Monday, 30 November 2015

30 November 2015

TEMPTATION


Ibrani 10:17, “dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” Meskipun dosa menciptakan jarak antara Allah & kita, DIA tetap mengampuni kita bahkan DIA tidak mengingat dosa-dosa kita lagi. Oleh sebab itu, ketika Allah memperingatkan kita untuk tidak berbuat dosa, DIA melakukan demi kebaikan kita. Pengakuan dosa yang jujur dihadapanNya akan membawa pengampunan. Amin.

Respon 1
Amin. Pengakuan adalah penting, kunci mendekatkan diri kepada Tuhan. Have a nice day. (Bp. Gunadi – PT. MDU)

Respon 2
Cawan-cawan penuh anggur tersaji di depan orang-orang suku Rekhab. Yeremia yang menawarkan pada mereka sesuai perintah Tuhan. Dan inilah jawab Bani Rekhab: “Kami tidak minum anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmu pun minum anggur sampai selama-lamanya;...” Dan sebenarnya tidak hanya itu. Leluhur orang-orang Rekhab itu juga memberikan larangan bagi keturunannya untuk mendirikan rumah, mencabut benih, mempunyai kebun anggur. Merekapun harus tinggal dalam kemah seumur hidup mereka (Yer. 35:6-7). Hingga saat itu & di waktu-waktu kemudian mereka dengan segenap hati mentaatinya! Bani Rekhab bergabung dengan Israel karena ipar Musa adalah salah satu dari mereka. Meski begitu, mereka mengikuti aturan-aturan Taurat sekaligus ajaran-ajaran leluhur mereka. Tuhan menggunakan kesetiaan mereka pada perintah-perintah leluhur untuk menegur orang-orang Israel yang tidak peduli bahkan menolak ketetapan-ketetapanNya (Yer. 35:12-17). Ada 2 pelajaran penting yang bagi kita di sini: -Jika ada suku atau kaum yang demikian peduli pada tradisi & ajaran leluhur mereka maka terlebih lagi seharusnya kita lebih taat kepada nasihat dari segala nasihat, petunjuk dari segala petunjuk yaitu ketetapan-ketetapan Tuhan kita. Apa yang dari Allah wajib kita patuhi lebih daripada yang berasal dari manusia. -Sebelum kita terikat untuk taat kepada perintah-perintah Tuhan lebih daripada taat kepada aturan-aturan tradisi nenek moyang kita maka sesungguhnya kita masih belum benar-benar memperhatikan firman-Nya sebagai pedoman hidup kita. Tidak semua ajaran turun temurun bertentangan dengan sabda Tuhan, tapi kita harus menetapkan dalam hati kita bahwa jika ada yang berlawanan dengan hukum-hukumNya maka kita memilih untuk taat pada Tuhan lebih daripada apapun juga. Firman-Nya adalah panduan hidup kita. Itulah pikiran & isi hati-Nya bagi kebaikan & keberkatan kita. Akankah kita menjunjung tinggi & menetapkan segenap keberadaan kita untuk menaatinya hingga akhir? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
Bilangan 6:24-26, “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Have a blessed week! (GNCC)

Respon 4
SAAT TEDUH. Senin, 30 November 2015. Jangan Mengandalkan Orang. Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu! (2 Tawarikh 24:20). Seorang gadis berpacaran dengan seorang hamba Tuhan. Mereka berdua aktif dan setia melayani di gereja yang sama. Saat mereka merencanakan untuk menikah, hamba Tuhan itu jatuh sakit berkepanjangan tak kunjung sembuh sampai meninggal. Si pemudi sangat terpukul dan kehilangan, tetapi beberapa waktu kemudian, si pemudi berpacaran lagi dengan pemuda yang belum percaya. Lambat laun, aktivitas si pemudi di gereja mulai berkurang. Sangat disayangkan, sekarang, si pemudi sudah tidak menjadi aktivis gereja lagi bahkan jarang hadir dalam ibadah hari Minggu, walaupun hanya satu minggu sekali. Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja. Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada. Yoyada menjadi tua dan lanjut umur lalu matilah ia. Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala (ay. 1-2, 15-18). Jangan mempunyai iman yang bergantung pada orang lain. Bila orang tersebut tidak ada lagi, iman kita menjadi kandas. Kita harus menjadi dewasa; iman kita betul-betul bergantung kepada Tuhan sehingga tetap kuat sampai akhir. Ada murka Tuhan atas orang yang meninggalkan Tuhan (ay. 18) sebaliknya selama kita mencari Tuhan, Allah membuat segala usaha kita berhasil (2 Taw. 26:5). Biarlah kekuatan-Nya meneguhkan kita senantiasa —IN. MEMILIKI IMAN YANG BERGANTUNG PADA MANUSIA SAMA DENGAN MEMBANGUN RUMAH DI ATAS PASIR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)



No comments:

Post a Comment