TEMPTATION
Ayub 5:2, “Sesungguhnya,
orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.”
Orang yang iri hati dapat disamakan dengan orang yang bebal = bodoh. Apakah
kita masih suka ‘iri hati’ terhadap kelebihan orang lain?? 1 Kor 2:14-15, “Tetapi
manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu
baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu
hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala
sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.” Amin.
Respon 1
Ul 28:12 – TUHAN
akan membuka bagimu perbendaharaan-NYA yang melimpah! Wow, berkat jasmani
terlebih rohani sekarang dicurahkan bagi kita berlimpah-limpah. Percayalah!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
“Ketika roda
kehidupan kita tidak berjalan sempurna, alangkah baiknya jika kita memeriksa
apakah ada yang salah dengan rodanya, jari-jarinya atau asnya itu sendiri.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Dalam perjalanan
hidup bukan semata-mata kemana engkau pergi tetapi dengan siapa engkau
berjalan. Keluaran 33:15, “Berkatalah Musa kepada-Nya: ‘Jika Engkau sendiri
tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.’” (GNCC)
Respon 4
BADAI KEHIDUPAN
MEMBUAT MANUSIA BATINIAH ANDA TAMBAH KUAT & DEWASA. Yes 40:31, ‘tetapi
orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama
rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka BERLARI & TIDAK
MENJADI LESU, mereka BERJALAN & TIDAK MENJADI LELAH.’ Ketika badai
mengamuk, RAJAWALI semakin membumbung tinggi. RAJAWALI tidak melarikan diri
dari badai, dia memanfaatkan badai untuk mengangkatnya lebih tinggi. Saat badai
kehidupan menerpa, janganlah panik tetapi ingatlah ada TUHAN yang SELALU SETIA
MENYERTAI Anda & sanggup membawa Anda naik untuk bermain dalam keasyikan
yang tidak pernah Anda alami. Saat alam pikiran & keyakinan Anda berharap
kepada KASIH KEMURAHAN TUHAN, maka badai sehebat apapun TIDAK PERNAH BISA
menaklukkan Anda. Karena Anda membiarkan KUASA TUHAN mengangkat Anda ke atas
badai tersebut, justru merasakan & menikmati KARYA TUHAN yang SANGAT
DAHSYAT. Sebenarnya KRISTUS TELAH MENJADI KEMAMPUAN Anda untuk mengatasi angin
badai seperti sakit penyakit, tragedi yang tidak Anda inginkan, kegagalan
bisnis, ketidakharmonisan dalam keluarga, kekecewaan kehidupan yang tidak
pernah Anda undang, tetapi seringkali iman percaya Anda justru terombang-ambing
tanpa penyerahan diri seutuhnya kepadaNYA. SADARLAH bahwa BUKAN BEBAN atau
BADAI HIDUP yang menyebabkan Anda jatuh atau gagal. Tapi CARA MENGATASI BEBAN
atau BADAI HIDUP TIDAK DALAM KEHENDAK TUHAN. Gal 2:20, namun aku hidup, tetapi
BUKAN LAGI aku sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang HIDUP DI DALAM aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah HIDUP OLEH IMAN
DALAM ANAK ALLAH yang TELAH MENGASIHI aku & MENYERAHKAN DIRINYA untuk aku.
2 Kor 2:14,17 tetapi syukur bagi Allah, yang DALAM KRISTUS SELALU membawa kami
DI JALAN KEMENANGANNYA. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman
pengenalan akan Dia di mana-mana. Sebab kami TIDAK SAMA dengan banyak orang
lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya DALAM KRISTUS kami
berbicara sebagaimana mestinya dengan MAKSUD2 MURNI ATAS PERINTAH & DI
HADAPANNYA. Amin. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 5
Ada banyak cara
atau kiat orang memulai suatu hari. Terkait dengan aktivitas, setiap orang
memiliki pilihannya sendiri: berolahraga, minum kopi, membaca atau menonton
berita atau bersembahyang. Bagaimana dengan sikap mental kerohanian? Ini
tampaknya yang jarang terpikirkan, jarang dibicarakan & jarang dipedulikan.
Masalahnya, apa yang kita mulai sering mempengaruhi kelanjutannya. Jika awal
kita buruk, kita harus segera memperbaikinya selama perjalanan berlangsung.
Lebih mudah jika kita memulainya dengan kesiapan yang baik. Ahli-ahli motivasi
mendorong pikiran & sifat positif untuk membuka hari. Itu akan jauh lebih baik
daripada bersikap negatif. Mengucap syukur merupakan saran umum & pilihan
terbaik untuk membentuk sikap positif. Mazmur 5 memberitahukan kita bagaimana
Daud memulai harinya: ia mengawalinya dengan doa (5:4). Berdoa adalah teladan
dari Kristus sendiri di waktu pagi hari (Mrk. 1:35). Yang perlu ditekankan di
sini ialah doa dalam bentuk substansi adalah lebih utama daripada bentuk
formal. Itu artinya doa-doa kita terutama tidak ditentukan oleh bentuk-bentuk
& cara-cara khusus melainkan oeh suatu sikap hati yang benar di hadapan
Tuhan (sebab apakah gunanya jasmani kita mengambil sikap doa namun hati &
pikiran kita melayang kemana-mana?). Meski sikap-sikap formal diperlukan untuk
mendisiplinkan diri, tidak boleh ada yang menggantikan sikap-sikap batin kita di
hadapan Tuhan. Menghubungi Tuhan di pagi hari melebihi semua pilihan yang ada.
Itu berarti menjadikan Dia penguasa, pemilik, pemimpin, pengatur & pribadi
terpenting dalam hidup kita. Dan di antara segala doa & ucap syukur, kita
perlu meminta pimpinan-Nya untuk hari itu: “Pimpin aku di jalan yang benar, oh
Tuhan.. Nyatakan dengan jelas padaku apa yang harus kulakukan &
tunjukkanlah aku jalan mana yang harus kutempuh” (Maz. 5:9, NLT). Setiap hari
kita perlu datang pada gembala baik itu. Supaya dituntunnya kita di jaln yang
benar. Pada rumput hijau & air tenang. Sudahkah itu menjadi doa Anda setiap
pagi? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment