TEMPTATION
Amsal 12:15, “Jalan
orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat,
ia bijak.” Orang yang suka mendengar-kan & melakukan nasihat (orang ‘berhikmat’)
adalah bijak, tetapi orang yang ‘semaunya sendiri’ (orang yang tidak bisa
tunduk & taat) yang tidak bisa menerima nasihat & didikan adalah ‘orang
yang bodoh’. Bagaimana dengan sikap kita? Apakah kita termasuk orang yang ‘bijak’?
Atau orang ‘semaunya sendiri’? Sikap yang semaunya sendiri pasti dijauhi orang
& yang pasti menghambat BERKAT Tuhan dicurahkan bagi kita. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat,
6 November 2015. Sedia Turun Tangan. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya
sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia
tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma
8:32). Sebagai ayah, saya mengajar kedua putri saya bertanggung jawab atas
tindakan mereka. Suatu kali, Kei putri bungsu saya, tak sengaja memecahkan
gelas. Saya membuat pengecualian. Usia Kei baru empat tahun. Saya tak bisa
meminta Kei bertanggung jawab. Sayalah yang menyediakan diri turun tangan,
membersihkan pecahan gelas. Saya tidak mau Kei terluka. Bapa Surgawi juga
mengajar kita bertanggung jawab atas perbuatan kita. Dan, Dia pun tahu, ada
kalanya kita anak-anak-Nya tak mampu bertanggung jawab atas apa yang telah kita
lakukan. Untuk hal seperti ini, kita tidak perlu khawatir. Allah yang penuh
kasih dan memahami keadaan kita pasti bersedia turun tangan. Dia akan menolong
kita mengatasi ketidakberdayaan dan keterbatasan kita. Tetapi, bagaimana jika
masalah itu akibat dosa dan ketidaktaatan kita? Apakah Bapa di surga masih
bersedia turun tangan? Sepintas, kita pantas tidak ditolong. Tapi bagaimana
mungkin, Bapa yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya
bagi kita semua (ay. 32), angkat tangan atas hidup kita? Dia berfirman, “Tidak
ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Bapa” (ay. 39). Apa pun masalah dan
pergumulan yang kita hadapi, sekalipun hal itu terjadi akibat dosa dan
ketidaktaatan kita, Bapa Surgawi bersedia turun tangan. Tentu saja, bukan
berarti kita menyalahgunakan kebaikan hati Bapa itu dan boleh hidup
sembarangan. Biarlah Bapa juga mengajar kita bersikap bijaksana, supaya kita
terhindar dari bencan —OKS. DI DALAM KRISTUS, SEMUA ORANG LAYAK UNTUK DITOLONG.
Selamat pagi. Happy Friday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
Jangan sampai
pengharapanmu kandas karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi esok.
Pengharapanmu kepada Tuhan tidak sia-sia karena Dia setia. Roma 12:12,
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah
dalam doa!” (GNCC)
Respon 3
Sewaktu Yesus
mengajar, Alkitab mencatat bahwa kontroversi sering terjadi. Ajaran yang
disampaikan Yesus terbukti kebenaran-Nya namun sekaligus tidak sama dengan yang
disampaikan guru-guru agama orang-orang Yahudi itu. Yohanes 10:19-21
memberitahu kita bahwa sebagian berpikir bahwa Yesus seorang yang kerasukan
setan sedangkan kelompok lain berpendapat bahwa itu pekerjaan Tuhan sebab mata
orang-orang buta pun melihat oleh karena Yesus. Di ayat-ayat selanjutnya, ayat
22-24, dalam kesempatan yang berbeda, lagi-lagi orang-orang berkerumun meminta
kejelasan akan siapa sebenarnya Yesus. “Jangan biarkan kami dalam kebimbangan.
Katakan saja pada kami jika Engkau Mesias itu!” Intinya ada suatu kebingungan
yang besar, suatu ketidakpastian, dari pendengar-pendengar Yesus apakah pesan
Yesus ialah pesan yang murni & benar atau tidak. Di masa kini, kebingungan
itu masih terus ada. Banyak yang kesulitan membedakan mana yang benar-benar
suara Tuhan & mana yang bukan. Bukan hanya untuk mendengar suatu pesan yang
berbicara atas nama Tuhan namun kemampuan membedakan suara-suara itu sangat
penting. Yesus berkata bahwa hanya domba-domba yang mengenal suara-Nya yang
akan mengikut Dia (Yoh. 10:27,4-5). Jika kita gagal mengenali suara-Nya, bisa
jadi kita bukan domba Kristus & Dia bukan gembala kita. Kita mungkin
mengikuti gembala yang lain namun bukan Yesus Kristus, gembala yang baik itu.
Ada rupa-rupa angin pengajaran. Ada pemahaman & penafsiran-penafsiran
mutakhir yang disampaikan dengan cara yang begitu meyakinkan pemirsanya. Juga
marak beredar kabar-kabar profetik atau bersifat nubuatan dari penjuru dunia.
Semua mengklaim sebagai pesan sejati dari Yesus (bahkan Scientology pun
menamakan tempat ibadah mereka 'gereja' dengan tanda salib di atasnya!). Tanpa
mampu membedakan suara Gembala Agung itu, kita tak lagi mengikut Dia tapi akan
menuju ke arah yang salah & sesat. Jadi, maukah Anda mengadakan waktu
berdiam diri & belajar mendengarkan Dia berbicara kepada Anda secara
pribadi (Yoh.10:3) melalui saat-saat berdoa & merenungkan firman-Nya
tiap-tiap hari? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Maz 108:14 – Dengan
ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa! Wow, bersama YESUS
tidak ada yang tidak bisa. Pasti kita alami mujizat-NYA sekarang ini! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 5
“Di dalam kata
KEBERUNTUNGAN, ada kata TEKUN N (dan) BERUANG.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment