Tuesday, 24 November 2015

24 November 2015

TEMPTATION



Lukas 11:13, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Amin. Adakalanya kita bisa mengalami kegelisahan, takut, khawatir saat ditinggalkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Mungkin karena harus bekerja d itempat yang jauh atau bahkan oleh kematian. Tetapi kita perlu ingat bahwa meski kita ‘ditinggallkan’, DIA Allah yang tidak pernah meninggalkan kita, bahkan DIA berjanji menyertai kita. DIA telah mengutus Roh Kudus-Nya untuk tinggal bersama-sama kita, bahkan DIA Penolong kita satu-satuNya. Apakah kita masih tetap percaya bahwa Roh Kudus memberi kita KUASA untuk menghadapi ‘godaan’. Apakah kita masih tetap percaya bahwa DIA menyertai kita setiap waktu dalam menghadapi ‘godaan’/tantangan dalam kehidupan ini?? Amin.

Respon 1
Nikmatilah kebaikan Tuhan yang LIMPAH dalam hidupmu. Mazmur 31:20, ‘Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!’  (GNCC)

Respon 2
“Pemimpin harus tahu bebal-kritis otak rakyatnya, kembang-kemping nafasnya, dan tebal-tipis dompetnya.” Xavier Quentin Pranata.




Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 24 November 2015. Hidup Bagi Kristus. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: Bahwa kamu telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11). Kita cukup sering mendengar berita tentang kekerasan majikan terhadap pembantu rumah tangganya, mulai dari penyekapan sampai penyiksaan, dan ada yang berujung kematian. Sungguh sangat menyedihkan. Kebutuhan finansial yang mendesak sering membuat para korban kurang memperhatikan pentingnya mengetahui profil majikan sebelum menjadi pekerjanya. Sebelum mengenal Kristus, kita manusia adalah hamba dosa. Majikan kita ini sifat dan tabiatnya mencelakakan kita, berpotensi mendatangkan musibah yang fatal dan petaka atas diri kita. Sebaliknya, setelah kita percaya kepada Kristus, otomatis Dia menjadi Tuan kita yang baru, dan Kristus menjalankan ketuhanan-Nya bukan untuk menyenangkan diri-Nya (Rm. 15:3), melainkan untuk menolong para hamba-Nya. Seperti kata Rebecca Pippert dalam buku Out of the Salt-Shaker and Into the World, Yesus adalah “satu-satunya di alam semesta yang dapat mengendalikan tanpa menghancurkan kita.” Kristus adalah Tuan yang melepaskan kita dari kekejaman dosa dan menggerakkan umat tebusan-Nya untuk bertindak atas nama-Nya dan hidup dalam kemerdekaan yang utuh (Rm. 6:8-11). Sungguh jauh berbeda dari tuan-tuan yang ada di dunia ini! Kedewasaan rohani orang Kristen dimulai pada saat ia menyadari siapa Kristus yang sebenarnya. Pada saat itu, kita akan melihat perintah dan kehendak Tuhan sebagai sebuah kesukaan, bukan beban, dan ketaatan bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam hidup kita —NW. TUAN DI DUNIA MEMBELENGGU HAMBA-NYA; SEBALIKNYA, KRISTUS MEMERDEKAKAN HAMBA-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Karena persaingan yang sangat keras, orang-orang yang berkecimpung di dunia sekuler atau marketplace banyak yang meyakini bahwa hasil yang besar sukar dicapai tanpa melakukan kecurangan di sana sini. Sama seperti politik, bisnis sering dipandang sebagai sesuatu yang kotor. Jadi, adalah biasa & wajar jika kemudian cara-cara kotor pun dipergunakan demi meraih hasil & memenangkan persaingan. Tepatkah itu? Apa yang ditunjukkan Alkitab mengenai hal ini bisa jadi menjungkirbalikkan pemikiran-pemikiran yang ada. Contoh terbaik dalam dunia marketplace salah satunya ditampilkan oleh Daniel. Seluruh kitab sesungguhnya berbicara mengenai sepak terjang Daniel sebagai hamba Tuhan yang dipanggil di bidang sekuler. Fakta-fakta menarik sekaligus mengejutkan a.l.: -Daniel menjadi orang kepercayaan setiap pergantian raja terjadi. -Menghadapi siasat-siasat jahat pesaing-pesaingnya, ia tidak ikut bermain curang. -Ia tidak berpindah keyakinan imannya demi jabatan. -Ia dikasihi & dikagumi atasan-atasannya. -Ia pun sangat dikasihi Tuhan. Daniel hidup dalam standard yang sangat tinggi. Ia tidak mencari pengecualian atau pembenaran melakukan sedikit saja kecurangan sebagai orang yang tidak bergerak di bidang rohani. Dalam banyak hal, Daniel mungkin jauh lebih rohani & tahu isi hati Tuhan daripada mereka-mereka yang mengaku imam-imam yang melayani di hadapan Tuhan tiap hari. Mujizat-mujizat, hikmat, tanda-tanda ajaib yang terjadi dalam kehidupan Daniel menunjukkan bahwa Tuhan juga penguasa dunia bisnis. Dia sendirilah yang menyertai, menolong, membuka pintu berkat & kesempatan bagi setiap anak-anakNya yang mau sepenuhnya percaya bahwa kedudukan, kekayaan, kehormatan, hasil-hasil atau kemajuan suatu pekerjaan semua ditentukan oleh Tuhan sendiri. Bagian kita sama seperti Daniel: menyediakan suatu hidup sedemikian sehingga Roh yang Luar Biasa itu menguasai kita untuk siap Tuhan pakai di manapun kita berada (Dan. 5:12;6:3). Rindukah Anda menjadi salah satu orang terbaik Tuhan di marketplace seperti Daniel? Percayalah. Tak mustahil! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment