Friday, 13 November 2015

13 November 2015

TEMPTATION



Efesus 1:18-19, 18Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.” Pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan orang percaya? Rasul Paulus memaparkan paling tidak, ada 2 Pengharapan yang terkandung di dalamnya, yaitu: Betapa Kaya KemuliaanNya & Betapa Hebat KuasaNya. “Kekayaan” yang melampaui pikiran kita bahkan melebihi apa yang kita doakan (Ef 3:20) & “kekayaan” yang membuat kita diselamatkan dari hukuman kekal (Ef 2:7&8). Inilah “Kekayaan KemuliaanNya” yang terkandung dalam panggilan-Nya kepada kita sebagai orang percaya. Amin. “KuasaNya yang hebat” (kuasa Yesus melebihi kuasa-kuasa yang ada di dalam dunia) yaitu KUASA yang diterima Yesus diberikan juga kepada jemaatNya yang juga merupakan tubuhNya (Ef 1:22). Bila kuasa yang hebat seperti ini tersedia bagi saya & saudara (setiap orang percaya) maka tak ada hal yang mustahil bagi DIA. Amin.

Respon 1
Amsal 3:5-7, ‘Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.’ (GNCC)

Respon 2
Maz 54:6 – Sesungguhnya, ALLAH adalah PENOLONGku; TUHANlah yang MENOPANGku! YESUS Sobat yang setia, DIA tak pernah tinggalkan kita. Pasti ditolong dan ditopang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
“Orang bijak memilih untuk fokus kepada yang bernilai kekal ketimbang yang sekedar terkenal.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Seperti ilmu air. Kejadian 6:1. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tegah segala air untuk memisahkan air dari air.” Air adalah salah satu ciptaan Tuhan yang unik. Air itu lembut,  tak bertajam, menunjukkan  bahwa air bisa jadi sahabat. Tetapi bisa juga keras, kuat dan tegas. Tetesan air yang terus menerus mampu melubangi batu karang atau membuat besi berkarat dan hancur. Air juga bisa menghadirkan bencana. Ombak besar, tsunami dan banjir adalah bukti dashyatnya kekuatan air. Di dalam kehidupan ini, kita diajarkan untuk meneladani ilmu air.  Pertama,  kita harus rendah hati seperti air yang selalu mengalir ke tempat  yang lebih rendah. Kedua, flexible  dalam menghadapi berbagai ujian  dan cobaan seperti  air yang selalu bisa menyesuaikan diri dengan tempatnya. Ketiga, tegas  dan kuat dalam menghadapi tantangan. Seperti air yang bisa melubangi batu karang. Jadilah pembawa kebaikan, bagi diri sendiri sesama dan lingkungan, seperti aur yabg adalah sumber kehidupan. Bahkan saking berartinya air, Tuhan saja menyamakan keselamatan itu seperti air. “Tetapi barangsiapa minum  air yang Kuberikan kepadanya, ia  tidak akan haus unk selama lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes  4:14). Kita  dipanggil untuk menjadi air segar yang mampu membawa jiwa-jiwa yang terluput dari Tuhan. Untuk menjadi air kehidupan,  terapkanlah cara hidup yang berbeda dari dunia. Tetap rendah hati, bijaksana dan tahan uji. Mari minta kepada Tuhan agar Anda dipenuhi kapasitas untuk serupa seperti air. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
SAAT TEDUH. Jumat, 13 November 2015. Menyentuh Yesus. “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu (Matius 9:22). Dua belas tahun bukan waktu yang singkat bagi orang yang didiagnosis sakit pendarahan. Pengobatan? Segala upaya telah dilakukan oleh wanita ini. Sampai seluruh hartanya terkuras. Sia-sia belaka, tak satu pun upaya berhasil menyembuhkan penyakitnya. Kita mungkin bisa membayangkan perasaan yang kemudian berkembang dalam dirinya. Merasa hidup tidak berguna lagi, ragu-ragu, dan ketakutan—hal-hal itu bisa jadi memenuhi pikirannya. Namun, saya sungguh mengagumi hasrat wanita itu untuk sembuh dan juga keberaniannya untuk menerobos segala ketidakmungkinan. Ya, hari itu ia melihat Yesus berjalan di tengah kerumunan orang yang begitu banyak. Selama ini ia hanya mendengar nama Yesus, Sang Penyembuh itu, dari kata orang. Nyatanya, hal itu sudah cukup membuatnya beriman bahwa asalkan ia menjamah jubah-Nya, ia pasti sembuh! Iman ini menggerakkan wanita itu untuk menerobos kerumunan orang demi menyentuh jubah Yesus. Dan, ia pun sembuh sesuai dengan imannya. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rm. 10:17). Di sisi lain, iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:26). Firman Tuhan yang setiap hari kita baca dan kita dengar kiranya terus bertumbuh dan menghasilkan iman dan pengenalan yang semakin dalam akan Tuhan. Ketika situasi hidup kita baik, apakah kita tetap mengakui bahwa tanpa Tuhan, kita tidak bias berbuat apa-apa? Sebaliknya, saat situasi hidup tidak baik, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan, yang akan menunjukkan rencana-Nya yang indah?—SYS. PENGAKUAN KITA PADA KEDAULATAN TUHAN AKAN TERBUKTI DARI CARA KITA MERESPONS SETIAP PENGALAMAN DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Nikmati berkat Tuhan setiap hari dengan bersyukur. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 6
Firaun, dalam Alkitab, merupakan salah satu simbol dari iblis atau orang-orang yang melawan TUHAN. Dari kisah bagaimana Musa membebaskan Israel, kita bisa melihat bagaimana Firaun memperbudak kaum pilihan Tuhan & bermaksud membinasakan hingga keturunan mereka. Lalu Tuhan memanggil Musa untuk membebaskan bangsanya. Dengan kuasa yang besar, Tuhan menulahi Mesir selagi Musa minta seluruh Israel dibiarkan pergi beribadah di luar negeri itu. Jawaban Firaun berikut ini mewakili apa yang ada di pikiran penguasa-penguasa kegelapan mengenai bagaimana kita sebaiknya mengikut Tuhan: “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; HANYA JANGAN PERGI TERLALU JAUH...”-Kel. 8:28. Dihubungkan dengan hal-hal rohani, maka ketika iblis gagal menghalangi kita tetap mengikut Kristus, setidaknya kita dibuatnya tidak mengikut Tuhan lebih jauh lagi, yang artinya: -Kerohanian kita cukup dangkal & di permukaannya saja. Yang penting ke gereja, bersaat teduh tiap hari, hidup normal seperti orang baik-baik setiap hari. Itu cukup. Menjadi kanak-kanak & kerdil rohani tak masalah. Hanya, adakah Kristus teladan kita, hidup serupa itu? -Mengejar perkara-perkara yang di atas bukanlah hal yang utama. Bahwa realitas dunia lebih utama. Perlu uang & kebutuhan hidup atau mengejar impian di bumi. Hal-hal terkait sorga urusan pendeta & orang-orang yang sudah uzur di ambang maut. Masalahnya, apakah Yesus mengajarkan demikian (Mat. 6:33)? -Meski beribadah & berstatus pengikut Kristus, hidup seperti lazimnya orang-orang dunia pada umumnya. Perbedaan dengan pemeluk iman lain cukup hanya tempat & cara ibadah saja. Hidup hanya sekali, harus dinikmati semaksimal mungkin. Benarkah firman mengajarkan demikian (Rom 12:2)? Menjadi Kristen radikal adalah mimpi buruk bagi iblis & sekutu-kutunya. Menjadi Kristen yang lemah & mabuk anggur dunia ialah tujuan utama mereka. Jadi, manakah yang Anda pilih, mengikuti Tuhan sejauh-jauhnya kemana Dia pergi atau berhenti di titik tertentu karena bujukan setan-setan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment