TEMPTATION
Ibrani 10:17, “dan
Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” Meskipun dosa
menciptakan jarak antara Allah & kita, DIA tetap mengampuni kita bahkan DIA
tidak mengingat dosa-dosa kita lagi. Oleh sebab itu, ketika Allah
memperingatkan kita untuk tidak berbuat dosa, DIA melakukan demi kebaikan kita.
Pengakuan dosa yang jujur dihadapanNya akan membawa pengampunan. Amin.
Respon 1
Amin. Pengakuan
adalah penting, kunci mendekatkan diri kepada Tuhan. Have a nice day. (Bp.
Gunadi – PT. MDU)
Respon 2
Cawan-cawan penuh
anggur tersaji di depan orang-orang suku Rekhab. Yeremia yang menawarkan pada
mereka sesuai perintah Tuhan. Dan inilah jawab Bani Rekhab: “Kami tidak minum
anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah
kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmu pun minum anggur sampai
selama-lamanya;...” Dan sebenarnya tidak hanya itu. Leluhur orang-orang Rekhab
itu juga memberikan larangan bagi keturunannya untuk mendirikan rumah, mencabut
benih, mempunyai kebun anggur. Merekapun harus tinggal dalam kemah seumur hidup
mereka (Yer. 35:6-7). Hingga saat itu & di waktu-waktu kemudian mereka
dengan segenap hati mentaatinya! Bani Rekhab bergabung dengan Israel karena
ipar Musa adalah salah satu dari mereka. Meski begitu, mereka mengikuti
aturan-aturan Taurat sekaligus ajaran-ajaran leluhur mereka. Tuhan menggunakan
kesetiaan mereka pada perintah-perintah leluhur untuk menegur orang-orang
Israel yang tidak peduli bahkan menolak ketetapan-ketetapanNya (Yer. 35:12-17).
Ada 2 pelajaran penting yang bagi kita di sini: -Jika ada suku atau kaum yang
demikian peduli pada tradisi & ajaran leluhur mereka maka terlebih lagi
seharusnya kita lebih taat kepada nasihat dari segala nasihat, petunjuk dari
segala petunjuk yaitu ketetapan-ketetapan Tuhan kita. Apa yang dari Allah wajib
kita patuhi lebih daripada yang berasal dari manusia. -Sebelum kita terikat
untuk taat kepada perintah-perintah Tuhan lebih daripada taat kepada
aturan-aturan tradisi nenek moyang kita maka sesungguhnya kita masih belum
benar-benar memperhatikan firman-Nya sebagai pedoman hidup kita. Tidak semua
ajaran turun temurun bertentangan dengan sabda Tuhan, tapi kita harus
menetapkan dalam hati kita bahwa jika ada yang berlawanan dengan hukum-hukumNya
maka kita memilih untuk taat pada Tuhan lebih daripada apapun juga. Firman-Nya
adalah panduan hidup kita. Itulah pikiran & isi hati-Nya bagi kebaikan
& keberkatan kita. Akankah kita menjunjung tinggi & menetapkan segenap
keberadaan kita untuk menaatinya hingga akhir? Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)
Respon 3
Bilangan 6:24-26,
“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan
wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya
kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Have a blessed week! (GNCC)
Respon 4
SAAT TEDUH. Senin,
30 November 2015. Jangan Mengandalkan Orang. Oleh karena kamu meninggalkan
TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu! (2 Tawarikh 24:20). Seorang gadis berpacaran
dengan seorang hamba Tuhan. Mereka berdua aktif dan setia melayani di gereja
yang sama. Saat mereka merencanakan untuk menikah, hamba Tuhan itu jatuh sakit
berkepanjangan tak kunjung sembuh sampai meninggal. Si pemudi sangat terpukul
dan kehilangan, tetapi beberapa waktu kemudian, si pemudi berpacaran lagi
dengan pemuda yang belum percaya. Lambat laun, aktivitas si pemudi di gereja
mulai berkurang. Sangat disayangkan, sekarang, si pemudi sudah tidak menjadi
aktivis gereja lagi bahkan jarang hadir dalam ibadah hari Minggu, walaupun
hanya satu minggu sekali. Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja.
Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada. Yoyada
menjadi tua dan lanjut umur lalu matilah ia. Sesudah Yoyada mati,
pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja
mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, Allah nenek moyang
mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala
(ay. 1-2, 15-18). Jangan mempunyai iman yang bergantung pada orang lain. Bila
orang tersebut tidak ada lagi, iman kita menjadi kandas. Kita harus menjadi
dewasa; iman kita betul-betul bergantung kepada Tuhan sehingga tetap kuat
sampai akhir. Ada murka Tuhan atas orang yang meninggalkan Tuhan (ay. 18)
sebaliknya selama kita mencari Tuhan, Allah membuat segala usaha kita berhasil
(2 Taw. 26:5). Biarlah kekuatan-Nya meneguhkan kita senantiasa —IN. MEMILIKI
IMAN YANG BERGANTUNG PADA MANUSIA SAMA DENGAN MEMBANGUN RUMAH DI ATAS PASIR.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment