TEMPTATION
Yoh 16:13a, “Tetapi
apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh
kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi
segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan
memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Amin. Pekerjaan ROH KUDUS
yang menyadarkan kita bukan saja ditujukan kepada mereka yang belum
percaya/selamat, tetapi juga bagi kita semua yang percaya untuk mengajar,
menuntun kita kepada kebenaran. Sehingga mereka yang menerima kebenaran &
dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah. Jangan tergoda dengan
keputusan sendiri, libatkan pimpinan Roh Kudus dalam setiap aspek hidup kita.
Amin.
Respon 1
“Alangkah indahnya
jika bukan kita yang dikenang, namun Tuhan yang hidup di dalam kita.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 2
Amsal 3:13-15,
“Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,
karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia
lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kauinginkan, tidak dapat
menyamainya.” (GNCC)
Respon 3
PAGI... Raksasa Itu
Kecil. “dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan
dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran
dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami” (1 Samuel 17:47). Sebuah
masalah bisa dikatakan besar atau kecil, sebenarnya tergantung pada
pembandingnya. Percayakah Anda jika saya mengatakan raksasa itu kecil?
Tergantung pembandingnya! Sangat besar jika kita bandingkan dengan manusia
biasa. Sangat kecil jika dibandingkan Tuhan pencipta semesta. Perbedaan sikap
Saul dan Daud saat menghadapi raksasa Goliat menunjukkan dengan jelas hal itu.
Saul dan segenap orang Israel menjadi cemas dan ketakutan saat ditantang Goliat
(ayat 11). Sebaliknya, Daud begitu berani menghadapi Goliat ( ayat 45). Mengapa
Saul menjadi sedemikian takut? Karena dia membandingkan raksasa itu dengan
kekuatannya sendiri yang jauh dibawahnya. Daud berani menghadapi Goliat karena
dia membandingkan raksasa itu dengan Allah yang menyertainya (ayat 46).
Sebesar-besarnya Goliat, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah.
Saudaraku... Setiap kali kita menghadapi masalah, seharusnya kita memiliki cara
pandang seperti Daud. Ketika kita membandingkan masalah kita dengan kuasa
Tuhan, masalah kita sama sekali tidak ada artinya. Sebenarnya prinsip ini
sangatlah sederhana. Sayangnya kita kerap berjalan bukan dengan iman, tapi
dengan apa yang kita lihat. Kita seperti Saul. Kita selalu mengukur masalah
kita dengan kekuatan kita sendiri yang terbatas. Akibatnya, kita takut dan
tawar hati. Mengapa kita tidak memilih untuk bersikap seperti Daud setiap kali
menghadapi raksasa kehidupan? Ingat saudaraku... Jika kita membandingkannya
dengan Tuhan yang besar, maka masalah yang kita hadapi terlihat begitu kecil.
Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat,
20 November 2015. Muda. Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena
engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam
tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu (1
Timotius 4:12). “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata
Bung Karno. Pernyataan ini menggambarkan betapa pemuda dapat melakukan hal-hal
besar dan dahsyat. Sejarah Indonesia mencatat, pada 28 Oktober 1928, para
pemuda dari berbagai suku mendeklarasikan Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air dan
berbangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Saat
itu Indonesia Raya juga dinyanyikan untuk pertama kalinya, dan kemudian menjadi
lagu kebangsaan kita. Ini contoh peran penting pemuda dalam sejarah bangsa.
Banyak orang menilai kemampuan seseorang berdasarkan usia. Orang yang masih
muda cenderung dianggap belum dapat diandalkan. Kita belum bisa berharap banyak
pada mereka. Mitos seperti itu jugalah yang hendak dipatahkan oleh Paulus dalam
hidup Timotius, anak rohaninya. Timotius memang masih muda, namun ia dikenal
sebagai orang baik di kalangan orang percaya (Kis. 16:2). Ia mendampingi Paulus
dalam pelayanannya. Lalu Paulus mendesaknya tinggal dan melayani jemaat di
Efesus (1 Tim. 1:3). Salah satu tantangan berat yang dihadapinya adalah para
pengajar sesat, yang bahkan sudah menyusup di dalam jemaat. Paulus mendorong
agar ia tidak menganggap usia mudanya sebagai hambatan. Hidupnya yang telah
diubahkan Kristus pasti memampukannya menjadi teladan. Dan terbukti, sepanjang
hidupnya, Timotius melayani Tuhan dengan setia. Ya, mengenal Tuhan sejak muda
memberi kita lebih banyak peluang untuk melakukan hal-hal besar bagi Dia —HT.
BERKARYA BAGI TUHAN BUKAN SOAL USIA, NAMUN SEMAKIN MUDA KITA MENGENAL-NYA,
SEMAKIN BANYAK PELUANG MEMBESARKAN NAMA-NYA. Happy Friday. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati

No comments:
Post a Comment