Friday, 20 November 2015

20 November 2015

TEMPTATION



Yoh 16:13a, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Amin. Pekerjaan ROH KUDUS yang menyadarkan kita bukan saja ditujukan kepada mereka yang belum percaya/selamat, tetapi juga bagi kita semua yang percaya untuk mengajar, menuntun kita kepada kebenaran. Sehingga mereka yang menerima kebenaran & dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah. Jangan tergoda dengan keputusan sendiri, libatkan pimpinan Roh Kudus dalam setiap aspek hidup kita. Amin.

Respon 1
“Alangkah indahnya jika bukan kita yang dikenang, namun Tuhan yang hidup di dalam kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Amsal 3:13-15, “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.” (GNCC)

Respon 3
PAGI... Raksasa Itu Kecil. “dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami” (1 Samuel 17:47). Sebuah masalah bisa dikatakan besar atau kecil, sebenarnya tergantung pada pembandingnya. Percayakah Anda jika saya mengatakan raksasa itu kecil? Tergantung pembandingnya! Sangat besar jika kita bandingkan dengan manusia biasa. Sangat kecil jika dibandingkan Tuhan pencipta semesta. Perbedaan sikap Saul dan Daud saat menghadapi raksasa Goliat menunjukkan dengan jelas hal itu. Saul dan segenap orang Israel menjadi cemas dan ketakutan saat ditantang Goliat (ayat 11). Sebaliknya, Daud begitu berani menghadapi Goliat ( ayat 45). Mengapa Saul menjadi sedemikian takut? Karena dia membandingkan raksasa itu dengan kekuatannya sendiri yang jauh dibawahnya. Daud berani menghadapi Goliat karena dia membandingkan raksasa itu dengan Allah yang menyertainya (ayat 46). Sebesar-besarnya Goliat, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah. Saudaraku... Setiap kali kita menghadapi masalah, seharusnya kita memiliki cara pandang seperti Daud. Ketika kita membandingkan masalah kita dengan kuasa Tuhan, masalah kita sama sekali tidak ada artinya. Sebenarnya prinsip ini sangatlah sederhana. Sayangnya kita kerap berjalan bukan dengan iman, tapi dengan apa yang kita lihat. Kita seperti Saul. Kita selalu mengukur masalah kita dengan kekuatan kita sendiri yang terbatas. Akibatnya, kita takut dan tawar hati. Mengapa kita tidak memilih untuk bersikap seperti Daud setiap kali menghadapi raksasa kehidupan? Ingat saudaraku... Jika kita membandingkannya dengan Tuhan yang besar, maka masalah yang kita hadapi terlihat begitu kecil. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat, 20 November 2015. Muda. Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu (1 Timotius 4:12). “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Bung Karno. Pernyataan ini menggambarkan betapa pemuda dapat melakukan hal-hal besar dan dahsyat. Sejarah Indonesia mencatat, pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai suku mendeklarasikan Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air dan berbangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Saat itu Indonesia Raya juga dinyanyikan untuk pertama kalinya, dan kemudian menjadi lagu kebangsaan kita. Ini contoh peran penting pemuda dalam sejarah bangsa. Banyak orang menilai kemampuan seseorang berdasarkan usia. Orang yang masih muda cenderung dianggap belum dapat diandalkan. Kita belum bisa berharap banyak pada mereka. Mitos seperti itu jugalah yang hendak dipatahkan oleh Paulus dalam hidup Timotius, anak rohaninya. Timotius memang masih muda, namun ia dikenal sebagai orang baik di kalangan orang percaya (Kis. 16:2). Ia mendampingi Paulus dalam pelayanannya. Lalu Paulus mendesaknya tinggal dan melayani jemaat di Efesus (1 Tim. 1:3). Salah satu tantangan berat yang dihadapinya adalah para pengajar sesat, yang bahkan sudah menyusup di dalam jemaat. Paulus mendorong agar ia tidak menganggap usia mudanya sebagai hambatan. Hidupnya yang telah diubahkan Kristus pasti memampukannya menjadi teladan. Dan terbukti, sepanjang hidupnya, Timotius melayani Tuhan dengan setia. Ya, mengenal Tuhan sejak muda memberi kita lebih banyak peluang untuk melakukan hal-hal besar bagi Dia —HT. BERKARYA BAGI TUHAN BUKAN SOAL USIA, NAMUN SEMAKIN MUDA KITA MENGENAL-NYA, SEMAKIN BANYAK PELUANG MEMBESARKAN NAMA-NYA. Happy Friday. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment