TEMPTATION
MENJAGA HATI.
Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah
terpancar kehidupan.” Bila kehidupan terasa aman, serba cukup, semua
lancar, sangat mudah untuk ‘menjaga hati’ yaitu dengan Tetap Bersyukur.
Tetapi bila keadaan sangat tidak nyaman, dalam kesulitan, dalam
tantangan/pergumulan, semua usaha sudah dilakukan namun gagal terus. Kesehatan
memburuk. Kesulitan keuangan. Bisakah kita tetap BERSYUKUR/MENJAGA HATI? JANGAN
TERGODA untuk menyerah! Kunci utamanya adalah TETAP JAGA HATI, isi
HATI & PIKIRAN kita dengan KASIH
TUHAN/FIRMAN TUHAN yaitu dengan “mengucap
syukurlah dalam SEGALA HAL, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam
Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18). Amin. Masihkah kita tergoda
untuk tidak menjaga hati?? Ingat KEHIDUPAN yang sesungguhnya terpancar bila
HATI kita penuh UCAPAN SYUKUR. Amin.
Respon 1
“Jika kita menabung
sampah, anak cucu kita akan memetik sumpah serapah.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Ya amin! Bertumbuh Menjadi Dewasa. Syarat bertumbuh
hanya satu, ialah tertanam. Sebab yang menumbuhkan adalah Tuhan. Hampir segala
bidang hal itu demikian. Tidak ada orang yang menginginkan kegagalan. Pasti
semua orang berusaha untuk berhasil, tapi tidak banyak kuasa ditangan kita
untuk hal itu. Yosua 1:8; Maz 13; tertanam ditepi aliran air, disamakan dengan
memperkatakan Taurat Tuhan dan merenungkan dan melakukan. Tuhan akan membuat
perjalananmu berhasil dan kamu beruntung. Bertumbuh menjadi dewasa, bukan hanya
dihitung dari lamanya waktu, tapi apakah kita tertanam? Benih itu harus jatuh
ke tanah dan mati! Ada harga yang harus dibayar. Yes 52:13-15, hamba-Ku akan berhasil,
akan ditinggikan, disanjung, dimuliakan. Banyak orang akan tertegun,
tercengang, perbuatan tangan Tuhan selalu mengagumkan. Jadilah hamba-Nya, yang
setia, yang setiap saat mengarahkan pandangannya kepada tuannya, menunggu
perintah yang disampaikan dan tuan itu membuatnya berhasil. Tuhan bisa memakai
peristiwa sesakit apapun untuk membawa kemenangan, asalkan kita belajar untuk
tidak menyerah dengan keadaan. Amin... Happy Wednesday. Happy day. Jbu all.
(Tante Elisabet – Maumere)
Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu,
18 November 2015. SAKIT Diet. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan
gemuk tubuh mereka… sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan
memperhatikan kesudahan mereka (Mazmur 73:4, 17). Mazmur 73 adalah salah satu
mazmur yang sarat pengajaran. Bernada serupa dengan Mazmur 49, mazmur ini
mencatat pergumulan Asaf dalam menghadapi ironi hidup. Ia melihat mereka yang
berjalan di jalan kefasikan malah hidup mujur, sehat, dan makmur, melebihi umat
Tuhan yang “penuh tulah” (ay. 4-5; 12-14). Kondisi ini membuat Asaf patah arang
(ay.13) dan getir hati. Ia sempat menyesali komitmen hidup kudus, yang membuat
hidupnya tidak lebih baik dari orang fasik (ay. 13-14). Tetapi, kita akan
terhibur jika membaca kalimat Asaf selanjutnya. Ia memperhatikan di tempat
kudus Allah bahwa kehidupan orang fasik berakhir dengan kebinasaan. Di dalam
teropong Allah, ia melihat kesejahteraan orang fasik itu semu. Suatu penampilan
yang menipu. Asaf tidaklah sendirian. Saat ini, kebanyakan kita pernah
merasakan bahwa hidup Kekristenan itu tidak menarik. Kita menghadapi
perkelahian rohani. Lalu kita merasa keliru karena telah memilih jalan yang
sempit, licin, berbahaya, dengan sedikit kawan seperjalanan. Namun, ingatlah,
keberadaan segala sesuatu tidaklah selalu sama dengan penampilan luarnya. Suatu
penampilan indah namun berada di luar terang Allah sama saja dengan keindahan
yang semu. Sebaliknya, jika Allah yang menjadi Harta kita, seberat apa pun
tulah yang datang, kita akan mampu berkata seperti Asaf, “Sekalipun dagingku habis
lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya” (ay. 26) —NW.
SETIAP PERJUANGAN DAN PENGURBANAN YANG DICURAHKAN DALAM MENGIKUT JALAN TUHAN
BERNILAI KEKAL DI HADAPAN-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)

No comments:
Post a Comment