TEMPTATION
Ibrani 10:25, “Janganlah
kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan
oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat
melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Sebagai anak-anak Tuhan
janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (Ibadah Raya,
Komsel, doa, dsb), justru pada saat kesukaran, kita harus saling mensupport
satu dengan yang lain, DIA tidak pernah menghendaki kita berjalan sendiri, DIA
mau supaya kita memperoleh dukungan & dorongan dari sesama kita. Amin.
Sudahkah kita tergabung dalam sebuah komunitas? Supaya kita dapat “SALING”
memperhatikan, mendoakan, dan menolong...?
Respon 1
“Saat kita
direndahkan sampai posisi paling bawah, kita masih bisa bersyukur karena sudah
tidak bisa lebih rendah lagi.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Jangan berkecil
hati sekalipun tidak ada orang yang peduli dan menolongmu. 1 Samuel 14:6, ‘...sebab
bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan
sedikit orang.’ (GNCC)
Respon 3
Tuhan ingin kita
bekerja sendiri (harus kerja sendiri) TAPI tidak sendirian. Amin, have a nice
day. (Bp. Gunadi Cahyono)
Respon 4
Hal kedua yang
dipandang sebagai sesuatu yang elok dipandang karena tampil dengan gagahnya
dalam Amsal 30:31 ialah “ayam jantan yang angkuh” (versi Terjemahan Baru
Indonesia). Bahasa asli dari istilah tersebut sebenarnya memiliki makna dasar
“sesuatu terikat pinggangnya” yang kemudian beberapa menafsirkannya sebagai
greyhound (anjing berpinggang ramping untuk balap anjing) atau kuda perang
dengan pinggang yang kuat berotot. Ayam jantan yang dimaksud juga merujuk pada
ayam jantan yang berjalan dihadapan lawannya dalam suatu aduan. Inti dari
semuanya ini ialah suatu gambaran mengenai “kondisi yang siap menghadapi
apapun”. Suatu sikap yakin & berani karena telah siap dalam segala keadaan.
Tidak menjadi kebingungan dalam ketidakpastian. Firman Tuhan mengajar kita
menjadi orang-orang yang selalu berjaga-jaga. Entah itu berkaitan dengan
kehidupan jasmani, lebih-lebih rohani. Semut dipuji-puji karena bekerja keras
walau sudah banyak bahan makannya (Ams. 6:8). Dan “siapa mengumpulkan pada
musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu” (Ams.
10:5). Dalam hal rohani, kita diperintahkan untuk berjaga-jaga & bersikap
sebagai laki-laki (1 Kor. 16:13). Lebih dari itu kita dipanggil untuk
berjaga-jaga dalam doa (Luk. 21:36; Kol. 4:2), dalam kekuatan kuasa-Nya,
mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar dapat bertahan melawan tipu
muslihat iblis & mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu; tetap
berdiri hingga akhir segala sesuatu! (Ef. 6:10-18). Perumpamaan 5 anak dara
bijak merupakan penegasan kehendak Tuhan akan hal ini. Persediaan minyak
merupakan lambang persekutuan dengan Roh Kudus dimana sudah seharusnya kita
memiliki hubungan yang tak pernah putus dengan Dia, tiap hari berjalan dalam
pimpinan Roh-Nya. Mempersiapkan diri menyambut kedatangan Mempelai Agung itu.
Sehingga kita tidak akan menjadi bingung, panik & terluput masuk dalam
kemuliaan. Bukankah yang siap sedia tidak akan pernah dipermalukan di bumi,
lebih-lebih di pengadilan terakhir di hadapan Hakim Agung itu? Salam revival!
GBU. (Woship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment