TEMPTATION
Efesus 1:18-19, “18Dan
supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah
yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang
ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19Dan betapa hebat kuasa-Nya
bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.” Pengharapan
apakah yang terkandung dalam panggilan orang percaya? Rasul Paulus memaparkan
paling tidak, ada 2 Pengharapan yang terkandung di dalamnya, yaitu: Betapa Kaya
KemuliaanNya & Betapa Hebat KuasaNya. “Kekayaan” yang melampaui pikiran
kita bahkan melebihi apa yang kita doakan (Ef 3:20) & “kekayaan” yang
membuat kita diselamatkan dari hukuman kekal (Ef 2:7&8). Inilah “Kekayaan
KemuliaanNya” yang terkandung dalam panggilan-Nya kepada kita sebagai orang
percaya. Amin. “KuasaNya yang hebat” (kuasa Yesus melebihi kuasa-kuasa yang ada
di dalam dunia) yaitu KUASA yang diterima Yesus diberikan juga kepada jemaatNya
yang juga merupakan tubuhNya (Ef 1:22). Bila kuasa yang hebat seperti
ini tersedia bagi saya & saudara (setiap orang percaya) maka tak ada hal
yang mustahil bagi DIA. Amin.
Respon 1
Amsal 3:5-7, ‘Percayalah
kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan
jauhilah kejahatan.’ (GNCC)
Respon 2
Maz 54:6 –
Sesungguhnya, ALLAH adalah PENOLONGku; TUHANlah yang MENOPANGku! YESUS Sobat
yang setia, DIA tak pernah tinggalkan kita. Pasti ditolong dan ditopang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
“Orang bijak
memilih untuk fokus kepada yang bernilai kekal ketimbang yang sekedar
terkenal.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Seperti ilmu air.
Kejadian 6:1. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tegah segala air untuk
memisahkan air dari air.” Air adalah salah satu ciptaan Tuhan yang unik. Air
itu lembut, tak bertajam,
menunjukkan bahwa air bisa jadi sahabat.
Tetapi bisa juga keras, kuat dan tegas. Tetesan air yang terus menerus mampu
melubangi batu karang atau membuat besi berkarat dan hancur. Air juga bisa
menghadirkan bencana. Ombak besar, tsunami dan banjir adalah bukti dashyatnya
kekuatan air. Di dalam kehidupan ini, kita diajarkan untuk meneladani ilmu air. Pertama,
kita harus rendah hati seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Kedua, flexible dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan seperti air yang selalu bisa menyesuaikan diri dengan
tempatnya. Ketiga, tegas dan kuat dalam
menghadapi tantangan. Seperti air yang bisa melubangi batu karang. Jadilah
pembawa kebaikan, bagi diri sendiri sesama dan lingkungan, seperti aur yabg
adalah sumber kehidupan. Bahkan saking berartinya air, Tuhan saja menyamakan
keselamatan itu seperti air. “Tetapi barangsiapa minum air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus unk selama lamanya.
Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam
dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal”
(Yohanes 4:14). Kita dipanggil untuk menjadi air segar yang mampu
membawa jiwa-jiwa yang terluput dari Tuhan. Untuk menjadi air kehidupan, terapkanlah cara hidup yang berbeda dari
dunia. Tetap rendah hati, bijaksana dan tahan uji. Mari minta kepada Tuhan agar
Anda dipenuhi kapasitas untuk serupa seperti air. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
SAAT TEDUH. Jumat,
13 November 2015. Menyentuh Yesus. “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu
telah menyelamatkan engkau.” Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu (Matius
9:22). Dua belas tahun bukan waktu yang singkat bagi orang yang didiagnosis
sakit pendarahan. Pengobatan? Segala upaya telah dilakukan oleh wanita ini.
Sampai seluruh hartanya terkuras. Sia-sia belaka, tak satu pun upaya berhasil
menyembuhkan penyakitnya. Kita mungkin bisa membayangkan perasaan yang kemudian
berkembang dalam dirinya. Merasa hidup tidak berguna lagi, ragu-ragu, dan
ketakutan—hal-hal itu bisa jadi memenuhi pikirannya. Namun, saya sungguh
mengagumi hasrat wanita itu untuk sembuh dan juga keberaniannya untuk menerobos
segala ketidakmungkinan. Ya, hari itu ia melihat Yesus berjalan di tengah
kerumunan orang yang begitu banyak. Selama ini ia hanya mendengar nama Yesus,
Sang Penyembuh itu, dari kata orang. Nyatanya, hal itu sudah cukup membuatnya
beriman bahwa asalkan ia menjamah jubah-Nya, ia pasti sembuh! Iman ini
menggerakkan wanita itu untuk menerobos kerumunan orang demi menyentuh jubah
Yesus. Dan, ia pun sembuh sesuai dengan imannya. Iman timbul dari pendengaran,
dan pendengaran oleh firman Kristus (Rm. 10:17). Di sisi lain, iman tanpa
perbuatan adalah mati (Yak. 2:26). Firman Tuhan yang setiap hari kita baca dan
kita dengar kiranya terus bertumbuh dan menghasilkan iman dan pengenalan yang
semakin dalam akan Tuhan. Ketika situasi hidup kita baik, apakah kita tetap
mengakui bahwa tanpa Tuhan, kita tidak bias berbuat apa-apa? Sebaliknya, saat
situasi hidup tidak baik, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan, yang akan
menunjukkan rencana-Nya yang indah?—SYS. PENGAKUAN KITA PADA KEDAULATAN TUHAN
AKAN TERBUKTI DARI CARA KITA MERESPONS SETIAP PENGALAMAN DALAM HIDUP KITA.
Selamat pagi. Nikmati berkat Tuhan setiap hari dengan bersyukur. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 6
Firaun, dalam
Alkitab, merupakan salah satu simbol dari iblis atau orang-orang yang melawan
TUHAN. Dari kisah bagaimana Musa membebaskan Israel, kita bisa melihat
bagaimana Firaun memperbudak kaum pilihan Tuhan & bermaksud membinasakan
hingga keturunan mereka. Lalu Tuhan memanggil Musa untuk membebaskan bangsanya.
Dengan kuasa yang besar, Tuhan menulahi Mesir selagi Musa minta seluruh Israel
dibiarkan pergi beribadah di luar negeri itu. Jawaban Firaun berikut ini
mewakili apa yang ada di pikiran penguasa-penguasa kegelapan mengenai bagaimana
kita sebaiknya mengikut Tuhan: “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk
mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; HANYA JANGAN
PERGI TERLALU JAUH...”-Kel. 8:28. Dihubungkan dengan hal-hal rohani, maka
ketika iblis gagal menghalangi kita tetap mengikut Kristus, setidaknya kita
dibuatnya tidak mengikut Tuhan lebih jauh lagi, yang artinya: -Kerohanian kita
cukup dangkal & di permukaannya saja. Yang penting ke gereja, bersaat teduh
tiap hari, hidup normal seperti orang baik-baik setiap hari. Itu cukup. Menjadi
kanak-kanak & kerdil rohani tak masalah. Hanya, adakah Kristus teladan
kita, hidup serupa itu? -Mengejar perkara-perkara yang di atas bukanlah hal
yang utama. Bahwa realitas dunia lebih utama. Perlu uang & kebutuhan hidup
atau mengejar impian di bumi. Hal-hal terkait sorga urusan pendeta &
orang-orang yang sudah uzur di ambang maut. Masalahnya, apakah Yesus
mengajarkan demikian (Mat. 6:33)? -Meski beribadah & berstatus pengikut
Kristus, hidup seperti lazimnya orang-orang dunia pada umumnya. Perbedaan
dengan pemeluk iman lain cukup hanya tempat & cara ibadah saja. Hidup hanya
sekali, harus dinikmati semaksimal mungkin. Benarkah firman mengajarkan
demikian (Rom 12:2)? Menjadi Kristen radikal adalah mimpi buruk bagi iblis
& sekutu-kutunya. Menjadi Kristen yang lemah & mabuk anggur dunia ialah
tujuan utama mereka. Jadi, manakah yang Anda pilih, mengikuti Tuhan
sejauh-jauhnya kemana Dia pergi atau berhenti di titik tertentu karena bujukan
setan-setan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment