikir bahwa Yesus seorang yang kerasukan setan sedangkan kelompok lain berpendapat bahwa itu pekerjaan Tuhan sebab mata orang-orang buta pun melihat oleh karena Yesus. Di ayat-ayat selanjutnya, ayat 22-24, dalam kesempatan yang berbeda, lagi-lagi orang-orang berkerumun meminta kejelasan akan siapa sebenarnya Yesus. “Jangan biarkan kami dalam kebimbangan. Katakan saja pada kami jika Engkau Mesias itu!” Intinya ada suatu kebingungan yang besar, suatu ketidakpastian, dari pendengar-pendengar Yesus apakah pesan Yesus ialah pesan yang murni & benar atau tidak. Di masa kini, kebingungan itu masih terus ada. Banyak yang kesulitan membedakan mana yang benar-benar suara Tuhan & mana yang bukan. Bukan hanya untuk mendengar suatu pesan yang berbicara atas nama Tuhan namun kemampuan membedakan suara-suara itu sangat penting. Yesus berkata bahwa hanya domba-domba yang mengenal suara-Nya yang akan mengikut Dia (Yoh. 10:27,4-5). Jika kita gagal mengenali suara-Nya, bisa jadi kita bukan domba Kristus & Dia bukan gembala kita. Kita mungkin mengikuti gembala yang lain namun bukan Yesus Kristus, gembala yang baik itu. Ada rupa-rupa angin pengajaran. Ada pemahaman & penafsiran-penafsiran mutakhir yang disampaikan dengan cara yang begitu meyakinkan pemirsanya. Juga marak beredar kabar-kabar profetik atau bersifat nubuatan dari penjuru dunia. Semua mengklaim sebagai pesan sejati dari Yesus (bahkan Scientology pun menamakan tempat ibadah mereka 'gereja' dengan tanda salib di atasnya!). Tanpa mampu membedakan suara Gembala Agung itu, kita tak lagi mengikut Dia tapi akan menuju ke arah yang salah & sesat. Jadi, maukah Anda mengadakan waktu berdiam diri & belajar mendengarkan Dia berbicara kepada Anda secara pribadi (Yoh.10:3) melalui saat-saat berdoa & merenungkan firman-Nya tiap-tiap hari? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Maz 108:14 – Dengan ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa! Wow, bersama YESUS tidak ada yang tidak bisa. Pasti kita alami mujizat-NYA sekarang ini! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 5
“Di dalam kata KEBERUNTUNGAN, ada kata TEKUN N (dan) BERUANG.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment