Wednesday, 18 November 2015

18 November 2015

TEMPTATION



MENJAGA HATI. Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Bila kehidupan terasa aman, serba cukup, semua lancar, sangat mudah untuk ‘menjaga hati’ yaitu dengan Tetap Bersyukur. Tetapi bila keadaan sangat tidak nyaman, dalam kesulitan, dalam tantangan/pergumulan, semua usaha sudah dilakukan namun gagal terus. Kesehatan memburuk. Kesulitan keuangan. Bisakah kita tetap BERSYUKUR/MENJAGA HATI? JANGAN TERGODA untuk menyerah! Kunci utamanya adalah TETAP JAGA HATI, isi HATI  & PIKIRAN kita dengan KASIH TUHAN/FIRMAN TUHAN  yaitu dengan “mengucap syukurlah dalam SEGALA HAL, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18). Amin. Masihkah kita tergoda untuk tidak menjaga hati?? Ingat KEHIDUPAN yang sesungguhnya terpancar bila HATI kita penuh UCAPAN SYUKUR. Amin.

Respon 1
“Jika kita menabung sampah, anak cucu kita akan memetik sumpah serapah.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Ya amin!  Bertumbuh Menjadi Dewasa. Syarat bertumbuh hanya satu, ialah tertanam. Sebab yang menumbuhkan adalah Tuhan. Hampir segala bidang hal itu demikian. Tidak ada orang yang menginginkan kegagalan. Pasti semua orang berusaha untuk berhasil, tapi tidak banyak kuasa ditangan kita untuk hal itu. Yosua 1:8; Maz 13; tertanam ditepi aliran air, disamakan dengan memperkatakan Taurat Tuhan dan merenungkan dan melakukan. Tuhan akan membuat perjalananmu berhasil dan kamu beruntung. Bertumbuh menjadi dewasa, bukan hanya dihitung dari lamanya waktu, tapi apakah kita tertanam? Benih itu harus jatuh ke tanah dan mati! Ada harga yang harus dibayar. Yes 52:13-15, hamba-Ku akan berhasil, akan ditinggikan, disanjung, dimuliakan. Banyak orang akan tertegun, tercengang, perbuatan tangan Tuhan selalu mengagumkan. Jadilah hamba-Nya, yang setia, yang setiap saat mengarahkan pandangannya kepada tuannya, menunggu perintah yang disampaikan dan tuan itu membuatnya berhasil. Tuhan bisa memakai peristiwa sesakit apapun untuk membawa kemenangan, asalkan kita belajar untuk tidak menyerah dengan keadaan. Amin... Happy Wednesday. Happy day. Jbu all. (Tante Elisabet – Maumere)

Respon 3

SAAT TEDUH. Rabu, 18 November 2015. SAKIT Diet. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka… sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka (Mazmur 73:4, 17). Mazmur 73 adalah salah satu mazmur yang sarat pengajaran. Bernada serupa dengan Mazmur 49, mazmur ini mencatat pergumulan Asaf dalam menghadapi ironi hidup. Ia melihat mereka yang berjalan di jalan kefasikan malah hidup mujur, sehat, dan makmur, melebihi umat Tuhan yang “penuh tulah” (ay. 4-5; 12-14). Kondisi ini membuat Asaf patah arang (ay.13) dan getir hati. Ia sempat menyesali komitmen hidup kudus, yang membuat hidupnya tidak lebih baik dari orang fasik (ay. 13-14). Tetapi, kita akan terhibur jika membaca kalimat Asaf selanjutnya. Ia memperhatikan di tempat kudus Allah bahwa kehidupan orang fasik berakhir dengan kebinasaan. Di dalam teropong Allah, ia melihat kesejahteraan orang fasik itu semu. Suatu penampilan yang menipu. Asaf tidaklah sendirian. Saat ini, kebanyakan kita pernah merasakan bahwa hidup Kekristenan itu tidak menarik. Kita menghadapi perkelahian rohani. Lalu kita merasa keliru karena telah memilih jalan yang sempit, licin, berbahaya, dengan sedikit kawan seperjalanan. Namun, ingatlah, keberadaan segala sesuatu tidaklah selalu sama dengan penampilan luarnya. Suatu penampilan indah namun berada di luar terang Allah sama saja dengan keindahan yang semu. Sebaliknya, jika Allah yang menjadi Harta kita, seberat apa pun tulah yang datang, kita akan mampu berkata seperti Asaf, “Sekalipun dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya” (ay. 26) —NW. SETIAP PERJUANGAN DAN PENGURBANAN YANG DICURAHKAN DALAM MENGIKUT JALAN TUHAN BERNILAI KEKAL DI HADAPAN-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment